Gubuk kecil di tengah hutan
7.13
1
55

Kisah horor dari sebuah gubuk kecil, yang di huni oleh sebuah keluarga yang berujung petaka.

No comments found.

Tok.. Tok.. Tok..

Suara itu begitu jelas terdengar saat pembaruan gubuk ini sedang dilakukan hari itu ayah dan kedua adiknya, tengah sibuk memperbaharui gubuk yang akan kami huni. 

Tak terasa malam pun tiba, pembangunan gubuk ini pun sudah 80%. 

Hanya tinggal membuat sekat untuk ruangan satu, dengan ruangan lain. 

Malam kedua adik ayah ku, muncul lesuh dan enggan kembali ke rumah sewaan yang memang sengaja ayah ku sewa, untuk di tempati selama proses pembuatan gubuk ini. 

Merekapun memilih untuk bermalam di gubuk tersebut, sunyi, sepi, di temani dingin angin malam, dan suara hewan membuat suasannya semakin menakuti kan.

Hingga tak terasa kedua paman ku pun menyadari, di sela tidurnya mereka merasa ada jemari yang menyentuh rambut mereka. 

Namun mereka tak pusing, mereka mengira salah satu dari merekalah yang tak sengaja menyentuh rambut, saat ini terlelap kembali, ada tetesan tetesan air yang mengenai pipi dan dahi mereka. 

Dan lagi mereka tidak terlalu menghirau kan nya, mereka fikir ini adalah tetesan air hujan yang jatuh dari genting yang bocor, maklum saja ini adalah gubuk tua yang baru selesai di renovasi. 

Mereka berpikir bahwa ada genting yang kurang pas terpasang, hingga air dapat masuk ke dalam, dan lagi mereka pun masuk kedalam, tapi saat baru saja akan terlelap paman anto dan paman yanto (nama mereka). 

Melihat dg samar samar bahwa ada sosok wanita berbaju putih dengan rambut pajang terurai, serta laki laki tinggi besar dengan kulit hitam dan mata merah menyala. 

paman anto dan yanto pun ketakutan, hingga tanpa mereka sadar makhluk hitam besar itu adalah tubuh paman yanto hingga ke sumur tua di belakang rumah, paman anto sempat ingin menolong. 

Tapi saat ingin membantu tubuh paman anto di angkat oleh sosok wanita berbaju putih, dan membuat tubuh paman anto melayang layang sampai keluar dari gubuk tersebut. 

Paman antopun tak henti hentinya membacakan doa, hingga sosok tersebut melepaskan, paman antopun menemukan keberadaan paman yanto. 

Saat setelah menemukan paman yanto, ia menemukan pingsan tak sadarkan diri di sebelah sumur tua yang terbengkalai. 

Paman anto pun memutuskan untuk memopong tubuh paman yanto dan membawanya ke dalam, esok harinya mereka kembali bekerja seperti biasa mereka enggan menceritakannya, karna khawatir ibu akan takut. 

Namun gangguan itupun terus berlanjut paman ku selalu di hantui, di buat gelisah dan tenang hingga akhirnya kami mengadakan tasyakuran di gubuk tersebut, saat setelah gubuk tersebut selesai di perbaikan. 

Satu minggu setelah tasyakuran tak ada gangguan lagi dari makhluk makhluk itu, namun setelahnya muncul sebuah petaka yang di sebabkan oleh gangguan makhluk di sana. 

Mereka kembali meneror paman paman ku bahkan aku dan juga ayah ibu ku. 

Pada pukul 15:00 aku yang saat itu berusia 5 tahun, melihat ada seorang nenek yang memanggilku dari jarak. 

Ilma….. Ilma cucuk ku, kemarilah nak nenek datang… 

Dengan heran dan sedikit takut aku dengan ragu menghampiri nenek tersebut dan bertanya. 

‘Nenek siapa Kenapa tau nama ku? 

Seketika nenek itu tersenyum seraya berkata. ‘Aku nenek mu nak, kamu adalah cucuk ku, mari ikut aku akan aku kenal kan kamu dengan sepupu mu. 

Ucap nya dengan lembut, seraya menarik tangan ku dan menuntun ku berjan, tak lama setelah itu aku menemukan gubuk yang sama seperti saat gubuk yang kini keluarga ku tinggalin saat belum di renovasi. 

Aku bingung, kenapa gubuk ini sama persis dengan gubuk yang aku tinggali, tanpa basa basi akupun bertanya. 

‘Nek, kenapa rumah ini seperti rumah yang aku tepati? 

Dan lagi lagi nenek itu hanya tersenyum pada ku, dan tak lama kemudian nenek itu masuk kedalam sebuah kamar, beberapa saat kemudian ia kembali menghampiri ku dengan menggendong anak bayi yang sangat menggemaskan lalu ia berkata. 

‘ilma ini kakak sepupu mu nak. 

‘Dan seketika aku bingung, aku tidak mengerti apa maksud dari perkataan nenek ini, akupun hanya terdiam dan tak menjawab

Sampai nenek itu berkata lagi, ‘ilma.. Anak bayi yang nenek bawa ini adalah kakak sepupu mu yang di tumbalkan oleh paman mu yanto, saat anak ini berda di kandungan wajar saja jika kamu tidak tahu. 

Seketika aku terkeju sebab melihat wajah nenek itu yang kini menyeramkan. 

Aku menangis, menjerit ketakutan ku panggil ayah, ibu dan juga paman paman ku tapi tak ada yang datang. 

Entah bagaimana ceritanya tiba tiba aku merasa mengantuk, dan saat aku terbangun dari tidur ku aku tersadar bahwa mata kanan ku melihat alam gaib dan sebelah kirinya melihat alam nyata. 

Aku terus bergidik ketakutan, sebab aku merasa ada di dua alam yang berbeda. 

Mata kananku  terus saja melihat nenek tua itu menggendong bayi, sambil mebelakangi ku. 

Sedang mata kiri ku melihat ibu ku sedang memasak makan malam, dan agak sedikit terkejut melihat ku

‘Loh anak ibu sudah bangun, baru setengah jam tertidur sudah bangun, hmmmm pasti km lapar ya kan sudah ibu bilang makan dulu baru tidur. 

Aku tak menjawab tapi aku senang itu artinya aku sudah kembali ke dunia asli ku walau aku seolah melihat dua dunia swkaligus, tapi aku lega jika raga ku ada di dunia nyata. 

Malam pukul 08:00 aku, ayah, ibu dan kedua paman ku memutuskan untuk makan malam, saat sedang asik menyantap makanan aku merasa ada yang memanggil ku, dan aku mengikuti suara tersebut. 

Ibu ku fikir aku hanya akan menggambil minum ke belakang, tapi tanpa aku sadari aku loncat masuk kedalam sumur, saat itu aku sempat tersadar aku merasakan kesilauan, dan mendengar tangis ibu ku yang meraung raung sambil memanggil manggil nama ku. 

Tapi di sana pula aku melihat bahwa ada aku yang lain(raga ku) yg telah kaku dan terendam oleh air, hingga saat aku sadar ada nenek dan bayi itu lagi di samping ku. 

Lalu nenek itu berbisik di telinga ku. 

‘Ilma.. Mustahil bagi mu untuk kembali, kamu sudah di tumbalkan oleh paman mu. 

Ucapnya sambil tertawa terbahak bahak, akupun terus saja menangis disini aku terjerat nenek itu merantai ku, hinggaaku tak bisa pergi. 

Ia mengurung ku dan anak bayi itu, kami terkurung dan sampai saat ini kami masih terkurung. 🙂 

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!