Love, Regret and Sincerity
110.8
9
868

Kelanjutan dari cerpen, After the full Moon.. tentang kisah Ruby, Jacob dan Frederik

“Aku akan membawa Ruby kemari pada purnama nanti, dan kalian harus pergi ke sebuah toko roti. Disana kalian harus memakan sebuah roti, lalu niscaya kalian akan memasuki dimensi ruang dan  waktu sesuai yang kalian inginkan. Tapi ingat!  Ada sebuah larangan, yang harus kau jauhi. Yaitu kau tak boleh mengauli dirinya dalam perjalanan itu. Karena jika kau mengauli dirinya, maka ingatanmu dan Ruby tentang ini semua akan musnah.”

“Baiklah, aku ingat itu semua”

“Dan aku sarankan, untuk kau memasuki dimensi waktu dua abad yang lalu. Agar bisa memperbaiki masalah sehingga tidak terjadi peperangan antara klan manusia dan serigala. Dengan itu mungkin kau dengannya bisa bersama. Dan aku tak merasakan sakit ini” Frederik memberikan sarannya.

Lalu Jacob mengiyakan, karena menurutnya itu memang benar dan harus dilakukan. “Kau benar, aku akan menunggu mu dan Ruby kemari. Sekarang aku harus bekerja lagi,” Jacob memiliki pekerjaan sampingan, yaitu menjadi tukang pandai besi untuk menghidupinya sehari-hari.

“Ya, aku pergi dulu” Frederik meninggalkan tempat itu dan bergegas kembali ke istana.

Ia menemui Ruby yang tak menyentuh sarapannya sama sekali. Lalu berkata, “Aku menemui pria tambatan hatimu tadi”

“Kau mengancamnya?” tanya Ruby tanpa menatap wajahnya.

“Tidak, aku mengizinkanmu dan di bersama. Dengan satu cara, yaitu memasuki dimensi waktu berbeda. Aku ingin kau menuntaskan itu semua, dan membawamu ke taman itu tepat pada malam bulan purnama. Kau tak perlu khawatir tentangku, aku ingin kau bahagia. Tapi ada satu hal yang perlu kau ingat… Yaitu tak boleh bersetubuh dengannya.”

Ruby hanya mengangga dan merubah wajahnya menjadi ceria. Ia bahagia mendengar hal itu, dan tidak memikirkan perasaan suaminya sama sekali. Padahal Frederik suaminya sedang merentan hati.

Saat itu hari sudah malam, dan Jacob yang tak lekang dari hatinya menemani tidurnya. Meskipun kini ia berdua, satu ranjang dengan Frederik.

Mereka tak saling menyapa, dan bahkan hanya berdiam diri saja. Pangeran yang bosan pun menatap keluar, ia menghirup udara segar dan berharap-harap Ruby mengurungkan niatnya untuk pergi saat purnama nanti.

Dan tanpa disangka-sangka, Ruby memeluknya dari belakang. Ia mengucapkan terima kasih padanya dalam-dalam. Ruby terlihat sangat senang, dan ia memberikan senyum palsunya.

Lalu waktu yang ditunggu-tunggu Ruby datang. Ia mengganti pakaiannya, dengan gaun satin berwarna merah cerah. Sangat serasi, karena rambutnya yang mengulang panjang ke bawah.

Mereka pergi diam-diam, mengendarai kuda yang diserahkan oleh penasihat. Kemudian sampai di taman dengan sambutan yang diberikan oleh Jacob hangat. Ruby turun dari kuda dan langsung berlari memeluknya erat. Ruby dibawanya melayang, setelah rinduan yang selama ini ditahan-tahannya. Frederik sudah tak tahan, ia pun berpesan sebelum meninggalkannya. “Di toko roti nanti, bilang saja bahwa ini perintahku. Dan kalian harus menyelesaikan masalah itu kurang dari dua hari, karena jika lewat dari itu kalian akan kembali dan tak menghasilkan apa-apa. Lalu aku mohon untuk kalian tidak bersetubuh, karena itu akan membuat ku sakit hati. Dan kalian berdua akan lupa, soal pertemuan pertama dan tentang ini semua, seolah tak pernah terjadi.”

“Iya, aku mengerti, sekarang kau sana pergi” ucapan lantang itu keluar dari mulut Ruby.

“Baiklah, aku akan pergi istriku… Dan kau, tolong jaga dia. Jangan biarkan adanya noda dan goresan pada tubuhnya”

“Aku akan menjaganya,” kata Jacob dengan percaya diri.

Setelah Frederik pergi, Ruby meminta pada Jacob untuk diantarkan pada tepat lentera yang dulu mereka pasang.

“Dimana lentera itu, tolong antar aku ke rumah pohon lagi”

“Lentera itu ada di dalam situ. Aku menjaga hadiah yang tak sempat kau ambil itu,”

“Mana? Karena kurasa aku membutuhkannya untuk menuntun jalan kita”

“Kemari, Ruby” Jacob menuntunnya ke dalam rumahnya. Ia memberikan lentera yang masih utuh itu pada Ruby.

“Ah, rupanya ini. Aku begitu sangat menginginkannya, terima kasih” Ruby menatapnya penuh cinta.

Dan Jacob membalas itu, mereka kembali bercumbu di atas ranjang milik Jacob. Karena malam purnama masih sekitar dua jam lagi, sebelum akhirnya mereka harus pergi ke toko roti.

Mereka larut dalam kerinduan panjang, saling berpelukan sampai Jacob membuka pakaiannya lagi. “Jacob hentikan, bukankah bersetubuh dilarang?”

“Suamimu bilang tidak boleh saat kita pergi menjelajahi dimensi waktu kan?”

“Benar, tapi apakah jika kita melakukan ini sekarang kita tak saling melupakan?”

“Tak akan Ruby,” Jacob yang bergairah melangsungkan permainannya. Ia meraba kepunyaan milik Ruby dengan tangan hangatnya.

Tapi sesaat ketika Jacob akan menerobos masuk ke dalam organ kewanitaannya. Ruby sadar, tentang Jacob yang akankah nafsu atau benar-benar mencintainya. “Jacob, aku rasa ini tidak benar. Sebaiknya kita segera berangkat ke toko roti. Agar kita bisa bersama selamanya”

Jacob sedikit kecewa, karena tak dapat melanjutnya itu. “Ya Ruby” ia memakai kembali pakaiannya dan berjalan ke arah toko roti yang disebutkan.

Mereka melewati hutan pinus nan lebat dan harus menyeberangi sungai. Saat itu malam purnama tiba, Jacob berubah menjadi serigala. Dan Ruby yang sudah tak takut dan terkejut akan hal itu menatapnya saja. Ia senang bahwa kini telah terbiasa, ia sangat ingin menyelesaikan masalah yang terjadi pada nenek moyangnya dulu. Ruby menenteng lentera itu, karena hari sudah mulai gelap. Mereka pun tiba di toko roti pada malam hari, dan meminta apa percis seperti yang di perintahkan oleh Frederik.

Mereka berdua duduk dan memakan sepotong roti bersamaan, dengan niat yang sama pula. Yaitu pergi ke dua abad yang lalu. Mereka seperti tiba-tiba saja datang kesana, ke tempat sebelum nenek moyang mereka melakukan peperangan. Ruby yang menyusup ke dalam istana berbicara, pada raja yang berkuasa. Bahwa dirinya adalah keturunannya dengan menunjukkan secara langsung tanda lahir yang dimilikinya. Namun tetap sang raja tak percaya akan maksudnya tersebut. Ia justru menyangkalnya dengan berkata, “ tahu apa kau dengan kerajaan, bisa saja kau penyusup yang berniat jahat.”

“Tidak, aku tidak berniat jahat. Aku ingin kalian memperbaiki hubungan dengan klan serigala. Karena kita masih bisa hidup berdampingan tanpa masalah didunia ini… Aku mohon percayalah padaku”

Begitu halnya dengan Jacob ia menuntun dirinya berjalan pada wilayah kekuasaan nenek moyangnya, “aku keturunanmu. Aku dari dua abad ke depan, aku kesini memintamu agar tidak melanjutkan peperangan. Karena itu sangat merugikan ku dan kawanan lainnya yang hampir punah.”

“Siapa kamu, berani-beraninya menasihati diriku”

Jacob pun membuktikan bahwa ucapannya benar dengan mengaum dan merubah wujudnya. Lalu seisi wilayah itu percaya, bahwa Jacob berniat baik. “Baiklah, aku percaya padamu. Sekarang ceritakan mengapa kau bisa ada disini.”

“Singkatnya aku kesini karena wanita yang kucintai tak bisa bersamaku hanya karena peperangan kalian. Kawanan kita pun sangat sedikit, bahkan hanya ada aku di hari itu”

“Ya sudah. Kalian semua hentikan ini dan kita pergi menuju istana manusia. Kita meminta maaf atas kesalahpahaman itu meskipun kita tak salah. Kalian tidak inginkan jika karena ini keturunan kita musnah?”

“Ya, kami tak ingin.”

“Atas sebab itu, mari kita pergi. Dan kau siapa namamu?”

“Jacob,”

“Ayo Jacob, kita pergi kesana!”

Berbeda dengan Ruby yang ternyata dianggap penyusup. Ia dipenjarakan, atas tindakannya yang seperti menghasut. Lalu setibanya klan serigala, klan manusia malah menyangkanya bahwa mereka akan melakukan penyerangan.

Lalu klan manusia pun menembakkan mercusuarnya dan mengarahkan anak panah pada klan serigala. Mereka berlindung dalam istana, sedangkan klan serigala dengan niat baik itu malah berubah menjadi penuh amarah dan peperangan itu terjadi sebelum waktunya. Jacob yang kebingungan dengan hal ini pun bertanya-tanya dengan dimana Ruby berada. Lalu instingnya yang kuat mengarahkannya pada Ruby. Ia berubah lagi, menjadi yang sangat besar sehingga bisa menghancurkan tembok penjara. Lalu para klan manusia yang melihat itu berpikir bahwa Jacob memangsa Ruby.

Mereka tak bisa dikendalikan, kesalahan patal itu terjadi sangat menyeramkan. Para klan serigala merubah wujudnya dan mencengkeram semua orang. Ruby melihat hal hanya bisa menyesali ini semua pada nenek moyangnya yang gila akan wilayah dan kekuasaan. Sehingga menentang apa yang harusnya berdampingan. Ruby pun menyerah dan menuntun Jacob untuk kembali.

“Ternyata benar, masa lalu bukan untuk diperbaiki. Tapi untuk dipelajari Jacob. Sekeras apapun usaha kita untuk menghalangi itu semua tetap mustahil dan tak berhasil” kata Ruby yang tengah duduk kembali di kursi pertamanya sebelum pergi.

Mereka pun sama-sama tak percaya dan seolah pasrah akan ini semua. Ruby pun diantarkan oleh Jacob ke istana sebelum mereka harus berpisah lagi. Namun ternyata, setelah mereka sampai di istana, sang ayah dari Ruby pun menyatakan semua kesalahan nenek moyangnya. Ia turut menyesal saat Frederik bercerita tentang keadaan sebenarnya.

Dan meminta maaf pada putrinya tentang ia yang tak menepati janjinya. Juga pada Jacob ia berterima kasih karena telah menyelamatkan kenangan satu-satunya Ruby. Lalu ayahnya juga mengizinkan Jacob untuk tinggal berdampingan dengan mereka.

Akan tetapi Jacob bersedih karena tak ada lagi kawanannya selain ia. Pangeran Frederik yang baik hati pun mengizinkan Jacob untuk menjadi selir dari Ruby. Agar dapat mempunyai keturunan dari rahim Ruby. Sekaligus cara untuk menuntaskan cintanya.

Hingga akhirnya, mereka bertiga hidup berdampingan setiap hari, dan memiliki jadwal masing-masing dengan Ruby. Meskipun Frederik sebenarnya sakit hati, karena harus merelakan Ruby tinggal bersama dengan Jacob hingga mengandung dan melahirkan anak. Untuk melangsungkan keturunan dari klan serigala. Tapi berbarengan dengan itu juga, Ruby mulai merasakan cinta dan ketulusan yang diberikan oleh suami sahnya. Dan ia mulai memberikan perhatian yang seimbang dan kasih sayang yang adil. Baik pada Frederik dan Jacob.

Sedangkan ayahnya, ia tak mau mengganggu kehidupan putrinya lagi. Jadi ia memutuskan untuk pergi bersama istrinya, ibu dari Ruby untuk pergi ke desa. Dimana ia bisa hidup normal dan melupakan kesalahannya.

Frederik berdoa saat malam hari menjelang waktu tidurnya yang selalu sendiri tanpa ditemani Ruby “Hari ini, mungkin cintaku terbagi. Tapi aku harap nanti, dirinya bisa mencintaiku sepenuhnya. Aku juga ingin bersama dengannya, sama seperti dirinya yang lebih sering menghabiskan waktu dengan Jacob.”

“Aku mencintaimu,” ucap Ruby yang ternyata sengaja menghampirinya.

ketiga

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!