Genius
4.9
0
39

Panggil saja dia Bingang. Ia adalah siswi kebanggaan SMA Puspita sari, karna dia dikenal sebagai anak yang genius dan mudah bergaul. Namun, ada beberapa hal yang tidak diketahui orang lain mengenai Bintang. Yik!! Simak ceritanya bersama - sama!!

No comments found.
  • part 3

     Orang tua Bintang adalah tipe orang tua yang overprotektif terhadap anaknya serta tidak mau dibantah jika mereka telah mengambil keputusan. Walaupun Bintang tau orang tuanya melakukan itu karna sayang kepadanya. Namun, tetap terbesit dibenaknya mengenai perasaan tidak suka dengan sikap orang tuanya terhadal dirinya. 

Ketika Apel pulang, Bintang diberikan kesempatan oleh kepala sekolah untuk berpidato di depan siswa/i serta guru dan staff SMA Puspita sari.

“Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Bintang cahya putry dari kelas XII MIPA 1. Kesan dan pengalaman saya selama mengikuti seleksi pemilihan duta SMA adalah membuat saya lebih percaya diri serta konsisten dalam melakukan suatu kegiatan selain itu bla…bla… (Kita skip aja ya).” Beginilah isi singkat pidato Bintang.

 

*Pulang sekolah.

Pulang sekolah, Bintang tidak langsung pulang ke rumah, karna dia diperintahkan ibunya untuk ke pondok terlebih dahulu. Sesampainya di Pondok Bintang melihat sesuatu yang membuat hatinya sakit serta membuat pikirannnya kacau.

“Ini kenapa pondok dihias kayak gini? Kenapa ada pelaminan? Siapa yang mau nikah?.” Tanya Bintang kepada dirinya sendiri.

“Eh..itu yang duduk dipelaminan bukannya ustad Dinar ya? Apa dia yang nikah ya? Kalau bener dia yang nikah, hancur sudah harapan ku selama ini” lanjut Bintang.

Bintang selama ini suka dengan ustad Dinar. Namun, dia tidak berani mengungkapkan rasa yang ada di hatinya kepada Ustad Dinar.

Bintang pun mencari keberadaan keluarganya untuk menanyakan kebeneran ini, akhirnya Bintang menemukan Ibunya yang duduk di dekat pelaminan. Bintang pun menghampiri ibunya dan bertanya. 

“Buk, siapa yang mau menikah?.” Tanya Bintang kepada ibunya 

“Ustad Dinar yuk, emangnya ayuk ngak lihat namanya di undangannya?.” Tanya balik ibunya.

“Ngak bu.” Seru Bintang dengan nada lesu.

“Buk, tiba – tiba ayuk ngerasa ngak enak badan. Ayuk pulang aja ya.” Ucap Bintang, yang mulai merasa sedih dengan takdirnya.

“Dirumah sepi, ayuk disini be. Kalau mau istirahat, istirahat di asrama santri perempuan aja.” Perintah ibunya.

Bintang yang pasrah pun hanya bisa mengiyakan ucapan ibunya, dengan segera pergi ke asrama. Sesampainya di asrama Bintang pun tidur dengan lagu galau yang dia dengar melalui  headset yang berada ditelinganya.

Jika ditanya sedih atau tidak, pasti Bintang sedih.

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!