Prank
44.5
0
356

Cerita ngeprank Bu Guru waktu SMA!!!

No comments found.

Pagi itu, 16 Oktober 2019, kelas kami ramai mempersiapkan rencana yang sudah disusun kemarin. Mici dan Ira, penghuni bangku belakang membuka sebuah kotak yang isinya kue black forest sambil menancapkan lilin angka 40. Sisanya mengerubung sampai berdesak-desakan dan tidak berhenti mengoceh seperti lebah. Sedang di pintu kelas, Yoga berdiri sebagai mata-mata. Ketika kita masih asyik berkerubung, suara Yoga mengejutkan,” Bu Iis datang, woy! Siap-siap!” Semuanya langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.

Pintu kelas terbuka. Tampak bu Iis dengan seragam guru dan kerudung jingganya memasuki kelas. Setelah salam, Bu Iis menyuruh kami untuk maju mengerjakan PR di papan tulis,” Silakan maju mengerjakan PR kemarin. Yang minggu lalu sudah maju, jangan maju lagi!” Kami masih bertingkah seperti biasa: berebut spidol dan berebut nomor urut PR. Seketika itu juga Andri, anak yang paling heboh di kelas kita mulai melancarkan aksi. Dia mulai bertingkah brisik tanpa memedulikan Bu Iis yang berdiri di dekat meja guru sedang memperhatikannya,” Andri! Hei, jangan berisik! Yang lain sedang maju kok kamu berisik sendiri!” Andri benar-benar menutup telinga. Dia sepertinya menjalankan rencana kita dengan totalitas dan yang lain malah ikut-ikutan heboh dengan mulai bernyanyi dan memukul-mukul meja. Hal itu membuat Bu Iis memasang wajah kesal dan sedikit marah. 

Tiba-tiba tanpa kita sadari, Bu Iis melenggang keluar kelas. Kita terkejut karena ini tidak seperti rencana. Semuanya mulai saling menyalahkan Andri,” Kamu sih, Andri! Tingkahmu itu berlebihan! Tuh ‘kan, Bu Iis malah keluar kelas! “.

Tapi Andri menjawab,” Namanya juga prank. Baguslah kalau Bu Iis sampai keluar kelas. Artinya kita berhasil.” 

Mici dengan lantang menyanggah,” Tapi kalau Bu Iis tidak di kelas, bagaimana kita bisa nyanyi dan memberi kejutan untuknya? Masa iya kita harus ke ruang guru? Nanti kalo mengganggu guru lain bagaimana?”

“Sudahlah, mending kita panggil Bu Iis untuk ke kelas lagi daripada bingung-bingung,” saran Yoga. 

Akhirnya, kita sepakat untuk memanggil Bu Iis. Beberapa menit kemudian, Bu Iis kembali masuk kelas dan menegur dengan wajah kesal,” Kalian itu sudah besar! Ada guru di depan bukannya menghormati malah nyanyi-nyanyi! “

Mendengar itu kita mulai meledek Bu Iis,” Nyanyi? Nyanyi apa, Bu?”

Anak yang lain meneruskan dengan pede,” Nyanyi Happy Birthday to you! Happy Birthday to you! Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you! ” 

Saat itu juga, kami mulai bernyanyi Happy Birthday, tidak lupa tepuk tangan dan cuitan anak laki-laki,” Suitt, suitt, suitt!” menggema di ruang kelas. Mici dan Ira yang membawa kue, perlahan maju mendekati Bu Iis. Bu Iis yang tadinya kesal, sekarang malah senyam-senyum mengetahui bahwa tadi itu prank kejutan ulang tahun untuknya.

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!