Mimpi Empat Sekawan Untuk Indonesia
1.4K
97
11K

Empat sekawan yang memiliki pekerjaan berbeda bertemu dalam aplikasi Whatsapp melalui panggilan video dan mengungkapkan harapan dan mimpinya bagi Indonesia dari berbagai sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

  • Realite banget sama jaman pandemi, jadi kangen suasana karantina wkwk. Btw semangat nulisnya πŸ™‚

  • Inspiratif banget, tetap semangat dan terus berkarya yaaπŸ‘

  • keren banget ceritanya relate dengan kehidupan saat pandemi

  • Semangat, cerpen nya bagus. Jadi tiba-tiba inget masa kita gak boleh kemana-mana. Toko-toko wajib tutup di jam 8 malam, kalau ketahuan lebih pasti di segel.

  • Tulisanmu bagus, keren banget dalam hal pemaparan di bagian awal, pemilihan diksinya juga oke. Semangat untukmu.

  •           Beberapa waktu yang lalu, pandemi Covid 19 yang melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia menjadi salah satu momok bagi sebagian banyak orang. Beberapa sektor penting bagi suatu negara juga mendapatkan dampaknya terutama dari segi ekonomi, dari sektor pendidikan, dari bidang kesehatan  serta aspek sosial.

              Dampak dari segi ekonomi akibat Covid 19 adalah banyak sekali beberapa perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja dikarenakan terdampak oleh pandemi Covid 19. Keputusan-keputusan tersebut dibuat untuk tidak terjadi kerugian bagi suatu lapangan kerja. Beberapa kelangkaan barang-barang juga terjadi. Kelangkaan barang-barang tersebut membuat harga nilai jual menjadi lebih tinggi dari sebelumnya dan terkesan mahal.

             Tidak hanya sektor ekonomi yang terdampak oleh pandemi Covid 19, sektor pendidikan juga terkena imbasnya. Pendidikan adalah salah satu sektor penting bagi suatu negara. Pendidikan akan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas bagi suatu negara. Jika pendidikan suatu negara terhambat maka pembangunan negara tersebut akan terdampak dikarenakan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci dari pembangunan suatu negara.

            Akibat pandemi Covid 19, beberapa sekolah memutuskan untuk pembelajaran secara daring tidak tatap muka secara langsung. Beberapa keputusan tersebut memiliki dampak bagi para peserta didik yang dulunya melakukan pembelajaran secara langsung dan bertemu di sekolah akhirnya hanya dapat melakukan pembelajaran melalui online dengan aplikasi daring berupa zoom. Perbedaan proses pembelajaran tersebut merupakan bagian dari dampak pandemi Covid 19 yang tidak dapat dihindari.

            Dari bidang kesehatan yang merupakan sektor yang terdampak semenjak Covid 19 merajalela di berbagai negara. Bidang kesehatan kemudian disorot untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan tanggap selama penanganan pandemi Covid 19. Beberapa perjuangan dari tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan upaya pencegahan dan juga pengobatan dilakukan tanpa memandang lelah.

           Pelayanan kesehatan yang menjadi pusat untuk pemulihan negara akibat Covid 19 kemudian dibuka dimana-mana. Bisa dibilang saat pandemi Covid 19 di bulan Juli dan Agustus pada tahun 2021 adalah saat  pelayanan kesehatan mengalami kolaps dikarenakan jumlah penderita Covid 19 yang memiliki gejala sesak lebih besar daripada fasilitas kesehatan penyedia oksigen. Kapasitas rumah sakit disaat itu penuh dan jumlah pasien Covid 19 mengalami peningkatan melebihi jumlah fasilitas kesehatan.

          Sektor yang terdampak lainnya adalah pada bidang sosial. Dalam bidang sosial pembatasan jam malam dan juga pembatasan sosial untuk berpergian dan bertatap muka menjadi bagian dari aktivitas yang dilakukan selama pandemi Covid 19 merajalela. Pembatasan untuk jam malam, berpergian dan bertatap muka dilakukan untuk mencegah penambahan jumlah orang yang terinfeksi akibat Covid 19.

          Pembatasan tersebut dinilai efektif untuk mengurangi jumlah kasus dan setelah dilakukannya pembatasan jam malam, berpergian dan bertatap muka adanya penurunan jumlah kasus aktif Covid 19 di berbagai daerah. Sehingga bisa dibilang pembatasan aktivitas sosial masyarakat berjalan dengan baik dan berdampak efektif bagi masyarakat. Bidang sosial tersebut merupakan salah satu dampak lain yang akhirnya dialihkan melalui panggilan dan aplikasi online ketika melakukan komunikasi.

             Perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai bidang menjadi hal baru yang harus dilakukan dan menjadi bagian dari adaptasi seseorang dengan keadaan yang baru dan kebiasaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut berdampak besar bagi kehidupan banyak orang sehingga orang-orang berjuang untuk hidup yang baru di era kehidupan normal yang baru. Beberapa kebiasaan yang tidak pernah ada sebelumnya seperti memakai masker saat berpergian dan juga melakukan pertemuan dan pembelajaran melalui aplikasi zoom.

            Beberapa perubahan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan yang harus dilakukan selama pandemi Covid 19.  Kebiasaan yang baru tersebut akhirnya dapat menjadi bagian dari perubahan yang harus dilakukan selama pandemi Covid 19 merajalela. Beberapa perubahan yang tidak ada sebelumnya mengakibatkan perlu adanya adaptasi bagi masyarakat pada umumnya.

               Hari itu ada empat sekawan yang sedang melakukan panggilan video melalui aplikasi whatsapp. Di zaman pandemi Covid 19, hubungan komunikasi dilakukan secara online melalui aplikasi whatsapp maupun aplikasi zoom. Empat sekawan itu adalah Ria, Bagas, Tina dan Alex. Empat sekawan itu adalah teman satu sekolah saat SMA yang berbeda pekerjaan dan sudah lama tidak berjumpa.

             Saat itu malam hari, mereka berempat kemudian bercerita banyak hal melalui panggilan video tersebut. Komunikasi yang terjalin itu dilakukan dengan perbincangan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Mereka berempat memiliki pekerjaan yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

          Yang pertama adalah Ria merupakan seorang perawat yang berkerja di rumah sakit rujukan di salah satu rumah sakit terbesar  di kota tersebut. Kemudian  Bagas adalah seorang pengangguran yang baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja sejak seminggu yang lalu. Dulu Bagas adalah seorang karyawan pabrik di salah satu industri di kota tersebut. Selanjutnya adalah Tina seorang guru yang bekerja di di salah satu sekolah di desa terpecil jauh dari kota dan sekarang bekerja dari rumah  dikarenakan terdampak pandemi Covid 19. Berikutnya Alex yang merupakan seorang karyawan di salah satu supermarket di kota tersebut. Mereka melakukan perbincangan dengan menanyakan kabar masing-masing dan keadaan mereka sekarang saat terjadi pandemi Covid 19.

             “Hai apa kabar teman-teman. Keadaan kalian baik-baik saja bukan? Mumpung hari ini saya libur. Saya menghubungi kalian, benar-benar rindu dengan kalian diriku ini.” Ria berkata setelah ketiga temannya menjawab panggilan video grup itu.

            “Yah keadaan sekarang baik dan sehat. Tetapi sekarang dalam proses untuk pencarian kerja. Cukup susah mencari kerja di masa pandemi Covid 19 ini. Kalau kalian ada lowongan pekerjaan. Hubungi aku ya. Aku sangat butuh. Udah resah kalau di rumah terus.” Sahut Bagas.

            “Aku juga baik. Yah meskipun sekarang harus berhati-hati dengan virus ini. Tetapi untuk pekerjaan masih dalam proses online belum tatap muka dan aku bersyukur bisa menyapa kalian melalui panggilan video di aplikasi whatssapp malam ini.” Sahut Tina.

         “Wah sudah lama gak jumpa dengan kalian bertiga. Membuatku sedikit kaget dengan kalian semua. Tentu saja keadaanku baik-baik saja. Nanti kalau aku ada lowongan pekerjaan aku pasti akan kabari kamu Bagas.” Sahut Alex kemudian.

        “Wah terimakasih Alex. Bagaimana pekerjaan kalian selama pandemi Covid 19 ini. Semuanya baik-baik saja bukan?” Bagas berkata kembali kepada ketiga temannya.

        “Semuanya berjalan dengan baik. Lelah bukan membuat kami para perawat menyerah. Berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perawatan kemudian juga pengobatan dengan menggunakan pakaian hazmat dan masker N95 tidak menghalangi langkah untuk membuat masyarakat Indonesia dalam keadaan sehat dan pulih seperti sediakala. Untuk kalian semua teman-teman jangan lupa untuk tetap memakai masker saat keluar rumah, kemudian mencuci tangan dengan menggunakan enam langkah yang sudah direkomendasikan oleh WHO sebagai badan kesehatan dunia, selanjutnya menjaga jarak sekitar satu sampai dua meter, tidak bergerombol dan berkumpul. Covid 19 ini mudah sekali menular jadinya kita harus menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Oh ya satu lagi, jangan lupa untuk vaksinasi. Vaksinasi berguna untuk tindakan pencegahan dan menghindari dari Covid 19. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dimanapun kita berada teman-teman.” Ria berkata selama panggilan video.

           “Wah pasti protokol kesehatan dan vaksinasi itu penting banget.” Sahut Bagas.

           “Kalau saya sebagai tenaga pendidik, banyak hal yang berubah semenjak pandemi Covid 19. Beberapa pembelajaran melalui aplikasi online seperti zoom atau google meet. Pembelajaran juga diberlakukan tugas yang kemudian dikirimkan ke email. Para siswa dan siswi yang berada di sekolahku, semenjak pandemi belajar dan lebih banyak memahami teknologi  tetapi pembelajaran yang dilakukan secara daring dan secara tatap muka berbeda. Sehingga saya selaku tenaga pendidik harus memantau para peserta didik supaya tidak tertinggal pelajaran dan memahami apa yang saya sampaikan. Semoga pembelajaran dapat dilakukan seperti sediakala dan para siswa dan siswi semangat untuk belajar meskipun sistem dan metode sekarang berbeda dari yang dulu.” Tina berkata mengakhiri penjelasannya.

          “Wah, pasti para siswa dan siswi harus banyak belajar teknologi dan kamu sebagai guru harus lebih sering bertanya perkembangan pembelajaran siswa dan siswi selama pembelajaran daring.” Bagas berkata menimpali perkataan Tina.

         “Iya seperti itu, tapi itu adalah tugas dari seorang tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan yang berkualitas mencetak sumber daya manusia yang handal untuk masa depan Indonesia.”  Tina berkata kembali.

         “Kalau kamu bagaimana dengan pekerjaanmu Alex?” Bagas berkata kembali bertanya kepada Alex sekarang.

           “Kalau aku sih selama pandemi Covid 19 bekerja seperti biasa. Hanya saja saat pandemi Covid 19  jam kerja jadi dikurangi. Supermarket tempat diriku bekerja tutup jam sembilan malam biasanya tutup jam sepuluh malam. Beberapa barang seperti vitamin dan masker mengalami kekosongan beberapa hari  ini. Begitupula dengan beberapa kebutuhan pokok seperti minyak tanah sehingga harus dilakukan pembatasan pembelian supaya para pembeli tidak melakukan pemborongan. Kalaupun ada stok vitamin, masker dan minyak tanah benar-benar diluar harga normal. Beberapa pembeli protes kepada saya selaku karyawan supermarket tapi kami hanya menjual sesuai dengan harga yang beredar. Beberapa konsumen cerdas menerima penjelasan alasan kenapa harga tertentu seperti masker, vitamin dan minyak tanah menjadi barang mahal dan langka untuk ditemukan.” Alex berkata menjawab perkataan Bagas.

          “Syukurlah, kalau pekerjaan kalian dalam keadaan baik-baik saja. Kalau aku sebenarnya bekerja di pabrik seperti yang kalian ketahui dulu. Tapi karena pabrik dalam kondisi menjelang pailit jadinya adanya pemutusan hubungan kerja. Dampak pandemi Covid 19 ini sungguh besar. Beberapa perusahaan dan pabrik melakukan pemutusan hubungan kerja. Para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja juga masih belum mendapatkan pekerjaan dikarenakan susahnya lowongan kerja di masa pandemi Covid 19. Mimpiku terhadap Indonesia semoga adanya pembukaan lowongan pekerjaan yang banyak sehingga pengangguran berkurang dan juga adanya peningkatan upah minimum regional bagi para buruh dan karyawan sehingga kesejeterahan meningkat.” Bagas berkata menceritakan tentang mimpinya untuk Indonesia.

         “Kalau aku mimpiku terhadap Indonesia,  semoga adanya peraturan yang mengatur tentang harga barang sehingga tidak adanya komplain terhadap harga yang meningkat dari harga normal kepada kami para penjual. Kemudian juga adanya sidak pasar sehingga tidak adanya penimbunan barang yang dilakukan dan juga mengetahui harga-harga yang sedang beredar di pasaran. Dampak pandemi Covid 19 sungguh besar untuk kelangkaan barang dan juga kenaikan barang sehingga perlu adanya pengawasan ketat selama proses pendistribusian dan penjualan. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan terutama konsumen Indonesia yang cerdas dalam bertransaksi sekarang.” Alex berkata menimpali perkataan Bagas.

           “Mimpiku untuk Indonesia, menurutku sistem pendidikan online memang bagus untuk di era Pandemi Covid 19 tetapi banyak hal yang harus diperhatikan misal seperti adanya siswa dan siswi yang tidak punya gawai dan juga laptop untuk proses pembelajaraan. Ini membuat tergangunya aktivitas pendidikan dalam pembelajaran bagi siswa dan siswi yang tidak memiliki gawai dan laptop tersebut. Beberapa siswa dan siswi juga mengatakan kesulitan mengakses dikarenakan sinyal yang tidak mumpuni selama proses pembelajaran. terutama mereka yang berada di area terpencil. Menurutku sistem online ini memudahkan bagi para siswa dan siswi mengakses beberapa informasi dan membuat pintar teknologi di era modern ini. Bisa dipastikan pembelajaran secara langsung tidak dapat digantikan karena dengan pembelajaran secara langsung beberapa masalah yang terjadi seperti tidak mempunyai gawai dan juga laptop bisa diatasi dan kemudian tidak perlu susah untuk mencari sinyal atau mengeluhkan sinyal dan mereka para peserta didik bisa belajar berinteraksi dan  mempelajari norma-norma yang ada di masyarakat dan hubungan sosial dengan baik selama proses interaksi dengan guru dan teman sebaya yang tidak bisa didapatkan jika melakukan pembelajaran daring. Beberapa aktivitas dan hubungan interaksi yang baik membuat para siswa dapat belajar norma kesopanan dan juga cara berinteraksi dengan baik dan benar di kehidupan sosial bermasyarakat.” Tina berkata menceritakan harapannya untuk Indonesia dari segi pendidikan.

           “Mimpiku untuk Indonesia sendiri adalah perlu adanya perbaikan dan peningkatan jumlah kapasitas rumah sakit sehingga kejadian seperti kurangnya pelayanan dikarenakan kondisi rumah sakit yang penuh dengan banyaknya penderita pasien Covid 19 dapat diatasi. Ketersedian oksigen juga perlu diperhatikan sehingga pasien Covid 19 yang sesak dapat mendapatkan penanganan dan perawatan menggunakan oksigen yang sudah difasilitasi. Perlu adanya vaksinasi yang menyeluruh tidak hanya di kota tetapi di daerah terpecil yang merata sehingga masyarakat dapat mendapatkan vaksinasi secara sama antara daerah satu dengan daerah yang lain. Yang paling penting adalah adanya sistem yang terintegrasi melalui aplikasi baru yaitu aplikasi online tanya dokter untuk menangani pasien Covid 19 yang sedang dikarantina. Harapannya semoga masyarakat Indonesia dapat sehat dan pulih dengan aplikasi jarak jauh dan tidak perlu datang ke rumah sakit jika tidak bergejala parah atau berat tetapi menggunakan aplikasi tanya dokter tersebut.” Ria berkata untuk menceritakan harapannya untuk Indonesia dari segi aspek kesehatan.

         “Semoga harapan-harapan dan mimpi-mimpi kita untuk Indonesia baik dari segi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial dapat diwujudkan dengan tindakan-tindakan yang nyata dilakukan oleh para generasi muda seperti kita. Kita sebagai generasi penerus harus meneruskan pejuangan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita melalui berbagai sektor pekerjaan yang sedang kita lakukan dan kerjakan. Semoga harapan dan impian kita tersebut dapat berkembang dan terwujud di kemudian hari karena semuanya berproses dan butuh waktu untuk menciptakan  masyarakat Indonesia yang sehat dan maju melalui kesehatan, menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan cerdas melalui pendidikan, meningkatkan kesejeterahan masyarakat terutama para buruh dan karyawan melalui sektor ekonomi dan juga meningkatkan dan memperketat peraturan dalam hal pendistribusian dan penjualan barang untuk kehidupan konsumen cerdas dan tidak adanya komplain yang merugikan masyarakat.” Alex berkata kepada keempat kawannya yang menganggukkan kepalanya di panggilan video tersebut sebelum terputus.

    #Mimpiku Untuk Indonesia.

    #jejakpublisher

    #jejakwacaku

    #lovrinzpublisher

    #lovrinzwacaku

     

     

    Contact Us

    error: Eitsss Tidak Boleh!!!