DIPLOMASI OLAH RAGA
8.5
0
68

Olah raga bisa dipakai sebagai alat diplomasi antar dua negara yang sedang berperang

No comments found.

Olah raga bisa dipakai sebagai alat diplomasi antar dua negara yang sedang berperang atau merenggangnya hubungan karena perbedaan ideologi politik. Korea Utara dan Amerika Serikat adalah contoh bagaimana diplomasi bola basket digunakan untuk mencairkan hubungan kedua negara yang sedang bermusuhan.

Hubungan Pyongyang dengan Washington makin memanas kala Korea Utara keras kepala dengan proyek nuklirnya yang hal ini amat ditakuti oleh Amerika Serikat. Tapi, kehadiran pemain Harlem Globetrotters, Dennis Rodman, ke Pyongyang dan bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, membuat hubungan kedua negara setidak-tidaknya mencair.

Rasanya hal seperti itu bisa diaplikasikan untuk dua tim sepak bola di Indonesia yang memiliki pendukung fanatik yang dijuluki el clasico ala Indonesia. Kabar teranyar adalah batalnya Persib bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno untuk menjalani pertandingan lanjutan di Liga Super Indonesia pada 22 Juni lalu bisa diambil pelajaran, yakni bagaimana Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat mendamaikan permusuhan The Jakmania dan Viking atau bobotoh.

Sebab bila kejadian seperti itu terus menimpa salah satu tim, bukanlah hal yang bagus dalam iklim persepak bolaan nasional. Penggemar sepak bola nasional tentu tak mau hal seperti itu terus terjadi karena lebih bagus bila kedua tim bertanding di lapangan hijau selama 90 menit tentu dengan semangat sportivitas.

Salah satu tokoh yang pantas disematkan untuk mendamaikan panasnya rivalitas Persija dan Persib adalah vokalis grup band /rif, Andy, yang pada penampilan bersama grup bandnya meneriakkan perdamaian untuk kedua kelompok suporter ketika mentas di acara Java Rocking Land 2013 di Pantai Carnaval Ancol.

Walaupun saya berdomisili di Jakarta tentu tidak setuju dan tidak dibenarkan pula aksi perusakan bus pemain Persib karena imbasnya para bobotoh lantas melakukan sweeping terhadap kendaraan berplat DKI Jakarta.

Kalau hal itu dibiarkan, rasanya pertarungan Persija Jakarta dengan Persib Bandung makin meluas dan masyarakat yang tak mengerti sepak bola turut dirugikan dengan masalah itu.

Maka apa yang diteriakkan oleh grup band Slank yaitu PLUR (Peace, Love, Unity, and Respect) seharusnya menjadi slogan para pendukung klub sepak bola Indonesia.Karena bila ada pertandingan yang melibatkan timnas Indonesia, segenap bangsa Indonesia, tak terkecuali para suporter yang berbeda-beda klub bisa menyatu. Namun, mengapa jika pertandingan antar klub di Tanah Air selalu diwarnai keributan yang makin menambah cerita kelam sepak bola nasional.

Kalimat “Respect” bahkan menjadi kata khusus di sepak bola Eropa. Di lengan kostum pemain sepak bola yang berlaga di Liga Champhions menaruh kata “Respect” yang harfiah berarti hormat.

Kata itu berlaku untuk semua pihak yang terlibat dalam semua pertandingan meliputi wasit, ofisial pertandingan, pelatih tim lawan, dan pendukung tim lawan. 

 

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!