Tips Mengembangkan Karakter dalam Novel

Published by Wacaku on

Dalam proses penulisan sebuah novel atau cerita pendek, mengembangkan karakter merupakan tahapan utama agar cerita menjadi menarik. Sebagai penulis, tentu kamu bisa membuat jalan cerita yang menarik bagi para pembaca. Namun, jika tidak didukung oleh karakter yang menarik, jalan cerita tersebut tidak akan berarti apa – apa.

Karakter dan karakterisasi adalah dua hal yang berbeda, tapi saling berkaitan. Karakter yaitu bagaimana penulis menggambarkan tokoh lewat gambaran fisik, sedangkan karakterisasi digambarkan lewat bagaimana cara berpikir tokoh serta mengatasi sesuatu dan bertindak.

Memperkenalkan karakter memerlukan ketrampilan tersendiri. Karena apabila terlalu banyak memberi tahu pembaca dalam wakt singkat, maka pembaca akan bosan. Tetapi, jika memberi tahu terlalu sedikit pembaca akan bingung.

Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan dan tidak dalam mengembangkan karakter dalam sebuah cerita.

Bayangkan kamu adalah “dia”. Berandai – andailah sebagai tokoh dalam ceritamu. Jika kamu adalah dia, seperti apakah tokoh tersebut? Bagaimana gambaran fisiknya? Seperti model rambut, bentuk mata atau tinggi badan. Bagaimana ekspresi wajahmu saat berbicara?

Gambarkan dalam sebuah dialog. Karakter dalam sebuah cerita dapat dikenali melalui sebuah dialog antara satu tokoh dengan tokoh lain. Tulislah beberapa percakapan yang mengarah ke ciri – ciri tokohmu. Misalkan tokoh berdialog tentang postur badan tinggi atau pendek, berkulit putih dan bermata coklat. Melalui dialog, pembaca dapat memahami lebih dalam karakter tokoh yang kamu ciptakan.

Berikan pembaca beberapa karakteristik yang unik. Seperti kumis Hercule Poirot. Kumisnya unik dan mengesankan. Tetapi jika semua yang Anda tuliskan adalah mereka memiliki rambut hitam lurus—Anda hanya memberi tahu pembaca bahwa mereka sama dengan karakter utama dari novel-novel lainnya.

Meletakkan karakter utama di tempat dan waktu sekarang juga. Jika karakter utama Anda berpikir atau berbicara dengan seseorang — di mana dia? Bukan deskripsi panjang tentang pemandangan atau cuaca yang datar, tetapi berikan pembaca Anda beberapa detail sensorik dan beri tahu mereka di planet apa, di tempat seperti apa cerita Anda sedang bergerak.

Jangan memulai dengan pembukaan-pembukaan klise, seperti: mengemudi sendirian di dalam mobil, bangun dan bersiap-siap untuk hari itu, melihat ke cermin, adegan bangun dari mimpi. Ciptakan adegan yang jauh dari klise saat memperkenalkan karakter Anda, supaya pembaca Anda juga tidak bosan.

Jangan memberikan banyak deskripsi fisik. Deskripsi fisik penting agar pembaca Anda dapat membayangkan protagonis Anda. Tapi jika Anda sudah meletakkan seluruh deskripsi wajah, sebaiknya, jangan lagi memaparkan deskripsi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Biarkan imajinasi pembaca mengisi kekosongan deskripsi yang tidak Anda tulis.

Categories:

Avatar

Wacaku

Wacaku Official Account

Subscribe
Notify of
guest
1 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat Semua Komentar
Ppop Dki
Ppop Dki
1 year ago

Terima kasih infonya

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!