Catatan Aksara
5
0
40

Ini cerita tentang perempuan bisu yang berkenalan dengan cinta. Dan berpisah dengan cinta jua

No comments found.

Bab 1

Semua terjadi begitu cepat, seperti letasan peluru

5 tahun yang lalu…

       “Ibu, aku keluar sebentar ya!” teriak gadis cantik berusia 15 tahun itu dari teras rumah. 

“Iya, hati-hati nak! Jangan pulang terlalu malam ya.” sahut seorang perempuan paruh baya dari dapur. Terdengar langkah kaki yang lari menjauh, menandakan gadis bermata coklat dan berambut hitam legam itu telah pergi.

Gadis itu melihat ke sekeliling taman “Haduh, capek banget! Dimana teman-teman yang lain ya?” pikir gadis itu sambil terengah-engah.

Ia mengambil handphonenya dan menekan beberapa tombol, lalu ia mendekatkan ponsel itu ke telinga. Setelah dering ke-4 akhirnya ada yang menjawab.

“Kalian dimana? Aku udah ditaman anjir. Lama banget.” tanya gadis itu. 

“Kita di rumahnya Devi, Sa, kamu kesini aja ya. Maaf kita lupa ngabarin.” Jawab temannya di seberang.

“Kalian pikir aku ga capek apa? Ya udah, tunggu disitu.” jawab Davina Aksara Pradnyani. Gadis bermata coklat dengan rambut hitam legam bergelombang itu terlihat kesal.

Aksara pun pergi ke rumah temannya, Devi, yang berada didekat taman itu. Saat melewati perempatan jalan, Aksara lupa melihat kesekeliling. Akhirnya ia menyebrang dengan tidak hati-hati.

TINNN TINNN!

Klakson mobil dari arah selatan menyadarkan Aksa, ia pun kaget dan berusaha menghindar. Namun, malang nasibnya, Aksara harus mengalami kecelakaan itu.

BRUKKK! TINNN!

Aksara terpental sangat jauh dan mobil tersebut terguling. Tubuh Aksara jatuh diatas aspal dengar keras, kepalanya mengeluarkan darah, tangan dan kakinya penuh luka, bahkan gigi Aksara patah. Aksara masih tersadar beberapa saat dan mengingat plat mobil tersebut. DK 8722 MH. 

“Mama… Tolong Aksa.” ucap gadis itu lirih, hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.

Setelah itu, Ambulans datang dan membawa Aksara ke Rumah Sakit Daerah terdekat. Beberapa jam setelah di ruang operasi, Aksara siuman. Namun, entah kenapa mulut Aksara sakit dan tak bisa mengeluarkan suara.

Aksara menangis tersedu-sedu, tapi ia tetap tak mengeluarkan suara. Keluarganya hanya bisa menatap Aksara dengan sedih.

Mama Aksa yang sudah tak kuat melihat kondisi putrinya akhirnya bicara.

“Nak, kamu yang tenang ya. Mama mau ngasi tahu sesuatu. Tapi kamu ngga boleh sedih.” katanya sambil mengelus tangan Aksara.

Aksara yang kebingungan hanya mengangguk patuh.

“Sebenarnya, karena kecelakaan itu… Pita suaramu rusak, jadi, dokter mengatakan… Kamu udah ngga bisa bicara lagi.” Setelah mengatakan itu, mamanya menangis sambil memeluk Aksara. Aksara hanya bisa diam sambil mengolah semua perkataan mamanya. 

Semua terjadi begitu cepat, seperti letasan peluru. Tuhan, baru kemarin aku tertawa dan bernyanyi. Dan sekarang kau mengambil itu dariku?

Tanya Aksara dalam diam

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!