Narasi dan Fokalisasi, Narator dan Fokalisator. Apa sih perbedaannya?

Published by Wacaku on

Apa itu narasi? Pernah dengar istilah fokalisasi? Sebenernya apa sih narasi dan fokalisasi itu dan apa perbedaan dari keduanya? Yuk disimak penjelasan di bawah ini, Wacabees! 😀

Definisi Narasi dan Narator

Narasi menurut KBBI didefinisikan sebagai pengisahan suatu cerita atau kejadian. Lalu, apa yang menjadi ciri khas suatu narasi? Bagaimana seseorang bisa tahu kalau ia sedang membaca narasi? Narasi itu ditulis dalam bentuk paragraf, berbeda dengan dialog yang berisi percakapan antar tokoh dalam cerita yang ditandai dengan dua tanda kutip.

Biasanya, narasi ini menjelaskan suatu kejadian, suasana, tempat, ciri-ciri para tokoh, atau perasaan seseorang dalam cerita secara lebih detail, karena tidak semua bisa dikemas hanya dalam bentuk dialog yang cenderung ditulis secara lebih singkat.

Sementara, narator adalah seseorang yang menceritakan suatu cerita. Jadi, narasi ini diceritakan dan disuarakan oleh seseorang yang disebut sebagai narator. Menurut Mieke Bal, narator terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Narator character-bound: narator sekaligus tokoh dalam cerita. Narator jenis ini memiliki peran dalam cerita, terlibat dalam cerita tersebut, baik sebagai tokoh utama maupun tokoh sampingan. Biasanya, dalam menyajikan cerita ia menggunakan sudut pandang orang pertama.
  2. Narator eksternal: narator yang pada saat bercerita, tidak pernah secara terang-terangan menunjukkan kalau dia adalah tokoh dalam cerita. Biasanya, dalam menyajikan cerita ia menggunakan sudut pandang orang ketiga.

Definisi Fokalisasi dan Fokalisator

Fokalisasi merupakan istilah untuk menyebut dari perspektif mana sebuah narasi itu disajikan. Lebih simpelnya, fokalisasi itu bisa dibilang sebagai sebuah “kacamata”, dan yang menggunakan “kacamata” tersebut disebut sebagai fokalisator atau subjek dari fokalisasi.

Jadi, setiap narasi itu kan pastinya mengandung suatu informasi, dan informasi tersebut berasal dari perspektif seorang fokalisator, yang disajikan melalui sebuah narasi oleh seorang narator. Fokalisator bisa berupa seseorang atau tokoh di dalam maupun luar cerita (fokalisasi internal & eksternal).

Perbedaan Narator & Fokalisator

Masih bingung perbedaan narator dengan fokalisator? Jangan sampai ketuker loh ya! Mereka itu berbeda. Seorang narator itu gak selalu jadi fokalisator, dan seorang fokalisator juga belum tentu jadi narator. Gimana cara bedainnya?

Tugas seorang narator itu cuman menyampaikan suatu cerita, tapi bisa jadi yang disampaikan itu bukan berasal dari perspektif dia sendiri, tapi orang lain. Nah, si orang lain ini yang disebut sebagai fokalisator. Gini deh contohnya:

“Siang itu, Gerald menyampaikan kepadaku bahwa penyanyi yang diundang ke acara pensi sekolah September lalu tidak memiliki tata karma yang baik.”

Pada kutipan di atas, “aku” merupakan seorang narator yang menyampaikan kepada pembaca tentang pendapat Gerald mengenai penyanyi pensi yang diundang ke sekolah. Gerald disini berperan sebagai fokalisator, karena informasi yang disampaikan oleh “aku” berasal dari perspektif Gerald.

Bagaimana, Wacabees?! Sudah paham belum nih definisi-definisi dari narasi, narator, fokalisasi, dan juga fokalisator? Sudah bisa bedain semuanya kan? Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua ya!

Categories:

Avatar

Wacaku

Wacaku Official Account

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat Semua Komentar

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!