Bodoh
12.63
0
101

Cinta karena bodoh atau Cinta karena Cinta

No comments found.

Ini kebodohan yang hakiki atau bukan ya ?

Mungkin, ini cerita manusia bodoh. Jangan di tiru. Jadikan saja pelajaran.

Tita, cewek pendiem, manis, pintar, rajin, tidak suka berbuat onar. Di SMA masuk kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam, dengan percaya dirinya padahal teman-temannya tidak ada yang ikut, seorang diri masuk dan ternyata benar satu-satunya cewek di tahun itu yang ikut bergabung.

Tita, cewek polos dengan mulut sopan, tidak pernah berkata kasar yang official menjadi anggota tim pecinta alam kala itu, sedang ada kegiatan booth eskul untuk masa-masa orientasi siswa baru, setiap ekstrakulikuler harus ada booth untuk memperkenalkan isi kegiatan eskul-nya.

Disitulah Tita melihat Dito, Dito adalah teman dari senior-seniornya di eskul pecinta alam itu.

Dito datang ke booth dan bertanya, ini siapa ke temannya.

Salah satu temannya yang juga seniorku, Damar, dia bilang Tita ni namanya sambil cengegesan. Aku yakin Damar saat itu benar-benar senang menjodohkan aku dengan Dito.

Tita, bukan cewe yang sering pacaran, Tita tidak pernah merasa suka dengan banyak laki-laki karena kerjaannya hanya baca novel, hee.

Sampai suatu ketika, keberadaan Dito mengusik hati Tita, ini cowok ga ganteng versi Tita tapi keberadaannya menarik perhatian ya.

Tita suka cara Dito yang tidak buru-buru mendekati ataupun mengungkapkan isi hati apalagi mengajak pacaran. Membuat Tita menjadi sadar akan perhatian dari Dito.

Dito hanya sesekali bertanya lagi ngapain di chat atau telepon.

Kerap kali, karena Tita kelas 2 dan Dito kelas 3 SMA, masih satu atap sekolah, mereka bertemu, namun hanya senyum-senyum tanpa obrolan.

Yang Tita amati, Dito ini bukan anak laki-laki yang nurut dan lurus sesuai standar peraturan (SOP ) hee. Dia termasuk laki-laki di umurnya yang suka dengan hal-hal nakal, tidak mendengarkan guru sedang mengajar atau kadang kabur dari kelas.

Lalu , dulu kenapa Tita tidak memperdulikan hal tersebut, padahal itu adalah awal dari sifat-sifat onar lainnya.

Mungkin hampir setahun, hanya kadang-kadang chat atau telepon, kadang ketemu di sekolah tapi tidak ngobrol hanya senyum-senyum, tiba-tiba dia dibantu dengan temannya yang juga senior pecinta alam, mengajak saya ketemu, di situ Dito mengungkapkan isi hatinya kalau dia suka sama Tita dan mengajak Tita pacaran.

Sekali lagi, Tita bukan tipe cewek yang mudah, uda tahu punya rasa juga tapi masih tidak yakin mau pacaran atau tidak, Tita adalah Tita yang kaku dan penuh pertimbangan dan ini harus bagaimana.

Tita bingung menjawabnya, semua temannya bilang ya terserah Tita, Tita yang menjalani dan merasakan.

Dengan pertanyaan yang berkecamuk di kepala, rasanya bingung banget harus terima atau tidak, akhirnya Tita menjawab ya mau, itu aja jawabnya begitu.

Let’s the story begin.

Satu tahun yang masih sangat manis, Tita kelas 3 SMA, Dito sudah kuliah tahun pertama.

Dua tahun yang masih manis. Tita sudah kuliah tahun pertama dan Dito yang sudah jadi senior.

Kita beda kampus, tapi pacaran kami jarang ketemu dan ngobrol, paling ya jalan ke mall, Dito main ke rumah Tita, istilahnya malming-an.

Hampir tiga tahun, penuh dengan momen manis dan juga emosi.

Menurut Dito, Tita bukan hanya cewe pendiem tapi juga aneh, kalau marah dan emosi harus diturutin kemauannya.

Let start in third relationship.

Tiga tahun bersama lalu apa yang kamu rasakan ?

Jenuh, bosan, penat, butuh suasana baru ?

Hanya katanya saja yang berbeda, secara makna itu sama saja.

Kalau memang jenuh, silahkan lepaskan. Jangan malah bermain api.

Tapi, yang di pilih malah bermain api.

Silahkan, tapi jangan salahkan alam yang akan membalikkan apa yang kau tanam.

 

“Tita, bengong aja deh, lo pasti mikirin Dito kan? Udah lah Ta, cari cowo lain aja, lo kan cantik, pinter pula, tu liat cowo-cowo uda pada ngantri, jangan cuma karena Dito yang ga tau diri itu, lo jadi kaya gini say. Kesel deh gw jadinya.” Nona memang udah kesel banget sama kelakuan Dito, dan juga teman-teman dekat Tita lainnya.

 

Di umur 3 tahun kebersamaan Tita dan Dito, Tita sering diabaikan Dito, entah kenapa Dito sering nongkrong di kampus, ngga ada jadwal tetep ke kampus, weekend pun maunya nongkrong sama teman-temannya terus, ngobrol di bbm, YM chat juga uda jarang. Suatu ketika, Tita sedang bermain dunia maya, melihat friendsternya yang sudah jadi sarang laba-laba mungkin, Tita tidak suka bermain dunia maya, karena itu maya, yang nyata lebih asik. Tetapi tiba-tiba insting detektif wanita itu sangatlah kuat, dia menemukan percakapan Dito dengan Maya, siapa Maya?

 

Suatu ketika, Maya chat dengan Dito dan tidak sengaja terbaca Tita yang lagi pegang hp Dito, kamu lagi apa,? What? Percakapan yang tidak biasa kan. Akhirnya Tita membaca chat-chat lainnya yang isinya seperti orang pacaran, what?

Tita pun bertanya kepada Dito, dan Dito pun terlihat kaget dan panik, tidak bisa berbohong, dia berdalih ceweknya duluan suka nanya-nanya gitu ya di jawab aja, see, tipe cowok brengsek kan?

Dan bodohnya Tita masih saja mau menerima Dito.

Dan tidak bertanya kenapa Dito bisa melakukan hal seperti itu, Tita masih percaya Dito ini adalah Dito yang sama sebelum 3 tahun ini.

Tita hanya marah dan mendiamkan Dito sampai Dito meminta maaf selama sebulan dan dengan aksi nyata di hp nya tidak ada cewek itu lagi.

 

Setelah 5 bulan kejadian itu, Dito sebenernya masih sama dengan aksi abai nya dengan masih asiknya nongkrong kesana kesni dengan teman-teman SMA nya dulu atau kuliahnya dan juga main game online. Suatu ketika lagi-lagi di Friendster, Tita merasa curiga dengan chat yang aktif antara Dito dengan seorang cewe bernama Nisa. Siapa lagi ini?

Tita pun bertanya dengan Dito, Nisa siapa, dan dijawab Dito, bahwa Nisa teman satu grup chat di Bing ( salah satu grup chat pada masanya) sama seperti Maya, teman satu grup chat, di situ juga ada Fajar, Galih dan teman nongkrong SMAnya.

Karena belum ada yang aneh, Tita masih biasa saja, hanya tetap dengan feeling seorang wanita bahwa mereka tidak lah biasa.

 

Suatu hari, adalah pertengkaran hebat Tita dan Dito, Tita sudah lelah dengan sikap abai Dito, dan Dito merasa sangat di kekang. 

Putus.

Permintaan Dito dan Tita hanya bisa diam walau tidak terima.

Dengan marah dan sedih, status mereka adalah putus.

See, bagai disambar petir, hubungan kami yang menginjak 3 tahun kandas. Karena kerasnya kita berdua, tidak sama-sama saling mengerti.

Paginya, Tita melihat status Facebook Dito in relationship with Nisa. What?

Bagai disambar petir lagi, Tita tanpa pikir panjang dengan tidak berakal sehat, menelpon Fajar teman dekat Dito, dan Fajar seperti tidak mau ikut campur,dan seperti tidak tega jadi Fajar hanya diam dan beralasan ingin tidur.

 

Dito kenapa jadi cowo berengsek hanya karena jenuh dan merasa terkekang?

Dito yang bodoh, begitupun Tita.

 

Sekat rasa

Kukira tak ada

Ruang jiwa

Tersadar terhentak

Hati kecilku masih tak terima

Dua raga

T’lah lama bersama

Seketika

Retak berhamburan

Hati kecilku masih tak terima

Kau lepaskan

Nyaman kita

Kau bilang tak cinta

Aku lelah

( Donne Maule,Sheila Dara, Tak Terima )

 

Seharian itu Tita memantau Facebook Dito, diketahuilah Nisa itu mahasisiwi Bandung, yang katanya teman chat, dan Dito sedang ada disana, di hari ulang tahun Nisa, dan mereka jadian.

Tita merasa sangat bodoh dan kecewa, bersama Dito dibohongi, di kecewakan, tiga tahun yang terasa sia-sia, hanya dalam beberapa bulan Dito chat dengan Nisa di belakang Tita sampai pacaran. Ini gila.

 

Ditengah rasa rinduku yang menggebu

Kau bersama dia

Disaat-saatku menunggumu dirimu

Kau bersama dia

Bila kau cinta aku

Mengapa kau tipu diriku

‘Tuk bersama dia

Kau bunuh hatiku

Saatku bernafas untukmu

Kau kebanggaan aku

Yang tega menipuku

(Tega, Glenn Fredly)

 

Dan profile picture Dito berubah hanya dalam semalam.

 

Kalaulah Tita tidak beragama, semua kebun binatang sudah ia keluarkan dari mulutnya, hanya saja Tita tahu binatang itu tidak salah jangan disamakan dengan kebenciannya dengan Dito.

 

Sudah enam bulan berpisah, Tita masih seperti di awang-awang, terlalu pekat rasanya kebersamaan dengan Dito, Tita adalah cewe pendiam dengan teman yang tidak banyak, tidak suka nongkrong, dengan Dito lah Tita bisa tertawa dengan rasa banyak teman. Sehingga untuk Tita, ini tidaklah mudah.

Tapi di satu sisi, Dito lah yang membuat hati ini sangat marah, marah karena sikapnya yang tidak melihat dua sisi, hanya memikirikan kesenangan diri sendiri.

So, rasa butuh dan benci dengan Dito menjadi satu, yang berujung ke stress.

Tita, berusaha menjalani hidup seperti biasa namun gamang. Setiap kali melihat hp atau social media yang diingat Dito, sungguh kesal dengan diri sendiri.

Tita padahal sudah berucap pada diri sendiri, please move on, di luar sana masa muda begitu cerah ceria, jangan karena seorang Dito mengganggu keimanan seorang Tita.

But, anyway, sekeras apapun berusaha menenangkan diri seperti itu, tetap tidak bisa. Tidak tahu kenapa, Dito adalah alasan satu-satunya dan nomor satu yang ada di isi kepala ini.

Suatu malam, Dito chat Tita, Apa kabar, gimana kuliahnya, dan Tita sama sekali tidak ingin membalasanya.

Chat Dito hanya di read, tidak di balas, sampai 1 minggu kemudian, Dito mengirim chat dan info bahwa dia menyesal, dia salah dengan apa yang sudah dia lakukan, bahwa Dito tahu hanya Tita lah cewek yang paling tepat bersama Dito selama ini.

What? Dengan kaget dan bingung, dan tetap tidak Tita balas. Apa seperti ini namanya hidup? Di saat mulai masa bodo dengan mantan, walaupun masih ada rasa, tapi mantan chat seperti itu, bayangkan, ini sungguh menyebalkan.

Di saat Tita ingin melanjutkan hidup tanpa Dito dengan sekuat tenaga, tiba-tiba seperti ada bola yang mengenai kaca, pertahanan selama ini langsung pecah seketika. Tita goyah dan tetap isi kepala nya hanya Dito.

Ku tak ingin dengar ratapanmu

Dan ku tak kan lagi menyentuhmu

Pergi dan jangan kembali

Ku ingin sendiri

Perjalanan panjang cinta kita

Sekejap kau hancurkan slamanya

( Dicintai tuk Disakiti – Ari Pramundito)

 

Sudah enam bulan, kenapa Tita tetap tidak bisa move on dari Dito? Sudah mencoba dekat dengan cowo-cowo yang mendekatinya, tetap saja, beda.

Tita tetap tidak tersenyum.

Nona punya segudang list no hp cowo dan selalu mengajak Tita ke kampusnya, tetep saja ya tidak berhasil, ini aneh, cowo-cowo tersebut tidak membuat Tita ingin berpacaran.

 

Lama coba bertahan

Benar aku masih cinta

Namun bukan begini adanya

Biarlah usai

(Pekat – Yura Yunita)

 

Tita lelah, bisakah dia menjalani hidup normal tanpa Dito?

Setiap buka Facebook, ada status Dito dengan pacarnya, kalau tidak ada status Dito, tiba-tiba Dito yang chat Cuma Tanya kabar lalu menghilang.

Buka hp, chat dari Dito dan cowo yang aktif mengejar-ngejar Tita, sungguh malas lihat hp sekarang-sekarang ini, semua hanya di read tidak ada satupun yang di balas chatnya.

Sampai tiba rasa penasaran itu, kenapa Dito selalu mencoba mengobrol dengan Tita? Ada apa dengan Dito yang sudah pacaran dengan Nisa? Di Facebook nya Dito tetap mesra-mesra saja dengan pacarnya.

Karenanya, Tita berniat membalas chat Dito kalau Dito chat lagi. 

 

Tita akhir-akhir ini sering ke dokter kulit karena mukanya yang tidak terkontrol, gaya hidup tidak sehatnya tapi penyebab utama pastilah luka di hati. Dokter pun memberikan banyak obat minum sedangkan Tita tidak lah suka minum obat. Ditulislah status di facebook Tita, lelah minum obat terus. Tita yang jarang menulis status.

Tiba-tiba, dua chat masuk, pertama dari Dito bertanya kenapa?sakit?, yang kedua dari Gesit cowo yang aktif mengejar Tita segesit namanya, Kenapa Tita ? Lagi sakit apa?.

Hemm, ok, Tita balas untuk Dito dan Gesit, to Dito , Engga kenapa-kenapa.

To Gesit, Engga kenapa-kenapa.

Dito balas, Syukur deh kalau engga kenapa-kenapa, kabar kuliah gimana? Skripsi uda selesai?

Tita balas, Baik, belum masih proses.

Gesit balas, syukur deh, besok ke kampus ngga?nanti Gesit anter jemput aja.

Tita bingung membalas, dengan Gesit ini Tita mau mencoba membuka hati tapi Gia, teman dekat Tita di kampus tidak suka Gesit karena Gesit termasuk anak nakal,malas-malasan kuliah, Gia takut nanti sama seperti dengan Dito. Karena nya Tita bingung dengan Gesit ini, tidak bisa maju, tapi kalau mundur ada rasa tidak ingin walaupun sedikit. Karena biar bagaimanapun Tita ingin melupakan Dito. Di satu sisi tidak mau jadi orang jahat juga terhadap Gesit yang tulus suka sama Tita.

Akhirnya dibalas dengan Tita, belum tahu.

Tiba-tiba Gesit menelpon, dan chat dari Dito baru dibaca 2 jam kemudian, 

Dito chat, sebenernya sedih juga Tita balesnya sekarang sedikit-sedikit, dan sering tidak balas chat. Maaf ya kalau Dito ganggu.

Tita merasa ini saatnya untuk bertanya rasa penasaran di hati.

Ya pasti karena Dito kan bukan pacar Tita lagi. Memang nya lagi berantem sama pacarnya?

Dito balas, sering berantem, tiap hari kali, ngobrol terus sampe pagi hari, Dito baru tidur subuh.

Tita Cuma bales Oh.

Bingung, karena tidak mau terasa peduli tapi sebenarnya gemas untuk bilang gaya hidup tidak sehat, tapi kalau bales chat merasa bodoh karena itu pilihan dia sendiri dengan membuat orang sakit hati.

Akhirnya percakapan hanya sampai di situ.

Tita tidak tahu harus bagaimana, saat ini tidak bersama dengan siapapun adalah yang paling tepat.

Kalau kamu memilih kembali dengan Dito bahkan sampai menikah, percayalah, hati itu tidak sepenuhnya sembuh karena luka ini tidak pernah hilang. Selalu ada rasa Dito itu cowo brengsek.

Jadi, Dito, 

Jika nanti kau ingin aku lagi

Kejarlah sekuat tenaga

Jika kau ingin hati ini lagi

Rayulah sekuat tenaga

Namun hidup itu adalah kuasaNya, kita manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin di dunia ini.

Tita tetap memilih Dito di hatinya. Setiap ada kesempatan bisa mengobrol lagi, Tita dan Dito  akan mengobrol di chat atau telepon atau Dito yang tiba-tiba datang main ke rumah.

Padahal saat itu, Dito belum putus dengan Nisa. 

Dito si cowo brengsek ini, selalu mencari kepuasan dirinya sendiri.

Ketika hubungannya dengan Nisa mulai goyah, tiba-tiba kesempatan dengan Tita lebih dekat datang, dan gayung bersambut pula.

Tita juga bodoh.

Kenapa harus menyambut peluang itu dan kenapa bisa ada peluang ini?

Di malam itu, Tita termenung di kamarnya, memikirikan, kenapa dia menyambut uluran tangan Dito yang membantu skripsinya. Tita memang sedang buntu dengan skripsinya, Dito yang memang suka bertanya gimana skripsinya membuat Tita ingin memberitahukan kesulitannya. Saat itu Tita butuh seseorang dan yang muncul Dito.

Padahal Tita selalu berdoa, tolong temukan dia dengan orang yang tepat, kasih peluang dengan orang yang tepat, kenapa di hidup Tita, only Dito yang muncul ?

Dan hati ini kenapa masih penuh dengan Dito? Sedih seperti menolak kembali dengan Dito tapi di satu sisi itulah yang buat Tita ceria lagi, ya Dito, tidak dan bukan orang lain, tapi Dito.

Dito putus dengan Nisa, Dito memilih dengan Tita menjalani hubungan kembali.

Disitulah perasaan senang juga lega juga khawatir juga was-was menjadi satu. Kita pun tidak pernah menyatakan kita balikan lagi, hanya intensitas bersama dan obrolan yang seperti dulu lagi membuat kita tahu kita kembali menjalin hubungan.

Tita tidak pernah berubah, begitupun Dito.

Tita adalah wanita yang berpikir panjang dan semua perbuatan brengsek Dito sebelumnya membuat Tita lebih waspada. Tita tidak suka Dito seperti itu lagi, namun di sisi Dito, Tita makin parah maunya yang harus diturutin dan membuat Dito yang sedang senang dengan kebebasannya dan maunya juga tidak bisa diganggu gugat kembali berulah.

Dito yang suka main game online di malam hari sampai dini hari tidak suka di ganggu, sedangkan Tita maunya di perhatiin.

Dito marah, Tita ngambek, gitu-gitu saja terus, sampai akhirnya Tita yang jadi kebisaan stalking social medianya Dito melihat status Dito ‘jadi kangen’ dan feeling Tita k Nisa, lalu gayung tidak bersambut dengan Nisa, Dito beralih ke juniornya.

Hari itu, Dito posting fotonya yang di edit teman-temannya, hanya kepala dan badan yang berupa tengkorak, salah satu teman di kampusnya comment, gini nih kalau habis buntutin junior tapi ga kekejar, siapa deh namanya oo chino ya ya ya si chino.

Tita yang mulai ahli men-stalking akun siapapun itu, mulai cek akun sosial media si junior itu dan benar saja itu chino yang dimaksud.

Tita lagi-lagi marah namun mulai lelah karena Dito masih seperti Dito yang membuat kesalahan dulu, well Dito, you know what, you did it to me with many women, loh.

Yang Tita tahu, Maya, Nisa, Chino, i dont know the other yang tidak ketauan Tita.

Dan ketika Tita marah akan sikapnya, Dito tetap pada pendiriannya kalau dia cuma main-main.

Tibalah, dari mulai rasa sayang, waspada, curigaan hingga ke lelah. Tita sama sekali sudah tidak peduli harus menjalin hubungan dengan Tito yang seperti bagaimana.

Tita hanya diam, membiarkan Dito berbuat sesuka hatinya. Tita tidak pernah lagi bertanya apapun tentang aktifitas Dito, Tita tidak minta Dito mengunjunginya, Tita tidak minta apapun lagi ke Dito.

Kita masih berstatus pacaran, tidak ada yang bilang putus.

Tidak tahu bagaimana bisa jadi seperti ini, mungkin kita sama-sama lelah terhadap masing-masing, menjaga jarak dan komunikasi jauh lebih nyaman untuk saat ini.

Tita yang sudah mulai jadi job seeker, sudah habis waktu dan tenaganya untuk fokus mendapatkan kerja, jadi apa yang Dito lakukan, terserah lah.

Hanya kadang-kadang, Dito bertanya lagi dimana, lagi apa.

Tita pun sama, kadang kadang saja bertanya seperti itu.

Tita akhirnya di terima kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.

Hari-harinya kini disibukkan dengan pekerjaannya, saat itu Dito masih fokus dengan menyelesaikan skripsinya.

Dan tibalah, hari Dito selesai juga dengan skripsinya dan di wisuda.

Dito mengajak Tita ke tempat wisudanya. Bersama dengan papa mamanya, Tita mengikuti seluruh rangkaian prosesi wisuda Dito. Sampai foto bersama dengan Dito dan papa mamanya di suatu tempat studio foto juga makan siang bersama.

Dito yang sudah mulai sibuk dengan mecari kerja juga. Masih sama dengan kebiasaannya yang sampai dini hari masih online, entah main game online, nonton film online, atau scroll-scroll social media.

Tita dari sebelum kerja pun tidak pernah menemani Dito online, Tita tidak pernah bisa terjaga , jam 10 malam saja sudah tidur pulas.

Jadi memang obrolan kami hanya sebatas komunikasi yang biasa saja, tanya kesibukan, mau di jemput pulang atau tidak, mau pergi ke mall atau tidak. Dito yang kadang main ke rumah Tita. Hubungan yang flat mungkin kalau kebanyakan orang tahu, tapi dari mulut kami sama sekali tidak ada keluar udahan yuk, putus yuk, sama sekali tidak.

Sungguh menyedihkan ya, ini cinta karena kita berdua bodoh atau benar-benar karena cinta ?

Tibalah Dito yang mendapatkan kerja, karena dia tipe yang tidak suka berdiam diri , dia lebih suka kerja di lapangan, dia enjoy karena menjadi seorang marketing di perusahaan otomotif.

Dari sini, Dito sudah mulai tidak tertarik dengan kehidupan main-mainnya, dia terlihat serius dengan pekerjaannya. Yang dia suka info adalah tentang pekerjaannya. Dan dia pun memang jarang libur, karena weekend pun tetap kerja.

Jadi, kami sama-sama sibuk bekerja, hubungan kami masih sama dengan hanya menanyakan keseharian kami atau kadang kita bertemu. Namun kali ini, kami tahu kami saling menyanyangi dan memang tidak mau berpisah.

Dito mengajak Tita menikah, Tita tentunya menjawab ya dengan sangat yakin kalau Dito tidak akan menjadi Dito yang suka main-main dengan hidupnya seperti dulu.

Tita tidak akan pernah toleran dengan hal tersebut, kalau lah memang jenuh , lelah, kita bisa bicarakan dan cari solusi bersama, kalau memang sudah tidak mau bersama silahkan bicarakan, tolong jangan menjadikan wanita lain itu pelarian di saat masih bersama.

Sekian.

 

 

 

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!