EVIL LOVE
19.25
1
152

Ini tentang seorang gadis bernama Cleo yang mendapatkan perlakuan kasar dari pacarnya yang bernama Kai. Hubungan toxic yang di alami oleh Cleo sudah tidak bisa dipertahankan lagi ketika Cleo mendapatkan kekerasan fisik dari Kai. Tetapi pada akhirnya ada seseorang yang berhasil menguatkannya.

No comments found.

Namanya Cleo Claudine Gilbert, tahun ini usianya 19 tahun. Dia hidup di keluarga yang serba berkecukupan, Gilbert Askara nama ayahnya. Jika kalian menanyakan dimana ibunya, Cleo sudah menganggap dia sudah tidak ada di dunia ini. Dia meninggalkannya ketika dia masih bayi, dan dia di besarkan hanya oleh seorang ayah.

Dan satu lagi orang yang penting dalam hidup Cleo, Kyler Oskar atau biasa dipanggil Kai, dia pacarnya. Mereka menjalin hubungan dari bangku SMA dan sekarang hubungan mereka sudah 3 tahun lebih. Cleo sangat mencintai Kai dan bisa dibilang kalau gak ada Kai di hidupnya mungkin dunia dia tidak akan seindah ini. Mungkin Kai sedikit agak kasar, tapi dia selalu memberi Cleo cinta yang ia butuhkan.

Kisah ini dimulai ketika Cleo menjadi mahasiswa baru di Universitas Bhinneka Tunggal Ika (UBTI). Kai tidak satu kampus dengannya, Kai memilih melanjutkan pendidikannya di LA. Cleo gak pernah merasakan hubungan jarak jauh, tapi dengan rasa saling percaya mungkin itu akan membuat hubungan mereka akan tetap baik-baik aja.

“Kai, kita bisa ketemu?” ucap Cleo dalam telpon pada Kai.

“Tentu sayang, aku jemput kamu sekarang ya” jawab Kai.

“Iya, aku tunggu”.

Cleo bersiap-siap untuk bertemu dengan Kai, mungkin ini pertemuan terakhir dia dengan Kai sebelum Kai pergi ke La. Sebenarnya Cleo gak mau berpisah dengan Kai, tapi apa boleh buat. Mereka harus dipisahkan selama beberapa tahun untuk mengejar mimpi masing-masing.

“ting…tong” suara bel rumah berbunyi, sepertinya Kai sudah sampai di depan rumah Cleo.

“Cleo nya udah siap bi?” tanya Kai pada bibi.

“Masuk dulu den. Sebentar ya bibi panggil dulu non Cleo nya” Jawab bibi.

“Gak usah bi, aku udah siap kok” saut Cleo sambil berjalan keluar pintu.

“Hai sayang” sapa Kai dengan senyuman manisnya.

“Hai” Cleo menyapanya balik dan tersenyum.

“Ayo kita jalan sekarang!” ajak Kai.

“Iya sayang. Ohh iya bi, tolong bilangin sama ayah, aku pergi sama Kai. Mungkin aku pulangnya agak malem, Ayah gak usah tungguin aku buat makan malem.” Ucap Cleo pada bibi.

“Baik non, hati-hati dijalan den, non” ucap bibi.

“Bye bi” Cleo melambaikan tangan pada bibi.

Kai mengajak Cleo menonton di bioskop, tapi aneh nya studio yang mereka masuki bersama sepi tidak ada pengunjungnya.

“Sayang, kenapa bioskopnya kosong?” tanya Cleo yang terkejut melihat bioskop itu tidak ada pengunjung.

“Aku booking studio ini buat kita nonton berdua sayang” ujar Kai.

Cleo tersenyum lebar dan memandang Kai dengan penuh cinta. Mereka pun mulai menonton film yang bergenre romantis, dan itu menjadikan suasana di ruangan menjadi hangat karena Kai terus memegang tangan Cleo sepanjang film itu diputar.

Kai pun mengajaknya ke resto setelah menghabiskan waktu di bioskop sampai malam.

“Sayang kamu jadi ngambil jurusan kedokteran?” tanya Kai.

“Iya sayang. Ayah mau aku jadi dokter, jadi aku mutusin buat ngambil jurusan itu”

“Aku agak sedikit kecewa sih, pas kamu mutusin untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia. Aku kira kamu bakal ikutin mau aku untuk ke Amerika” ucap Kai dengan nada kecewanya.

“Maaf banget sayang, aku bukannya gak mau bareng sama kamu. Tapi ayah tinggal sendiri di sini, aku gak mungkin tinggalin ayah sendirian kan? Kamu tolong ngertiin posisi aku ya. Aku janji saat aku jauh dari kamu, aku gak akan nakal ke cowok lain. Kamu tahu kan aku cinta banget sama kamu jadi gak mungkin aku nakal.” Cleo berusaha meyakinkan Kai.

“Udahlah males banget kalau kamu udah ngebahas ayah kamu yang paling di prioritasin, sedangkan aku selalu di belakangin sama kamu.” Ucap Kai yang sepertinya marah pada Cleo.

“Sayang jangan gitu dong, ayah penting banget di hidup aku. Dan kamu juga sama pentingnya kayak ayah. Jangan marah ya please” Cleo memohon pada Kai untuk tidak marah padanya, tapi Kai tetap mengabaikannya dan memilih untuk makan duluan.

Kai memang selalu marah jika Cleo lebih memprioritaskan ayahnya dibanding Kai, tapi bagaimana lagi itu kan ayahnya jadi Cleo harus selalu menuruti keinginan ayahnya. Sebenarnya dulu ayah mendukung hubungan mereka berdua, tapi semakin kesini ayah Cleo melihat sisi lain dari diri Kai. Kai lebih profektif kepada Cleo dan selalu gampang marah, makanya sekarang ayah nya agak risih dengan hubungan mereka. Tapi ayah nya selalu berusaha untuk tetap menerima hubungan mereka berdua karena tahu anaknya sangat mencintai Kai.

“Sayang, kamu diem aja dari tadi. Aku gak mau malam ini kita kayak gini, besok kan kamu berangkat ke LA, masa aku dicuekin terus sama kamu sih.”

“Oke oke, tapi kamu harus inget ya sama janji kamu tadi. Kamu gak boleh jalan sama cowok lain, inget itu!” ucap Kai sambil agak menekankan suaranya.

“Iya sayang. Tapi kamu juga harus janji sama aku, kamu gak akan nakal sama cewek di Amerika. Kamu harus tetap setia buat aku.”

“Kamu ngeraguin aku?” tanya Kai sambil mengerutkan alisnya.

“Gak gitu sayang, aku cuman mau kamu janji. Tadi kan aku udah janji sama kamu, terus sekarang apa aku salah kalau aku minta kamu janji sama aku?” ucap Cleo yang merasa bingung dengan reaksi Kai saat ia memintanya untuk berjanji.

Kai berdiri dari kursi dan menggeprak meja sambil membentak Cleo.

“Cukup ya! Jadi kamu gak percaya sama aku? Selama ini aku kasih cinta dan kesetiaan sama kamu tapi kamu malah meragukan kesetiaan aku.” Bentak Kai, ia langsung meninggalkan ku di meja makan, aku berlari mengejarnya.

“Kai tunggu, bukan itu maksud aku” Cleo berlari mengejar Kai dan mencoba untuk menggapai tangannya, tapi Kai berjalan terlalu cepat sehingga Cleo terjatuh ketika mengejarnya. Kai sama sekali tidak berbalik pada Cleo dan membiarkan Cleo terjatuh di lantai.

Kai menaiki mobilnya dan meninggalkan Cleo sendirian di resto. Sudah satu tahun Kai selalu seperti ini jika Cleo menyinggungnya sedikit saja. Tapi Cleo selalu kuat mengahadapi sikap Kai yang seperti itu.

***

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Cleo berlari membawa kunci mobil dari kamar menuju garasi. Dia ingin mengejar Kai ke bandara karena pagi ini Kai terbang ke LA. Cleo ingin meminta maaf pada Kai karena kesalah pahaman kemarin. Semalaman Cleo mencoba menghubungi Kai, tapi Kai mengabaikan telepon dan pesan darinya.

Cleo berusaha menelponnya lagi di dalam mobil, tapi ia tetap mengabaikan telpon darinya.

“Kai, please angkat dong. Aku gak mau kayak gini sebelum kamu ninggalin aku ke LA. Aku gak mau kamu marah. Kai please” ucap Cleo sambil memperhatikan jalan dan agak sedikit melihat ponsel berharap Kai mengangkat telpon darinya.

Sesampainya Cleo di bandara, dia langsung berlari mencari Kai. Dia melihat ke kanan dan ke kiri, dan terus berlari kesana kemari tapi dia tidak menemukan Kai. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil namanya.

“Cleo…”

Dan ternyata itu Kai, Cleo berlari ke arah Kai dan langsung memeluknya dengan kencang.

“Kai…”

“Kai maafin aku, kemarin aku yang salah. Aku minta maaf Kai, aku mohon kamu jangan marah terus kayak gini. Aku gak bisa diginin terus sama kamu, aku takut kehilangan kamu Kai. Kai aku mohon” Cleo menangis dalam dekapan Kai dan air matanya membasahi baju yang di pakai Kai.

“Sayang…” Kai menepuk-nepuk punggungnya dan menenangkan Cleo.

“Aku gapapa kok, aku udah gak marah sama kamu. Tapi kamu harus ingat ini ya sayang, kamu jangan pernah meragukan kesetiaan aku ke kamu. Aku janji…” sebelum Kai meneruskan perkataannya, Cleo memberhentikan ucapan Kai dengan menutup mulut Kai menggunakan tangan kirinya sambil menatap matanya dengan penuh cinta.

“Aku gak butuh janji dari kamu sayang, aku percaya sama kamu. Kamu gak perlu janji sama aku karena aku tahu kamu akan tetap setia sama aku.”

Kai mendekap Cleo kembali dan mengatakan suatu kata yang sangat indah.

I LOVE YOU Cleo Claudine Gilbert” ucapnya di dalam dekapan yang hangat.

I LOVE YOU MORE Kyler Oskar” Cleo semakin mengencangkan pelukannya seperti tidak ingin melepaskan Kai.

Kai melepaskan pelukan itu karena harus segera masuk ke dalam pesawatnya yang akan segera lepas landas.

“Sayang, kamu jaga diri baik-baik disini ya. Aku akan terus hubungin kamu setiap waktu, dan kamu juga harus kabarin aku setiap waktu.” Ucap Kai sambil memegang pundak Cleo dan menatap matanya. Cleo hanya menganggukan kepala karena tidak bisa berkata apa-apa lagi karena air mata yang terus menetes, Kai mengusap air mata yang jatuh di pipi kekasihnya.

“Sayang, aku harus segera pergi. Sampai jumpa.” Ucap Kai sambil melepaskan tangannya dari pundak Cleo dan mulai berjalan pergi meninggalkannya.

“Tunggu!” Cleo berlari dan memeluk Kai dari belakang sebentar dan melepaskannya kembali untuk membiarkan dia pergi, Kai berbalik padanya.

I Love You” ucap Kai sambil mencium kening Cleo lalu pergi dan melambaikan tangannya pada Cleo dan sebaliknya, Cleo pun melambaikan tangan padanya.

Cleo berbalik dari arah sana dan berjalan ke luar bandara sambil terus menghapus air matanya yang terus membasahi pipi. Ketika dia sedang berjalan menuju pintu keluar bandara, ia bertabrakan dengan seorang lelaki yang sepertinya sedang terburu-buru masuk kedalam bandara.

“brukkk….”

Pria tinggi berkulit putih mengenakan hoodie hitam dan jeans putih menabraknya.

“Maaf, aku terburu-buru” ucap pria itu. Ia pun berlari dengan sangat kencang dengan membawa koper nya.

Pria itu menjatuhkan tas selempang kecilnya dan Cleo mengambil tas kecil itu dari lantai. Dia mencoba memanggil pria itu tapi ia tidak mendengarkan teriakan dar Cleo.

“Hey tunggu!” teriak Cleo. Cleo mencoba mengejar pria itu tapi ia kehilangan jejaknya.

“Sebaiknya gue simpentas ini dulu, siapa tahu nanti kita bertemu lagi” ucap Cleo dalam hati.

***

5 Bulan Kemudian

Cleo sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan kampusnya, dan dia sudah memiliki teman walaupun cuman satu orang yang bisa ia ajak bicara.

“Cleo, kantin yuk!” ajak Vera.

Vera adalah satu-satu teman terdekat Cleo semenjak ia belajar di kampus ini. Dia orang nya bawel banget, tapi seru juga sih kalau main sama dia. Dia selalu menjadi pendengar yang baik ketika Cleo bercerita padanya.

“Ahhh males ver, lo duluan aja” jawab Cleo.

“Ayolah Cleo, please” Vera membujuk Cleo dengan mengedip-ngedipkan matanya. Cleo selalu kalah jika Vera melakukan itu.

“Ahhh lo selalu aja kayak gitu, gue paling gak bisa kalau lo udah kayak gitu. Yaudah ayo” ucap Cleo sambil berdiri dan berjalan menuju arah kantin.

“Hahaha, sesayang itu ya lo sama gue” Vera tertawa.

“PD banget lo”

Mereka pun duduk di kantin dan mulai berbincang tentang tugas kampus yang diberikan dosen tadi.

“Ehhh bye the way tadi kan pak kumis ngasih kita tugas kelompok, lo sama siapa kelompoknya?” tanya Vera pada Cleo. Oh iya, pak kumis itu panggilan mahasiswa buat dosen killer tapi sebenarnya nama aslinya itu adalah pak Dion. Tapi semua mahasiswa menyebutnya pak kumis, karena memang dia berkumis tebal jadi mereka memanggilnya dengan sebutan itu.

“Gue di tugasin sama Dafa, bisa gak sih di tuker aja sama lo?” tanya Cleo.

“Gue udah di tugasin sama Amel, gimana dong?” ucap Vera.

“Gimana ya? Gue bingung nihh.”

“Pacar lo gak bakalan tahu Cleo, udahlah gapapa sekali ini aja. Lagian dia kan di Amerika, jadi gak bakalan ketahuan dan ini juga kan bukan kemauan lo satu kelompok sama cowok”

“Semoga gak ketahuan ya, gue takut banget dia marah”

“Pacar lo profektif banget ya. Hal kecil kayak gini aja bisa jadi masalah besar buat lo.”

“Ya mau gimana lagi Ver, sebenarnya pas awal kita pacaran dia gak kayak gini. Tapi setelah kita berhubungan 2 tahun, dia jadi lebih profektif sama gue. Yaudahlah ya, namanya juga cinta harus gimana lagi.”

“Dasar bucin”

“Hahaha”

Pria yang bernama Dafa menghampiri Cleo yang sedang mengobrol dengan Vera.

“Hai, Cleo ya?” tanya pria itu yang entah kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti memastikan nama Cleo padahal mereka satu kelas.

“Iya, gue Cleo”

“Boleh gue duduk?” tanya dia.

“Ada urusan apa ya?”

“Sebelumnya gue mau memperkenalkan diri dulu, gue Dafa” ucapnya memperkenalkan diri dan menyodorkan tangannya pada Cleo, tapi Cleo mengabaikan tangan dia yang ingin bersalaman.

“Iya gue tahu, lo yang ditugasin sama gue?”

“Yup, boleh duduk disini?”

Cleo melirik pada Vera, dan Vera menganggukan kepalanya seperti mengisyaratkan Cleo harus mengizinkan Dafa untuk duduk di kursi yang kosong itu.

“Oke, silahkan duduk”

“Lo Vera ya?” tanya Dafa.

“Kayak gak kenal sama gue aja lo Daf” ucap Vera.

“Hahaha iya Ver iya, gue becanda. Soalnya gue aneh sama temen lo yang satu ini, gue udah akrab sama semua temen di kelas, tapi cuman Cleo aja yang susah di akrabin. Mungkin cuman lo aja yang bisa di ajak ngobrol sama dia. Kenapa lo tertutup banget sih Cleo?”

“Lo ngomong sama gue?”

“Gue ngomong sama gelas. Ya ngomong sama lo lah, siapa lagi?”

“Cleo…” Vera menegur dan mencubit Cleo yang bersikap terlalu dingin pada Dafa.

“Kalo lo mau dateng ke gue cuman ngebahas ini lebih baik lo pergi aja dari sini, gue sibuk”

“Oke oke, gue gak akan basa basi lagi. Yaudah sekarang kita bahas masalah praktek akhir semester buat minggu depan.” Ucapnya “Ver, bisa tinggalin kita berdua gak? Lo kan beda kelompok sama kita, jadi gue gak bisa biarin lo dengerin semua pembicaraan kita” lanjut Dafa menyuruh Vera pergi dari sana.

“Oke, baiklah gue pergi.” Jawab Vera dengan mengangkat kedua tangannya dan langsung berdiri, tapi Cleo menghentikan Vera yang akan pergi dari sana.

“Enggak, Vera tetap disini.”

“Cleo, benar yang dibilang sama Dafa. Gue juga harus nyamperin Amel buat diskusi tentang tugas ini. Lo disini ya dan lo tenang aja, pacar lo gak bakal tahu.” Bisik Vera kepadanya, dan dia pun pergi meninggalkan Cleo berduaan dengan Dafa di kantin.

Sebenarnya hati Cleo saat ini gak tenang banget duduk berduaan dengan Dafa, berkenalan dengan pria lain aja dia takut sama reaksi Kai kalau sampai tahu apalagi ini berduaan dengan pria lain hufthhhhh gak tahu deh.

Dafa menatap Cleo dengan tatapan yang membuatnya merasa sangat terganggu.

“Bisa kita mulai pembahasan tentang tugas nya?” tanya Cleo dengan menekankan suara dan menyadarkan Dafa dari lamunannya.

“Oh iya bisa” Dafa tersenyum padaku.

***

25 Desember, besok ulang tahun Cleo. Yang Cleo harapkan dihari esok adalah Kai datang menemuinya langsung dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Cleo duduk di dekat jendela dan melihat ke arah luar berharap Kai datang kerumah seperti biasanya. Setiap tahun ia selalu datang pada tengah malam kerumah Cleo untuk memberikan surprise ulang tahun untuknya, tapi mungkin untuk tahun ini dia tidak akan datang.

00.00 “kring…kring” ponsel Cleo berbunyi, dia segera berlari dan mengangkat video call dari Kai.

“Happy birthday sayang” ucap Kai padanya sambil menunjukkan sebuah kue ulang tahun yang ia beli disana bertuliskan Happy Birthday Sayang dengan bentuk hati.

“Sayang…. Makasih” ucap Cleo yang terharu.

“Maaf ya untuk tahun ini aku gak bisa ngasih surprise langsung ke rumah kamu. Kamu gapapa kan sayang?” tanya Kai.

“Iya gapapa sayang, segini juga aku senang kok”

“Oh iya, tiup lilin nya bareng-bareng yuk!”

“Oke bentar” Cleo meletakan ponselnya di meja dan Cleo duduk di kursi.

“Oke siap?” Kai menghitung mundur. “3, 2, 1”

“huhhhhhhhhh”

“Ciee udah 19 tahun, selamat ya sayang. Oh iya besok kamu kuliah kan?” tanya Kai.

“Iya sayang, aku ada kelas pagi besok” jawabnya.

“Yaudah kamu pergi tidur gihh, Disini udah pukul 12:15, pasti disana udah pukul 00:15 kan?”

“Iya, yaudah aku tidur ya sayang. Bye”

Have a nice dream sayang”

***

“Cleo tunggu!” teriak Dafa yang berada di belakang Cleo dan menghentikan langkahnya yang akan masuk ke dalam kelas.

“Kenapa?” tanya Cleo dengan nada yang ketus.

“Enggak, gue cuman mau masuk kelas bareng lo aja” jawab dia.

“Gak jelas banget deh” ucap Cleo sambil berjalan agak cepat untuk menjauh dari Dafa.

Cleo duduk di mejanya, Vera datang dan langsung menghampiri Cleo.

Happy birthday Cleo” ucap Vera sambil memeluk sahabatnya.

“Ahhhhhh thank you Vera” jawab Cleo dan langsung membalas pelukan dari Vera.

Ketika Vera memeluk Cleo dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Cleo, Dafa memperhatikan ke arah mereka berdua.

“Krining….” Suara pesan di ponsel Cleo, dia langsung membukanya karena ia kira itu pesan dari Kai tapi ternyata bukan, itu pesan dari nomor yang tidak dikenal.

“Besok pukul 12:00 gue tunggu lo di taman. Kita akan mulai mengerjakan tugasnya besok, jangan telat!”

“Ini siapa ya?” tanya Cleo pada Vera sambil memperlihatkan pesan itu.

“Itu Dafa, tuhh lihat isi pesan nya aja tentang tugas berarti itu Dafa.” Jawab Vera.

“Tapi dia dapat nomor gue dari mana? Jangan-jangan lo yang ngasih ya?” tanya Cleo sambil menatap curiga pada Vera.

“Mmmmm lagian si Dafa maksa gue kemarin, jadi gue kasih deh. Udahlah gapapa, lagian kan ini masalah tugas bukan yang lainnya. Pacar lo bakal ngerti Cleo”

“Lo gak tahu Kai, masalah kecil aja dia selalu besar-besarin apalagi ini”

“Lagian sih lo, bertahan sama cowok toxic”

“Dia gak pernah ngasarin gue, dia cuman terlalu cemas sama gue makanya dia selalu larang gue ini itu.”

“Cleo, lo sadar dong ini itu toxic. Lo jadi terkekang dengan semua aturan yang pacar lo buat, dan ini cuman awalnya aja Cleo. Kalau lama kelamaan dia bisa aja kasar sama lo.”

“Apaan sih Ver, lo terlalu berlebihan deh” Cleo marah pada Vera yang menjelek-jelekan Kai, ia pun pergi dari kelas dan meninggalkan pelajaran yang akan segera dimulai.

“Cleo, lo mau kemana?” teriak Vera.

“Males gue denger ocehan lo” jawab Cleo dengan nada marah.

Vera seperti menyesal dengan ucapannya tadi yang menjelek-jelekan Kai pada sahabatnya yang bucin itu.

***

Pagi hari Cleo di awali dengan sapaan oleh ayahnya yang sedang duduk di meja makan menunggu anak gadisnya ikut duduk bersamanya.

“Selamat pagi sayang” sapa ayahnya dan mencium kening anak cantiknya itu.

“Tumben ayah bisa sarapan pagi di rumah, ayah gak ke kantor?” tanya Cleo.

“Kemarin kan ulang tahun kamu, ayah gak sempat menghabiskan waktu sama kamu sayang. Makanya ayah sempatkan pagi ini untuk bisa ketemu sama kamu dan memberikan kamu sebuah hadiah.”

“Ayah bisakan cuti dulu satu hari biar bisa ngabisin waktu sama aku?”

“Sayang, ngertiin ayah ya. Ayah lagi sibuk banget minggu ini, jadi ayah gak bisa libur. Ini juga harusnya ayah meeting pagi, tapi ayah mundurin jadwalnya Jadi nanti siang karena ayah pengen ketemu kamu dulu.”

Mereka berdua satu rumah, tapi mereka jarang ketemu soalnya pas Cleo bangun, ayahnya lagi tidur dan pas ayahnya pulang dari kantor, giliran Cleo yang udah tidur. Ayah lebih banyak menghabiskan waktu di kantornya dari pada di rumah.

“Oh iya, Kyler gak datang ke rumah kemarin malam?”

“Ayah kan tahu, Kai kuliah di LA”

“Tapi kan dia bisa pulang dulu buat nemuin kamu”

“Jarak Amerika Indonesia itu jauh ayah, gak kayak dari Jakarta ke Depok”

“Iya deh iya, pasti aja pacarnya dibela sedangkan ayah nya selalu di debat terus.”

“Gak gitu ayah”

“Hahaha iya iya sayang, ayah ngerti kok. Ayah juga pernah muda, jadi tahu cinta itu seperti apa. Tapi sayang ingat pesan ayah ya”

“Apa yah?”

“Kalau Kai udah mengatakan perkataan yang kasar ke kamu, kamu harus langsung tinggalin dia. Sayang, itu adalah awal mula hubungan yang toxic. Jika cowok udah bisa ngomong kasar ke pacarnya berarti dia juga akan melakukan kekerasan fisik nantinya.”

“Iya ayah, ayah tenang aja. Kai gak kayak gitu kok, malahan dia selalu lembut sama aku.”

“Syukur deh kalau gitu. Oh iya dan satu lagi, ciri-ciri hubungan yang toxic itu salah satunya adalah pasangan kita mulai terlalu profektif sama kita misalnya dia selalu melarang kita ini itu.” Sebelum ayah melanjutkan pembicaraannya itu aku menghentikannya.

“Ayah, aku udah terlambat. Mana hadiah nya yah?”

“Kamu ini, ayah lagi ngomong malah di potong”

“Hehehe maaf yah, ini soalnya Cleo ada kelas pagi. Mana hadiahnya?”

“Nihh buka nanti aja pas kamu pulang dari kampus”

“Oke ayah, terimakasih”

Ayah mencium keningku dan mengucapkan “Happy birthday anak ayah yang cantik”.

“Mwahhhh” aku tersenyum dan melambaikan tangan pada ayah. “Gak mau ngabisin sarapan dulu sayang” teriak ayahnya.

“Nanti aja dikampus yah, bye ayah”

“Bye”

 

Setelah selesai kelas pagi, Cleo langsung pergi ke taman untuk mengerjakan tugas dengan Dafa. Perasaan Cleo gak enak jika harus berduaan dengan Dafa, pikirannya terus tertuju pada Kai. “Kai pasti marah kalau gue berduaan sama cowok lain” ucap Cleo dalam hati. Apa boleh buat, ini kan tugas dari dosen killer itu. Ya semoga aja Kai gak marah deh kalau sampai tahu.

Cleo terkejut ketika melihat di sebelah kanannya ada Vera dan Dafa yang menghampiri dia dengan membawa kue.

“Happy birthday… happy birthday…. Happy birthday Cleo”

“Vera? Dafa?” ucap Cleo sambil terkejut.

Vera menghampiri Cleo sambil membawa kue itu “Tiup lilinnya Cleo!”

“huhhhh” Cleo pun meniup lilin yang ada di kue yang di bawa oleh Vera.

“Tadi lo gak ada di kelas, tapi kenapa sekarang lo ada disini?” tanya Cleo pada Vera.

“Iya hehe, tadi gue bolos dulu satu pelajaran buat nyiapin ini untuk lo. Dafa juga ikut bantuin gue hehe” jawabnya.

“Lo kenapa harus ngajak Dafa sih…” bisik Cleo pada Vera.

“Yang bikin rencana ini juga Dafa Cle, udahlah hargain dikit usaha dia.” Bisik Vera.

“Thank’s Daf udah bantuin Vera bikin kejutan buat gue.”

It’s okay, lagian gue seneng kok bisa ngelakuin ini buat lo. Ohh iya ini gue ada sesuatu buat lo” Dafa menyodorkan sebuah hadiah untuk Cleo tapi Cleo ragu untuk mengambilnya.

“Apa ini?”

“Ambil aja Cle” ucap Vera.

Ketika Cleo ingin mengambil hadiah dari tangan Dafa tiba-tiba ada Kai yang menepis tangannya Dafa sehingga hadiah itu jatuh ke tanah.

“Kai…” saut Cleo yang terkejut melihat Kai berada di kampusnya, Cleo sebenarnya lebih ke takut Kai marah melihat dia sedang bersama dengan pria lain walaupun di taman itu mereka tidak hanya berduaan, tapi Cleo tetap takut.

“Lo siapa? Ngapain deketin cewek gue?” Kai menarik kerah baju Dafa. Cleo berusaha menghentikan Kai.

“Sayang udah sayang aku mohon, ini kampus aku. Aku gak mau sampai ada dosen yang melihat ini sayang, please.” Cleo berusaha memohon pada Kai dan akhirnya Kai pun melepaskan tangannya dari kerah baju Dafa.

“Vera tolong bawa dia pergi dari sini ya!” Cleo menyuruh Vera untuk membawa Dafa pergi karena takut Kai akan bertindak lebih kasar lagi pada Dafa. Vera hanya mengangguk dan tak mengeluarkan satu kata apapun pada Cleo karena mungkin ia terkejut melihat reaksi Kai tadi pada Dafa.

“Sayang, kita pergi dari sini ya?” ajak Cleo pada Kai. Kai tampaknya sangat marah pada Cleo, dia menatap Cleo dengan tatapan tajamnya yang tak pernah ia tunjukan sebelumnya pada Cleo. Tak biasanya Cleo menghindari tatapan dar Kai, karena biasanya Kai menunjukan tatapan penuh cinta padanya tapi sekarang berbeda, ia menunjukan tatapan yang penuh amarah dan itu sangat menakutkan.

“Jelasin ke gue, siapa dia? Dan lo kenapa ada disini sama dia tadi?” Kai menanyai Cleo dengan nada yang sangat marah.

“Iya Kai aku bakal jelasin semuanya, tapi gak disini please. Semua orang melihat ke arah kita, aku mohon Kai” ucap Cleo sambil mengangkat kedua tangannya dan memohon pada Kai.

Kai menarik tangan Cleo dengan sangat kasar dan membawanya ke dalam mobil. Kai mengajak Cleo ke resto yang terakhir kali mereka berdua datangi dan berakhir dengan keriburan, sepertinya hari ini juga akan berahir seperti sebelumnya, mungkin lebih parah lagi. Sepertinya Kai sudah memesan private room untuk kita berdua dinner nanti malam, tapi dinner itu akan gagal lagi karena kejadian tadi di taman. Di dalam resto, Kai menyuruh semua pelayan untuk membiarkan ia berdua dengan Cleo di ruangan tertutup itu.

“Lo jelasin ke gue sekarang!” teriak Kai pada Cleo dengan penuh amarah.

“Namanya Dafa, aku ditugasin sama dosen buat ngerjain tugas akhir semester dengan dia.” Jawab Cleo sambil mencoba Kai untuk bisa mengerti, tapi tetap saja Kai selalu salah sangka pada dirinya.

“Emang harus berdua banget ya?”

“Iya Kai”

“Lo gak bisa nolak gitu?”

“Gak bisa Kai, aku udah minta tukeran sama temen aku, tapi gak ada yang berani menentang keputusan dosen itu Kai”

“Gue pergi ke LA buat belajar dan gue masih bisa setia sama lo, tapi lo disini malah kegenitan sama cowok lain”

“Kai, aku harus berapa kali bilang sih sama kamu. Aku gak punya hubungan apa-apa sama dia, bahkan aku baru tahu dia dua hari yang lalu. Aku gak pernah berkenalan dengan lawan jenis demi kamu Kai, aku tahu kamu bakal marah kalau aku sampai punya teman cowok, makanya aku gak berani buat berteman sama cowok-cowok”

“Lo bilang, lo gak bisa kenalan sama cowok demi menjaga perasaan gue? Tapi lo tahu nama cowok yang tadi ditaman sama lo, lawak lo” teriak Kai sambil menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya pada kepala Cleo. “Dan lo tahu, gue datang jauh-jauh dari Amerika ke Indonesia hanya buat lo” Kai terus menunjukkan telunjuk kanan nya itu kepalanya Cleo.

“Tadinya gue pengen langsung meluk cewek gue ini dengan sangat kencang” ucap Kai sambil mendekap Cleo dengan cara kasar dan itu membuat Cleo tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Setelah itu Kai memegang pundak Cleo dan mendorongnya kebelakang dengan berkata “Tapi lo malah main hati sama cowok lain” teriak Kai.

“brakkkk” Cleo terbanting jatuh ke lantai ketika Kai mendorongnya.

Cleo terus menangis dan merasa ketakutan mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang sangat ia cintai. Cleo memang sudah terbiasa di marahi oleh Kai, tapi jika di kasari oleh Kai tidak pernah sama sekali.

Kai melemparkan sebuah kotak cincin ke padanya yang masih duduk di lantai, ia pun pergi meninggalkan Cleo sendiri lagi di resto itu. Seketika Cleo teringat ucapan ayah di meja makan tadi pagi.

“Ayah, apa yang ayah bilang tadi itu semua terjadi padaku yah. A-aku mengalami itu semua hari ini yah, tapi aku gak bisa tinggalin Kai seperti yang ayah bilang. Aku butuh Kai yah, aku butuh dia, aku gak mau dia pergi dari hidup aku yah.” Ucap Cleo di kesunyian ruangan itu, dia terus menangis di ruangan tertutup itu.

Dunianya sedang kacau hari ini dia tidak pernah mencintai seseorang sangat dalam seperti saat ini ia mencintai Kai, tapi mengapa ketika perasaannya makin dalam Kai menjadi seperti ini.

***

Esok harinya Cleo pergi ke kampus dengan perasaan yang sangat malu untuk menghadapi Vera dan Dafa.

Ketika dia berjalan ingin memasuki kelas Dafa memanggilnya dari belakang.

“Cleo tunggu!” saut Dafa dengan nada datar. Cleo pun berbalik badan, sebenarnya dia tidak tahu harus bersikap bagaimana di hadapan Dafa setelah kejadian kemarin di taman.

“Santai aja, gue cuman mau bilang ke lo buat kita segera nyelesain tugas nya hari ini, gue gak mau punya urusan lagi sama lo” ucap Dafa. Cleo terkejut dengan ucapan yang baru saja Dafa katakan padanya.

“Daf, gue minta maaf soal kemarin…” sebelum Cleo menyelesaikan ucapannya, Dafa memotong ucapan Cleo.

“Bentar Cle, kenapa lo harus minta maaf sama gue? Seharusnya lo minta maaf sama diri lo sendiri, bukan ke gue. Aneh lo Cle” ucap Dafa dengan mengerutkan kedua alisnya dan langsung pergi dari hadapannya. Cleo pun duduk di kursinya dan menunggu kedatangan Vera ke kelas untuk meminta maaf padanya.

Setelah Vera datang dan duduk di kursinya, Cleo pun menghampiri Vera untuk berusaha mengajak Vera bicara, namun reaksi Vera tidak seperti biasanya.

“Ver gue boleh duduk disini?” tanya Cleo.

“Kalo mau duduk, duduk aja. Gak usah minta izin kayak gitu.” Jawab Vera yang sepertinya marah pada Cleo.

“Ver, gue minta maaf sama lo”

“Cukup Cle, gue kasihan dehh sama diri lo. Lo harusnya minta maaf sama diri lo sendiri bukan sama gue”

“Tapi kenapa Ver?”

“Lo tanya kenapa sama gue? Lo gak sadar atau pura-pura bodoh? Lo bertahan dengan hubungan yang toxic ini, demi apa Cle? Apa yang harus lo perjuangin dari hubungan yang gak sehat ini?”

“Ver, lo jangan ngungkit masalah hubungan gue sama Kai…”

“Iya Cle, gue tahu. Lo bakal ngomong ke gue, kalau gue gak cukup tahu tentang hubungan lo sama Kai. Tapi semenjak kejadian kemarin, gue jadi tahu siapa Kai lo yang sebenarnya. Gue gak bisa sahabatan sama orang yang egois kayak lo. Sorry.” Ucap Vera sambil meninggalkan kelas.

Persahabatan Cleo dengan Vera sepertinya sudah hancur dan tidak bisa dipertahankan lagi, di kampus ini dia sudah tidak mempunyai teman.

***

Setelah semua tugas dan UAS selesai, Cleo mendapatkan libur akhir semester selama dua minggu. Ia pun memutuskan untuk pergi menyusul Kai yang sulit di hubungi ke Amerika. Sebenarnya dia gak tega ninggalin ayahnya sendirian di rumah, tapi Cleo juga akan merasa bosan kalau di rumah sepanjang 2 minggu dan terlebih ayahnya pun tidak setiap hari berada dirumah.

“Kamu serius mau nyusul Kai ke Amerika?” tanya ayahnya.

“Iya yah, besok pagi-pagi Cleo berangkat ke bandara.” Jawabnya.

“Sayang, seharusnya Kai yang datang nyamperin kamu kesini, bukan kamu yang harus nyamperin dia kesana.”

“Udahlah ayah, Cleo juga kan sekalian mau liburan disana. Soalnya Cleo bosen dirumah terus, lagian ayah juga sibuk kerja kan?”

“Hmmmm, yaudah deh. Kamu jaga diri baik-baik yah disana, inget yang ayah bilang sama kamu.”

“Leave toxic relationship” ucap Cleo dan ayahnya serentak, Cleo tersenyum pada ayahnya.

Ia pun memeluk ayahnya dan berusaha meyakinkan ayahnya “Ayah tenang aja, Kai sangat mencintai Cleo. Dan Kai gak akan pernah ngelakuin itu ke Cleo”

“Ayah percaya sama kamu sayang. Biar ayah bantu ya supaya cepat selesai” ucap ayahnya yang ingin membantu anak gadisnya itu untuk mengemasi barang-barang kedalam koper.

“Maaf ya, besok ayah gak bisa nganter kamu ke bandara. Ayah ada pertemuan penting besok, yang gak bisa di undur”

“Iya gapapa ayah” ucap Cleo sambil tersenyum pada ayahnya.

Ketika Cleo dan ayahnya sedang mengemas barang, dia melihat di dalam lemari ada tas selempang kecil milik pria yang bertabrakan dengannya di bandara 6 bulan yang lalu, ia pun memasukan tas itu ke dalam kopernya. Siapa tahu nanti dia bertemu dengan pria itu di bandara jadi ia bisa mengembalikan tas itu kepada pemiliknya.

 

Tibalah Cleo di bandara, pagi ini ia tidak sempat berpamitan kepada ayahnya karena ketika dia akan pergi, ayahnya sudah tidak ada di rumah. Kata bibi, ayahnya sudah berangkat ke luar kota tengah malam kemarin pas Cleo udah tidur nyenyak. Cleo pun menyiapkan diri untuk meminta maaf pada Kai, walaupun sebenarnya ia tidak merasa bahwa dia bersalah, tapi dia tetap harus melakukannya supaya hubungannya tetap bertahan. Setelah kejadian satu minggu yang lalu, Kai tidak mengabarinya sama sekali bahkan nomor nya juga sudah tidak bisa di hubungi lagi. Entah bagaimana Cleo harus mencari Kai di Amerika, yang ia tahu hanya nama kampusnya saja, tapi tidak dengan tempat tinggalnya.

“Semoga aku bisa menemukan kamu Kai” ucap Cleo dalam hati.

Pesawat berangkat pukul 06:00 dan mendarat pukul 07:00 pagi esoknya. Selepas keluar dari bandara, Cleo menaiki taksi dan terlebih dahulu mencari hotel untuk ia menginap.

“Go to the indigo hotel, sir” ucapnya pada sopir taxi, untuk mengantarnya ke Hotel Indigo.

“Okay” jawabnya.

Cleo turun dari taxi dan masuk ke dalam hotel dengan membawa 1 koper besar dengan tas kecil. Dia pun langsung pergi ke resepsionis untuk memesan kamar hotel selama 1 minggu.

“I want to book a room for 1 week” ucapnya.

Setelah petugas resepsionis memberikan kunci kamar, ia langsung berjalan menuju lift dan disana ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan pria yang berada di bandara 6 bulan lalu.

“Excuse me, have we met at Soekarno Hatta Airport?” Cleo bertanya pada pria itu untuk memastikan bahwa pria itu memang benar orang yang bertabrakan dengannya di bandara.

“What?” tapi pria itu menunjukan ekspresi kaget nya dengan mengerutkan alis nya, pria mungkin menganggap Cleo sedang menggodanya. Cleo pun menghentikan pembicaraan itu dengan meminta maaf padanya karena takut dikira ia cewek yang genit.

“Oww sorry, I think I’m wrong”

Dia hanya menganggukan kepalanya dan agak menjauh dari jarak dia berdiri tadi, sepertinya dia tidak nyaman ketika Cleo bertanya tadi. Memang agak aneh sih dengan pertanyaan yang Cleo ajukan tadi padanya, dia mungkin tidak mengenali Cleo karena waktu itu dia sangat terburu-buru, tapi Cleo jelas melihat wajahnya dan ingatan Cleo sangatlah kuat, ia tidak pernah melupakan sesuatu yang terjadi walaupun itu hal kecil. Tapi yasudahlah mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mengembalikan tas itu padanya.

Ternyata kamar mereka bersebelahan, Cleo semakin merasa tidak nyaman karena melihat reaksi pria itu tadi di lift tadi, ia pun langsung masuk ke dalam kamar.

“Aku harus mulai mencari Kai sekarang, mungkin akan aku coba ke kampusnya dulu”

“Baiklah, ini bukan waktunya untuk istirahat. Cleo ayo sekarang kita cari Kai!” ucap Cleo pada dirinya sendiri.

Cleo pun langsung pergi ke Universitas California dengan menaiki sebuah taxi dan meminta sopir taxi untuk mengantarkannya ke universitas itu.

“Ini pasti kampus nya Kai, nama dan tempat nya juga sama”

Aku bertanya pada penjaga yang ada di depan gerbang masuk apakah sekarang ada kelas untuk bisnis dan manajemen kebetulan Kai mengambil jurusan tersebut.

“Excuse me, are there classes now for business and management?”

“Not for this hour, but in one hour there is”

“Owwww”

“If you want to wait for someone please just come in”

“Can i?”

“Of course, it just so happens that our university is holding an opening to the public”

“Owww thank you”

Penjaga itu menyuruh Cleo untuk menunggu di dalam, katanya kampus ini sedang mengadakan pembukaan untuk umum. Cleo pun memutuskan untuk menunggu di dalam kampus “Mungkin akan aku tunggu Kai sampai datang, jika aku balik ke hotel dulu akan memakan waktu yang lama”.

Setelah lewat satu jam Cleo menunggu di taman kampus itu, tapi tetap ia tidak melihat keberadaan Kai. Cleo pun mencoba berkeliling di kampus itu dan bertanya pada seseorang disana.

“Excuse me, do you know Kyler Oskar?”

“From class?”

“Owww, from business and management class”

“Ouh maybe you mean Kai?”

“Yes, Kai”

“He’s in the library”.

“Ouh, thank you”

Wanita itu menunjukan letak perpustakaannya dan Cleo pun segera kesana mengikuti arah yang wanita itu tunjukan barusan. Cleo merasa takut jika kedatangannya kesana membuat Kai semakin marah.

“Semoga Kai sudah memaafkan aku, aku datang jauh-jauh kesini hanya untuk dia. Tidak mungkin dia mengabaikanku di negara asing ini” Ucapnya dalam hati.

Cleo berdiri di depan pintu perpustakaan dengan memegang kotak cincin yang di lemparkan Kai 6 bulan yang lalu di resto. Ia pun melihat kanan kiri tapi hanya orang asing yang ia lihat disana. Setelah Cleo masuk ke dalam perpustakaan itu, ia terus mencari keberadaan Kai yang katanya ada di perpustakaan.

“brakkk”

“cling…cling…cling”

Kotak cincin terjatuh dari tangan Cleo dan cincinnya berguling-guling di lantai, seketika ia terkejut, hatinya seperti sedang di ambang. Tangan bergemetaran, mulut yang tidak bisa berkata apa-apa, dan air mata yang mulai berjatuhan. Di pojok kanan perpustakaan, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Kai yang ia pikir dia kekasihnya yang selalu bisa ia percaya, tapi hari ini ia melihat Kai sedang mendekap seorang gadis berambut pirang dipojokan.

“K-kai” saut Cleo dengan nada gemetar dan meneteskan air mata.

Kai berbalik ke arahnya, dia sangat terkejut melihat kekasihnya berada di tempatnya sekarang, apalagi ketika memergokinya sedang berdekapan dengan gadis lain.

“Cleo?”

“S-siapa dia?” tanya Cleo dengan nada marah pada Kai. Tapi Kai malah menarik tangannya dan pergi dari sana tanpa menjelaskan sesuatu padanya, dia membawa Cleo ke ruangan yang sepertinya itu Gudang.

“Cleo!!! Kamu ngapain kesini?” teriak Kai padanya.

“Kamu nanya ke aku? Ngapain aku kesini? Menurut kamu, apa pantes kamu nanya kayak gitu ke pacar kamu yang baru aja mergokin kamu sedang berdekapan dengan gadis lain itu? Apa pantes Kai?” Cleo berteriak pada Kai.

“Cukup ya Cle!” Kai menarik tangannya dengan kencang dan mendekatkan tubuh Cleo pada dirinya, mata dia penuh dengan amarah. Tidak bisa dimengerti, seharusnya Cleo yang bereaksi seperti itu tapi ini malah sebaliknya. “Cukup kamu nuduh aku kayak gitu, sedangkan kamu sendiri sama aja. Cleo!!! Ini negara asing, bukan di negara kamu. Disini bebas berpelukan sama siapa aja, dan bagi cowok wajar kayak gitu.”

“Wajar kata lo? Kai gue bukan orang gaul kayak lo, gue gak bisa sembarangan berpelukan sama orang asing kayak gitu. Dan gue juga gak yakin kalo gue ada di posisi lo saat ini, dan lo ada di posisi gue, lo pasti akan siksa gue seperti yang lo lakuin di resto 6 bulan yang lalu.”

“Brakk….” Terulang lagi seperti 6 bulan yang lalu, Kai mendorong Cleo lagi, kali ini lebih parah. Dia mendorong Cleo sampai membuat kepalanya terluka mengenai meja yang ada di Gudang itu. Cleo memegang kepalanya yang terluka, tapi Kai tetap saja terus berteriak kepadanya tanpa menolong Cleo sedikitpun.

“Lo yang maksa gue buat lakuin ini Cleo, kalau lo cewek yang baik-baik gue gak akan lakuin ini ke lo”

“Maksud lo?” Cleo mengerutkan kedua alisnya dan mencoba untuk berdiri dan mempertanyakan apa maksud Kai barusan. “Lo pikir gue bukan cewek baik-baik? Gue emang bodoh Kai, gue udah bertahan sama cowok yang bentukannya kayak lo. Lo toxic, lo temperamental, lo cowok berandal Kai”

“Sekali lagi lo bilang gue cowok apa?” teriak Kai sambil memelototi Cleo dengan matanya yang mulai memerah.

“TOXIC” Cleo memberanikan diri untuk berkata seperti itu pada pria yang sangat ia cintai itu.

Seketika Kai mengangkat tangannya yang sepertinya ingin melayang ke pipi Cleo, tapi ada tangan yang menghalangi Kai untuk melakukan itu. Cleo melihat ke sisi kanannya ternyata pria itu yang menghalangi tangan Kai, pria yang bertabrakan dengannya di bandara 6 bulan yang lalu.

“Kyler, gue gak nyangka ini dari lo” ucap pria itu, sepertinya dia sudah kenal dengan Kai.

“Lo gak usah ikut campur ran!” teriak Kai pada pria itu.

“Gue terpaksa ikut campur Kai” jawab dia.

“Karan! Kalo lo gak mau minggir, gue bakal lupain hubungan pertemanan kita”

“Lo mau hajar gue? Sebelum lo hajar gue, gue duluan yang hajar lo”

“Plakkkkk…” Pria yang bernama Karan itu memukul kepala Kai dan langsung membawa Cleo pergi dari sana.

“KARAN… BANGSAT LO” Teriak Kai.

Pria itu menarik Cleo ke dalam mobilnya dan membawa ia menjauh dari kampus itu. Pikiran Cleo sangat kacau saat ini, ia tidak bisa melupakan apa yang baru saja ia lihat tadi dan yang paling parah lagi Kai melakukan kekerasan padanya. Tadinya ia datang ke LA untuk berbaikan dengan Kai, tapi ternyata yang ia dapatkan malah pengkhianatan dan kekerasan dari Kai. “Benar kata Ayah dan Vera, seharusnya aku melepaskan dia pada saat ia sudah mulai berkata kasar padaku, tapi aku tetap bertahan dengan harapan Kai akan kembali seperti dulu.” Ucap Cleo dalam hatinya.

“Lo baik-baik aja?” tanya pria itu kepadanya yang duduk di sebelahnya. Tapi Cleo sibuk dengan lamunannya sehingga mengabaikan pertanyaan dia. Dia melirik pada Cleo yang sedang melamun dan sambil memegang dahinya yang terluka tadi. Pria itu menyodorkan sapu tangannya pada Cleo sehingga Cleo tersadar dari lamunannya.

“Ambil ini” ucap dia.

“Apa ini?”

“Bersihin dulu luka lo, di mobil gue gak ada P3K jadi pake ini aja”

Cleo mengambil sapu tangan yang pria itu sodorkan kepadanya “Iya gapapa, makasih udah nolongin gue barusan” ucapnya.

“Lo sering di perlakuin gini sama Kai?” tanya pria itu.

“Baru dua kali dia kasarin gue secara fisik”

“Secara mental?”

“Mungkin udah hampir satu tahun lebih”

“Dan lo masih bertahan?”

Seketika Cleo terdiam dengan ucapan Karan barusan, ia diam karena merasa malu. Cleo tahu kalau ia sangat bodoh dengan mempertahankan hubungan yang gak sehat ini.

“Lo tahu kalau hubungan lo sama Kai ini gak sehat?” lanjut Karan bertanya padanya.

“Iya, gue tahu kalau hubungan gue dan Kai gak sehat. Tapi gue butuh dia…”

“Butuh dia? Butuh apanya? Sorry kalau gue ikut campur masalah pribadi lo sama Kai, tapi gue temen dekat nya Kai selama di kampus. Dan gue gak akan diam aja ketika tahu teman gue nyakitin orang lain secara fisik dan mental apalagi lo cewek. Gue kasih tahu lo ya, hubungan toxic gak baik untuk dilanjutkan. Gak akan ada manfaatnya, yang ada lo bakalan kesiksa seumur hidup lo. Bukan lo aja yang akan tersakiti, tapi nyokap bokap lo juga bakal ngerasa tersakiti kalau sampai tahu anaknya tidak diperlakukan baik oleh pacarnya.”

“Gue tahu, dan gue ngaku kalau gue bodoh banget” setelah Cleo mengatakan itu keadaan menjadi sunyi sejenak, lalu Karan bertanya pada Cleo.

“Gue harus nganterin lo kemana?” tanya Karan.

“Hotel Indigo”

Karan melirik Cleo sejenak, mungkin dia tidak sadar kalau wanita yang di sampingnya sekarang itu adalah wanita yang bertanya padanya di lift tadi pagi.

Cleo dan Karan naik lift bersama dan setelah sampai di lantai 3, Cleo langsung pergi ke kamarnya tanpa berterimakasih lagi pada Karan yang sudah mengantarkannya ke hotel. Sepertinya Karan mulai menyadari ketika mereka di dalam lift kalau Cleo adalah wanita yang tadi pagi bertanya padanya, tapi Karan tidak membahas itu dengan Cleo di dalam lift tadi, sepertinya dia tahu situasi Cleo sedang kacau hari ini.

Didalam kamar, Cleo hanya bisa terus menangis dan menyesali semuanya.

“Kai, kenapa lo harus masuk di dalam kehidupan gue? Kenapa harus gue yang lo buat jatuh cinta?  Dan sekarang lo sendiri juga yang buat gue ancur Kai. Kenangan bahagia kita terlalu banyak Kai, kenapa lo malah buat luka ini yang membuat semua kenangan indah itu gak berharga lagi.”

Malam ini dikamar Cleo tidak ada cahaya sedikitpun, semuanya gelap sama dengan suasana hatinya saat ini. Mungkin angin malam akan sedikit menenangkan pikirannya, ia pun memutuskan untuk pergi ke rooftop untuk mencari udara segar disana kebetulan tidak ada orang karena sudah larut malam.

Cleo berdiri diujung dengan memejamkan matanya dan melebarkan kedua tangan seperti yang sedang menyerap semua angin malam supaya hati dia ikut sejuk seperti cuaca malam ini. Tiba-tiba Karan datang menghampiri Cleo yang sedang menikmati angin malam.

“Lo mau nekad?” tanya Karan kepadanya.

“Gue masih punya akal sehat untuk gak ngelakuin itu” jawab Cleo yang masih memejamkan mata.

“Gue belum tahu nama lo…”

“Cleo, nama gue Cleo” Cleo membuka matanya dan menggapai tangan Karan untuk bersalaman.

“Seagresif ini lo ternyata” ucap Karan.

“Huhhhhhh, mau duduk?” ajak Cleo pada Karan sambil duduk di lantai dengan menikmati bintang-bintang yang sangat indah di atas.

“Bahkan langit gak mengizinkan gue untuk bersedih malam ini, jadi untuk apa gue nangisin semua yang udah terjadi” ucap Cleo, Karan pun ikut duduk di sampingnya.

“Yakin? Segampang itu lo lupain semuanya?”

“Gak akan segampang itu, tapi gue akan berusaha”

“Ini semua bakal sulit, sibukin diri lo buat bisa ngelupain semuanya”

Cleo mengangguk seakan meng-iyakan perkataan Karan “Tadinya gue mikir buat langsung balik ke indo. Tapi kalau di pikir-pikir lagi, bokap gue bakal syok ngelihat kondisi anaknya dengan luka ini” ucap Cleo sambil menunjukan luka di keningnya.

“Terus sekarang lo mau ngapain disini?”

“Gue gak tahu, gak ada yang gue kenal disini”

“Termasuk gue?”

Cleo melirk Karan dan tersenyum kecil dengan mengangkat sebelah alis nya “Hha, gue baru tahu nama lo tadi siang”

“Mau jadi teman gue?”

“Gue gak bisa berteman secepat itu”

“Yakin lo? inget, disini lo gak punya siapa-siapa, cuman gue yang mau jadi temen lo. Tapi ini berlaku untuk hari ini aja sihhh”

Cleo meliriknya sebentar dan langsung berkata “Hmmmm oke gue mau jadi temen lo”.

“Oke, temenan ya?”

“Iya, tapi lo kuliahkan besok?”

“Satu minggu ini kampus gue kan lagi ngadain Opening To The Public, jadi mahasiswa disana lagi bebas gak masuk kelas juga gak masalah. Besok gue ajak lo keliling Los angeles, dan gue jamin lo gak akan bosen.”

“Oke sampai ketemu besok”

Cleo berdiri dan segera pergi meninggalkan Karan di rooftop dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena hatinya sudah agak tenang setelah berbincang dengan Karan.

***

Di pagi harinya Karan membawa Cleo menaiki mobil untuk pergi ke Disneyland, jaraknya cukup jauh dari hotel yang mereka tempati.

“Lo ngajak gue kesini?” tanya Cleo sambil tersenyum dan melihat ke kanan dan ke kiri.

“Iya, lo pasti happy kalau udah masuk. Yuk ikut gue!”

Karan menarik Cleo masuk ke dalam Disneyland dan benar apa yang di katakana oleh Karan, mereka berdua sangat bersenang-senang di sana, mereka menyaksikan penampilan para tokoh kartun yang ada di televisi seperti Mickey Mouse dan yang lainnya. Dan Karan mengajak Cleo menaiki berbagai wahana ekstrim disana, Cleo sangat menikmati waktu bersama dengan Karan hari ini sampai-sampai dia lupa kalau kemarin baru saja patah hati.

“Karan…”

“Iya?”

“Terimakasih buat semuanya, gue seneng banget hari ini.”

Dia tersenyum pada Cleo dan memberikan segelas kopi yang sudah ia beli untuk mereka berdua “Ini baru satu hari Cleo, waktu kita masih banyak.”

“Besok lo mau ngajak gue kemana lagi?”

“Tunggu aja, selama satu minggu ini gue bakal bikin lo senang”

Karan tidak berhenti selama satu minggu penuh membuat Cleo bahagia dan terus tertawa ketika menghabiskan waktu bersamanya. Waktu Cleo di Amerika tinggal 5 hari lagi, ia seperti baru saja kemarin bertemu dengan Karan tapi sudah sedekat ini dengannya. Dan sepertinya Karan mulai jatuh hati pada Cleo, dan Cleo pun mulai menyadari itu.

“Karan…”

“Iya?”

“5 hari lagi gue balik ke Indo, gue happy bisa bareng sama lo selama satu minggu ini. Tapi masih ada yang mengganjal di benak gue…”

“Apa itu?”

“Hubungan gue sama Kai belum sepenuhnya berakhir”

“Maksud lo?”

“Gue harus nemuin dia, dan gue harus akhiri semuanya.”

“Lo yakin? Lo bakal sanggup ketemu sama dia setelah kejadian itu?”

“Gue akan coba, gue gak mau kabur terus dari masalah ini.”

“Gue khawatir sama lo Cleo” ucap Karan sambil menatap Cleo dengan tatapannya yang berbeda. Serasa hangat tatapan yang ia berikan padanya hari ini.

“Lo tenang aja, gue bisa jaga diri. Thanks Karan buat waktunya, mungkin ini terakhir kali kita bertemu.”

“Bukannya lo masih ada waktu 5 hari lagi?”

“Gue harus nyelesain masalah gue, dan gue juga harus punya waktu buat lupain lo”

“Lupain gue? maksud lo?”

“Gue harus pergi Karan, makasih” Cleo menyodorkan tas milik Karan yang ia simpan waktu itu, Karan memang sedikit terkejut ketika Cleo memberikan itu dan Karan pun tidak sempat bertanya mengapa tas miliknya itu ada pada Cleo karena Cleo langsung pergi dari hadapannya.

 

Cleo juga merasa nyaman di dekat Karan, namun menurut Cleo ini perasaan yang tidak benar untuk dilanjutkan. Bahkan hubungan Cleo dengan Kai belum selesai, tidak mungkin Cleo untuk berhubungan dengan Karan lebih lama lagi. Jadi Cleo memutuskan untuk pergi menjauh dari Karan mulai sekarang.

***

“Kai…” Cleo memanggil Kai yang sedang duduk di café, kemarin malam Cleo sudah menghubungi Kai lewat email untuk bertemu hari ini di café ini.

“Cleo, aku minta maaf. Aku janji gak bakal ngulangin itu semua sama kamu, aku mohon sayang.”

Tanpa duduk dulu, Cleo langsung menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan pada Kai “Maaf Kai, sepertinya gue gak bisa. Kita putus aja, hubungan kita udah gak sehat Kai dan gak mungkin bisa di teruskan.”

“Cleo tapi…”

“Maaf Kai, gue harus pergi” Cleo langsung pergi dari sana dan segera bergegas kembali ke hotel dan mengemasi barang-barangnya untuk pulang.

 

 

“Cleo…”

Ketika Cleo ingin memasuki lift ternyata di dalam ada Karan, ia pun berbalik arah dari sana dan segera membuka pintu tangga darurat dan berlari menuruni tangga darurat karena tidak ingin bertemu dengan Karan, tapi Karan berhasil mengejarnya.

“Cleo gue mohon” Karan memegang tangan Cleo dan berhasil menghentikan langkahnya.

“Gue harus pergi Karan”

“Dengerin gue sebentar, Cleo gue sayang sama lo. Apapun yang lo pikirin gue gak peduli, mungkin lo gak akan percaya ini. Tapi selama satu minggu ini gue udah jatuh cinta sama lo, pandangan pertama gue ketika nyelamatin lo dari Kai, ketika gue kasih lo sapu tangan gue, gue udah nyaman sama lo. Iya gue tahu, ini aneh, emang aneh Cleo. Tapi lo perlu tahu kalau perasaan gue nyata buat lo. Gue mohon jangan pernah bilang ini pertemuan terakhir kita”

“Karan, lo tahu kisah gue. Dan gue juga gak tahu perasaan apa yang gue punya ini untuk lo, dan lo tahu sendiri resikonya kalau lo berhubungan sama orang yang baru aja patah hati kayak gue”

Sebelum Cleo menyelesaikan ucapannya, Karan langsung mendekapnya dengan kencang “Gue gak peduli dengan masa lalu lo, gue akan nunggu lo sampai lo sembuh dari trauma ini Cleo.”

“Maaf Karan gue gak bisa”

“Gue janji Cleo, gue akan nunggu lo sampai siap nerima gue.”

“Karan, gue gak bisa.”

“Cleo gue mohon”

Cleo melepaskan pelukan dari Karan dan memegang tangannya. “Karan gue mau jadi teman lo, tapi hanya sebatas teman gak lebih. Untuk hubungan yang lebih gue gak bisa Karan.”

“Oke, tapi kita tetap berteman kan?”

“Iya, kita berteman”

“Lo janji gak akan pernah lupain gue?”

“Iya Karan, gue janji. Maaf kalau tadi gue bilang mau lupain lo”

Karan mengangguk “Boleh gue peluk lo?” tanya Karan, tapi Cleo mengerutkan kedua alis nya.

“Pelukan sebagai teman” ucap Karan.

“Mmmm oke”

Cleo berada di pelukan Karan saat ini, kalau di lihat memang Karan seperti tidak ingin melepaskan Cleo. Tapi Cleo harus balik ke Indonesia, mungkin Karan belum bisa mendapatkan cinta Cleo hari ini. Tapi mungkin jika Karan lebih sabar menunggu, dan tidak terlalu terburu-buru, Cleo pasti akan membuka hatinya untuk orang baik seperti Karan. Terlebih Karan adalah orang yang menguatkan Cleo untuk bangkit setelah kejadian yang sangat menghancurkan Cleo kemarin dengan Kai.

 

“Mungkin gue gak tahu sampai kapan trauma ini selesai, tapi gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk bangkit dari rasa trauma ini. Dan gue akan berusaha dengan keras demi seseorang yang bersedia menunggu gue sampai sembuh dari rasa trauma yang gue alami saat ini. Untuk saat ini gue akan menjadi teman yang baik buat lo Karan” Cleo Claudine Gilbert.

SELESAI.

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!