I MADE
4.9
0
39

Dia bercerita perihal bagaimana dia menjadikan mungkin yang tidak mungkin, ada yang tidak ada, hidup yang tidak hidup.

No comments found.

#1

Bodoh jika terus menunggu. Gayatri menyadari hal itu. Pun begitu, dia tetap diam, menunggu pria di depannya mengucapkan beberapa kalimat pembuka. “Kamu belum siap bicara?” Gayatri bertanya. Perempuan muda itu memperbaiki posisi duduk sambil meraih gelas di atas meja. Air putih yang disajikannya untuk diri sendiri hanya tersisa setengah. “Kamu mau tambah minum lagi? Mungkin dengan begitu, kamu bisa lebih rileks.”

Gayatri berjalan mendekati kulkas dengan gelas di kedua tangannya. Air dingin selalu bisa membuatnya lebih tenang. Mungkin hal serupa juga berlaku pada pria yang masih saja bergeming di salah satu kursi ruang keluarganya.

“Nggak usah takut.” Gayatri mengangsurkan gelas ke seberang meja sebelum kembali mendudukkan diri. “Kamu aman kok di sini.” Namun, tidak berselang lama, Gayatri yang tadinya mampu menjaga sikap dan emosi, terpaksa harus mengerutkan dahi. Lantaran pria muda di hadapannya mulai menggelengkan kepala kuat-kuat. Sosok yang Gayatri lihat terus berdiam diri, kini mulai kehilangan kendali. “Nggak!” Pria itu mendongak. Matanya memerah dan berkaca-kaca. Dia putus asa. “Nggak ada tempat aman buat saya!”

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!