Terbang, Jatuh dan Tenggelam
3
0
24

Tentang aku yang berusaha mengejar cinta. Senang, sedih, tangis, dan tawa menghiasi perjuangan yang berakhir dengan mengikhlaskan tertuang disetiap kalimat. memberntukku dan menjadikanku orang yang lebih kuat. Hidup akan terus bergerak meskipun tidak bersamanya. Mengikhlaskan adalah kunci utamanya.

No comments found.

Pasrah

 

Terpurukku disaat kamu mengacuhkanku

Diammu adalah musuh terberatku

Bagaikan punduk merindukan bulan

Mungkin itu yang aku rasakan saat aku mencintaimu

Hanya bisa menatapmu tanpa suara

Hari terus berlalu tahunpun ikut berganti

Tak pernahkah sepercik kamu paham tatapanku?

Tak pernahkah kamu mengerti maksudku?

Atau kamu pura-pura buta akan hal itu?

Ku sadar aku tak berarti apapun bagimu

Dan biarlah aku digrogoti oleh cinta yang tak terbalas

***

 

Ragu

 

Sepi semakin menyelimuti

Kelam seakan datang menyapa

Kubergelantung di sepucuk rambut

Menggapaimu walau harus dihujam rasa takut

Apa kamu suka padaku?

Apa dirimu sudah pantas kuperjuangkan?

Agar kutahu berjuangku tak sia-sia

***

 

Masih

 

Wajahmu semakin terbayang di kepalaku

Cahaya semakin redup dikala dirimu mulai menjauh

Senyum itu, sikap itu, perhatian itu takkan pernah lagi Kudapat

Sikap yang dingin itu mulai menghampiriku, apakah

ini karma? Atau aku yang terlalu mengharapkanmu?

ntah… Suatu hari nanti percayalah senyum itu akan kudapatkan

Hanya suara dalam doa

Aku masih mencintaimu

***

 

Suatu hari nanti, percayalah senyum itu akan kudapatkan

Hanya suara dalam doa

Aku masih mencintaimu

 

***

 

Jauh

 

Dekat terasa jauh

Apa kamu begitu benci padaku?

Centang biru yang tercipta kamu lupakan tanpa

menulis satu kata

Beribu alasan kamu utarakan

Kumerindukan dirimu yang dulu

Sering kubertanya

Aku yang terlalu bodoh mencintaimu?

Atau kamu yang terlalu tinggi dan sempurna?

***

 

Tanda Tanya (?)

 

Sering aku alami

Ini sangat sulit kubungkam

Hingar bingar matamu selalu menghantuiku

Ingin beranjak tapi rasa ini membelenggu

Apakah selamanya seperti ini?

Akankah aku terus tenggelam dalam cinta ini?

Cinta yang hanya aku yang merasakan

Sedangkan dia? Menolakku dengan sejuta kata

Dengan sikap yang begitu dingin dia tak menghiraukanku

Tapi kenapa? Kenapa aku tak bisa melupakan dirinya?

***

 

Hampir Habis

 

Pagiku yang diselimuti rasa gelap

Terhimpit dalam bongkahan rindu

Mulai dihabiskan oleh rasa yang mengganggu

Bak sang fajar tak kunjung terbit

Membatu perasaannya

Ku tetap coba meluluhkannya tapi apa daya

Paradigma yang tercipta hanya khayalan belaka

Menjadikanku sebutir pasir yang selalu dicampakkan

***

 

Menolakku dengan sejuta kata

Dengan sikap yang begitu dingin dia tak menghiraukanku

 

***

 

Alasan? Mungkin

 

Sisa libur tinggal menghitung jam

Kupikir kali ini dapat menghabiskannya denganmu

Yaa walaupun tidak berdua

Sore itu aku mendapatkan apa yang aku impikan selama ini

kala dirimu ikut kesana

Saat malam mulai menampakkan diri, dengan mudahnya dirimu

membatalkan semua. Langit yang bertabur bintang mendadak terguyur mendung

Apa aku berlebihan akan keadaan?

Atau memang ini hanya alasanmu yang tak beralasan?

***

 

Persimpangan

 

Saat ini aku berada di persimpangan.

Aku masih bingung persimpangan mana yang akan ku jelajah.

Kamu yang aku cinta tapi mencintai orang lain

atau dengan dia yang akan membuatku beranjak melupakanmu.

Kubertanya pada malam, sudah siapkah aku?

Atau ini akan seperti dulu saat aku memutuskan dengan yang lain tapi senyummu selalu menghantui

Tapi jika aku mengikutimu, aku hanya merasakan sakit dan lelah saat aku membuatmu tertawa disaat tawamu hanya untuk orang lain

Atau ini saat yang tepat? Ntah..!! Aku belum juga menemukan jalan

***

 

Over Thinking

 

Terngiang di kepalaku semua yang aku mau katakan padamu. Seribu kata telah kususun dengan topik yang kubuat semenarik

mungkin. Tapi saat tertatapan denganmu bisingku membisu, mulutku seakan dibungkam oleh rasa takut. Takut dirimu takkan

menghiraukanku dengan segala topikku. Bola mata yang indah dibalik kaca mata minus itu telah

membuatku berfikir kamu terlalu sempurna untukku miliki.. Apakah nanti kamu mau bersanding disampingku?

Apakah kamu mau menjadi jawaban atas semua keraguanku?

Apakah kamu mau menjadi ibu dari anak-anak kita?

Sampai sekarang aku masih belum bisa berpaling darimu. Meski

hati ini sering kubohongi dengan menyebut wanita lain, meski

telah kutanamkan dalam pikiranku dirimu hanya membuat luka

ini semakin perih, dirimu yang sudah kuanggap jahat.. tapi apa?

Kamu tetap saja kucinta….

***

 

Aku hanya merasakan

sakit dan lelah saat aku membuatmu tertawa

disaat tawamu hanya untuk orang lain

 

***

 

Dan Lagi

 

Senyum yang akhirnya kulihat lagi.. Gigi khas itu kupirsa kembali

Mata nan indah dibalik kacamata minus itu berhasil kutatap lagi.

Tawa yang lama tak terngiang ditelingaku kembali kudengar.

Sinar bulan yang tertutup awan hitam mulai membidik semesta

Meski banyak suara sumbang diterbangkan angin merogoh gendang telingaku, nyatanya fokusku hanyalah kamu..

Dirimu berhasil membuat langkah yang telah kumulai kini terhenti dan mundur kembali ke waktu itu

***

 

Menerang

 

Sabtu yang terasa membosankan…

Saat kubuka mata menerawang dunia, rasanya begitu kusam dan kelabu.

Tapi beberapa saat kutemukan

notifikasi yang mengubah kelabu menjadi sinar penuh senyuman.

Sebegitu bahagiakah aku saat

mengetahui notif itu tertulis pesan darimu?

Ingatan yang ku kikis kini berkumpul kembali

Bahagia yang dulu kurasakan bersamamu meski tidak lama

Secepat itukah kamu kembali ke otakku?

Sikap yang dulu begitu dingin kini mulai mencair

Apakah kita bisa melanjutkan kebahagiaan itu?

Atau kamu hanya hadir untuk membasahi luka yang mulai mengering?

Semoga saja aku bisa mengeringkan lagi luka ini saat

sekapmu kembali membeku seperti waktu itu..

***

 

Bodoh

 

Malam yang membuat hari-hariku sedikit berbeda

Canda tawa dengan sahabat-sahabatku memecah kesunyian yang mendekapku erat

Menertawakan diri sendiri rasanya menyenangkan

Menertawakan diri sendiri saat melakukan hal yang sia-sia

Menertawakan diri sendiri saat berjuang sendiri

Menertawakan diri sendiri saat melakukan hal bodoh..

Berjuang mendapatkan kamu sementara kamu memperjuangkan dia..

Hanya satu hal dalam pikiranku, Kenapa aku masih memperjuangkanmu?

***

 

Hanya satu hal dalam pikiranku

Kenapa aku masih memperjuangkanmu?

 

***

 

Februari

 

Februari… Kata orang bulan paling istimewa,

kata orang bulan kasih sayang

Bagiku Februari adalah bulan dimana hatiku memilihmu.

Februari adalah bulan yang kurindukan

sebab Februari pernah membuat kita amat dekat.

Februari pernah membuat kita seolah pacaran

Aku berterima kasih, dua kota itu telah menjadi saksi bisu kebahagiaanku.

Mungkin kamu juga begitu.

Aku belum bisa melepasmu, apalagi menjadikanmu masa lalu.

Tetaplah menjadi penguni hatiku walau kamu tak mencintaiku.

Tapi suatu hari nanti saat kutemukan penggantimu

kamu boleh pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal

***

 

Centang Biru

 

Kututup Hari ini dengan senyuman

Hari ini adalah hari yang menyenangkan. Mendung yang datang pergi entah kemana.

Setiap kata yang kamu ketik, setiap kalimat darimu yang membuat handphoneku berdering membuatku tersenyum lebar.

Kehangatan yang telah kurindukan setelah hampir setahun diterpa kedinginan kini datang. Centang biru yang terlihat kini berbalas pesan darimu

Kata khas berulang kali kamu ketik. Aku tak perduli ini berlebihan atau bukan, yang jelas ini membuatku bahagia.

Hidup memang penuh kejutan.

Semoga keputusanku untuk jatuh cinta padamu tak pernah salah.

Dan semoga kamu percaya bahwa aku serius mencintaimu.

***

 

Tawa

 

Terima kasih karena telah membuatku move on dari dia, dan

kini aku tak bisa move on darimu setelah kamu pergi

Senyum yang kukira dapat kumiliki tak akan pernah ku lihat lagi

karena memang aku yang telalu berharap

Pernah singgah tapi tak menetap. Pernah bersama tapi tak jadian. Pernah tertawa bersama tapi sekarang kamu tertawa bersama dia

***

 

Benar kata orang

melihat foto orang yang kita cinta membuat

senyum-senyum sendiri

Beban rasanya menghilang begitu saja

Walaupun dia yang kucinta belum tentu

merasakan hal yang sama

 

***

Bagaimana

 

Kukira senyuman itu pertanda bahwa dirimu akan kembali lagi padaku..

Ternyata aku salah, senyuman itu membuatku jatuh semakin dalam

Mestinya kamu tidak hadirkan itu saat aku akan beranjak yang

membuat langkahku kembali terhenti

Sekarang aku sadar dirimu hanya mempermainkanku

Dan pada akhirnya semesta akan mempertemukanku dengan dia, dia yang pasti bukan kamu yang tak mengerti cara menghargai perasaan

***

 

Semakin

 

Pagi ini mataku masih susah terbuka

Rasa ngantuk masih mencanduku

Kutulis tulisan ini saat mendengarkan lagu d’masiv semakin.. Semakin ku memikirkanmu semakin kumenggilaimu.

Lirik yang pas untukku karena kamu tak bisa kusingkirkan dari pikiranku.. Salahkah tetap mencintaimu disaat kamu sudah dimiliki dia?

Dia yang mempunyai nama sama denganku. Kusadari semua

terlambat saat bintang benar-benar menghilang di langit malamku…

Wajah, kata, senyum, mata, tatapan. Tak bisa kupalingkan pikiran…

aku  mencintaimu benar adanya

***

 

Tidak..!!

 

Aku tak tau cara berfikirku

Kadang diluar nalar dan logika

Pertama kali kata “tidak” itu ucap langitku gelap

Setiap melihatmu kurasa dirimu begitu cantik dengan kacamata itu, selalu dan selalu

Ku tak tahu harus bagaimana. Melupakanmu? Kujawab tegas aku tidak siap

Merelakanmu? Kujawab tidak akan…

Meski kesempatan itu tidak ada lagi. Meski semesta menolak. Selalu ada kebahagiaan diluar logika bisa mengenal dan mencintaimu…

Karena hanya cinta yang membuat hal-hal diluar logika bisa  menjadi nyata

***

 

Meski kesempatan itu tidak ada lagi

Meski semesta menolak

Selalu ada kebahagiaan diluar logika

bisa mengenal dan mencintaimu

 

***

Seminar

 

Semesta tak bisa mengalahkanku hari ini

Orang-orang tak bisa menjatuhkanku hari ini

Setelah sekian lama aku menunggu akhirnya datang jua. Satu hari

lagi kujalani bersamanya.

Kesedihan? Keterpurukan? Hari ini aku tak mengenal kata itu

“lebih baik mencintai dari pada dicintai” begitu dia bilang padaku

saat bercerita tentang satu hal

Tapi ku tak pikirkan itu, yang aku tahu hari ini aku bahagia bisa

bersamanya.

Bertukar cerita dan kubilang sekali lagi aku tak bisa melupakannya, dia hanya tertawa. Tapi aku tahu satu hal penting tentangnya.

Ternyata dia juga belum bisa melupakan masa lalunya dan hanya mengganggap kekasihnya sebagai teman. Hanya teman.

Mungkin masih bisa, masih ada kesempatan

selama semesta mengkhendaki ku terus mengejar

***

 

Tentang Aku

 

Aku tak menyalahkan rindu

Aku tak menyalahkan kamu

Aku juga tak menyalahkan diriku sendiri

Pantaskah rindu ini ada? Dan kenapa kamu?

Kamu yang sudah jelas memilih dia lalu

mengabaikanku

Memang bagiku ini tak adil

Kamu yang sedang bahagia dengan pilihanmu

sedangkan aku hanya berteman sepi memikul rindu

yang semakin hari semakin berat

***

 

Pelarian

 

Kuseruput kopi hitam ini berharap bisa mengusirmu dari otakku. Emosiku kian memuncak yang tak kunjung bisa melupakanmu. Beruntung ada sahabat dan gitar yang menemaniku.

Kunyanyikan lagu sesukaku bernyanyi sekeras-kerasnya agar pikiranku berpaling sejenak. Untuk kamu, apakah kamu tahu rasanya merindu tapi tak terbalas rindu? Yaa, itu yang aku alami sekarang.

Aku merindukanmu dan kamu merindukannya. Jika ditanya seberapa besar? Maka kujawab sebesar kuku, kuku yang akan terus bertumbuh meski dipotong berulang kali. Jika ditanya seberapa banyak? Maka kujawab sebanyak butiran pasir yang tak terhitung jumlahnya.

Apa kamu mengerti? Kuharap iya… Kuharap semesta mengijinkan kamu memiliki perasaan yang sama dengan yang aku miliki saat ini….

Amin

***

 

Pernah singgah tapi tak menetap

Pernah bersama tapi tak jadian

Pernah tertawa bersama tapi sekarang

kamu tertawa bersama dia

 

***

 

Yakin

 

Barangkali yang paling membunuhku hari ini adalah perasaanku sendiri

Sebab aku mencintai wanita yang tidak mencintaiku

Bayang-banyang kedekatanku dengannya beberapa

bulan yang lalu terus menghantuiku

Semakin kubenamkan perasaan ini semakin besar

Kadang aku malu dengan perasaan ini.

Malu karena aku merindukannya, aku mencintainya, apalah dayaku yang tak bisa menolak perasaan ini.

Jangankan bicara padaku, senyum yang dia lempar padaku saat aku menyapanya begitu membekas di otak kiriku.

Aku sedang memperjuangkannya dengan caraku hari ini, esok, dan selamanya. Percayalah… semesta akan merestuiku dan suatu saat dia akan jadi milikku

***

 

Benar Adanya

 

Terkadang hidup memang penuh misteri

Hal yang kamu rasakan hari ini belum tentu esok kamu merasakannya

Sama halnya mencintai seseorang

Hari ini kamu membencinya besok bisa jadi kamu mencintainya…

Seperti aku. Aku sangat mencintainya. Dia adalah seseorang yang membuatku merelakan masa lalu. Aku sangat dekat dengannya, orang-orang mengira kami jadian.

Tapi itu dulu, sebelum aku juga dikhianatinya. Aku kira dia mempunyai perasaan yang sama sepertiku tapi semesta berkata lain.

Semesta hanya mengirim dia untukku sementara. Cinta itu sekarang perlahan berubah menjadi benci yang benar adanya.. semakin aku merindunya semakin aku membencinya….

***

 

Kenang

 

Senja melepas mentari menjadi saksi munculnya notif darinya. Notif yang akan mengubah semua tentangnya, notif yang akan mengubah salah satu tujuan hidupku. Pesan yang ia kirim mengisyaratkanku untuk merelakannya, mengisyaratkanku untuk menjauhinya, mengisyaratkank merelakannya..

Mencintai tanpa ambisi untuk memiliki adalah cinta paling tulus… Aku harus menerima kenyataan bahwa semesta menciptakannya bukan untukku.

Aku berhenti bukan karena tak lagi mencintai, aku berhenti bukan karena tak sayang lagi, aku berhenti karena aku sadar dia telah memilih bahagia dengan orang lain…

***

 

Mencintai tanpa ambisi untuk memiliki

adalah cinta paling tulus

 

***

 

Hari ini, Esok, Selamanya

 

Semoga esok yang aku semogakan tersemogakan

Hari ini aku memikirkannya lagi

Hari ini aku berharap lagi

Kutahu ini akan berakhir sama

Dia akan mengucapkan kata yang telah aku dengar berulang kali

Jika kita sulit mendapatkan sesuatu yang kita Inginkan

Kita akan sulit juga kehilangan jika sudah Mendapatkannya

Kali ini kukencangkan lagi

Kubulatkan kembali tekad

Suatu hari akan kutanyakan lagi itu padanya

***

 

Sedu

 

Malam minggu. Kata orang malam yang dihabiskan oleh pasangan. Tapi tidak bagiku. Kubaca buku “Sebuah Usaha melupakan” dalam kamar. Kembali kuteringat padamu, kuputuskan untuk menelponmu hanya untuk mendengar suaramu

Suara yang tak merdu itu membuatku nyaman, membuatku tenang walau terus diburu rindu… Jujur aku tak bisa hapuskanmu dalam dadaku. Otakku dipenuhi serabut ingatan tentangmu. Hampir setahun kumenunggu cintamu tak kunjung untukku. Hancur batas warasku karena mencintamu.

Kamu berhasil membuatku menetaskan air mata hari ini. Cinta sejati akan berpulang seberapa jauh ia berkelana. Kurahap suatu hari cinta itu kamu…

***

 

Selamat

 

Selamat… kamu berhasil membuatku gagal melupakanmu. Kamu berhasil menaruh rindu diam-diam di dadaku lalu perlahan menghilang.

Dulu kamu datang tiba-tiba memintaku menemanimu menyelesaikan sesuatu. Aku kira kamu dikirim semesta menggantikan dia. Dia yang lebih dulu menyakitiku sebelum dirimu dan kamu tahu siapa orangnya..

Dan bodohnya aku saat kamu memberiku sesuatu yang kukira kamu juga mencintaiku, tapi aku salah.. Aku memberanikan diri mengungkapkan apa yang kurasa. Tapi jawabanmu tak sesuai harapanku, dirimu menolakku dengan halus.

Senyum dalam tangisan tersirat dimulutku.. Patahku semakin menjadi saat kutahu alasanmu hanya bohong belaka, tak usah kamu bertanya dari mana kutahu semuanya. Jangan kamu jadikan seseorang sebagai penyembuh lukamu jika nanti kamu pergi dan membuat luka baru.

Kalau saja aku bisa menukar jiwa denganmu, sudah kulakukan dari dulu agar kamu paham betapa sakit mencinta tapi tak dicintai, menahan rindu yang terus tumbuhh disaat orang yang kamu rindu merindukan orang lain.

***

 

Jangan kamu jadikan seseorang sebagai penyembuh lukamu

jika nanti kamu pergi dan membuat luka baru

 

***

 

Pelik

 

Pilihan kadang membingungkan, kadang juga membuat kita

terjerumus. Terjerumus dalam jurang gelap yang membuatmu

menjauh dariku. Tak kutemukan satu titik cahaya sedikitpun. Hampir hancur warasku. Depresi menghantam pikiranku. Jika saja aku bisa mengulang hari, pasti kumemilih hari itu.

Hari dimana kita masih dekat, masih akrab dan akan kukatakan semuanya. Dengan begitu aku akan mendapatkanmu seutuhnya. Kalau kamu beri kesempatan itu lagi, aku akan membuatmu melupakannya yang pernah membuatmu jatuh sangat dalam. Indahnya pelukmu akan kurasakan saat peliknya mendapatkanmu telah usai.

***

 

Cerita Teman

 

Hari ini pikiranku lumayan kusut

Ini perihal lain bukan tentang dia

Menanyakanku kadang menjadi topik

Mungkin hanya sekedar ingin tahu

Harapku karena dia memiliki perasaan yang sama

Mendengar hal itu

Semangat memperjuangkanmu kembali ada

Seperti kereta uap melaju diatas rel

Aku harus berhasil merobohkan sikap datar itu

Meskipun kurasa sangat tipis peluangku

Aku tak peduli

Yang aku tahu mendapatkanmu tujuanku

***

 

Untuk Kamu

 

Dear gadis kacamata… Aku tak tahu apa yang terjadi sebelum kita bertemu pagi tadi. Mungkin sebelum tidur malam kemarin kamu dibisikkan semesta

tentang perasaanku, hingga kurasakan kehangatan disetiap

tatapan yang kamu beri. Pukulan yang kamu hujamkan di lengan

kiriku seakan memberi makna tersirat yang selama ini ada tapi

malu terucap. Jika nanti kamu baca ini, kuharap kamu mengiakan

ajakanku 21 Desember nanti. Harapku kali ini iyakanlah

perasaanmu juga padaku, iyakanlah aku menjadi bagian dari

cerita perjalanan panjangmu, iyakanlah aku menemani hari-hari

tuamu..

***

 

Jika saja aku bisa mengulang hari

pasti kumemilih hari itu

Dengan begitu aku akan mendapatkanmu seutuhnya

 

***

 

Watu Bolong

 

Setelah kejadian di pantai waktu itu, sikapmu kian seperti dulu padaku. Meskipun mungkin hanya perasaanku saja.

Tapi aku senang, kupercaya tuhan kini mulai mendekatku lagi denganmu. Semoga semesta juga merestui itu. Kasabaranku mulai berbuah hasil.

Ku tak bisa pungkiri aku benci keadaan yang dulu membuat kita jauh.. Dan teruntuk kamu jangan tutup dirimu, katakan dan rasakan aku dengan hatimu. Hidupmu belum sempurna jika belum mencoba cintaku..

***

 

Terlalu Angkuh

 

Pukul 03.00 aku berbaring di tempat tidur, entah apa yang memicu otakku memikirkanmu pagi-pagi buta. Bahkan aku belum sempat tidur sabtu ini.

Kegiatan kampus memang menguras tenagaku. Setiap senyummu aku merasa terisi kembali. Di hari terakhir nanti, aku sangat ingin membuat foto denganmu, ya meskipun aku tahu kamu tak akan mau.

Sebegitukah kamu memandangku? Sampai foto yang hanya ada kamu dan aku kamu potong. Aku juga tak mengetahui sebab kamu lakukan itu. Kesombongan dan egomu akan membuatmu menyesal karena kamu belum berani mengakui itu didepanku.

***

 

Malam Di Tengah Kota

 

Mendung masih menghiasi jogja hari ini. Malam yang sepi di tengah keramaian mematikan pikiranku, air kesedihanku turun mengalahkan hujan yang tak kunjung datang.

Kreatifitasku berhenti seketika saat ku dengar cerita itu dari mulutmu. Cemburu itu masih ku rasa meskipun dia bukan siapa- siapa, hanya seorang wanita yang hampir ku gapai tapi terhempas menghilang bersama dia, dia yang sekarang menjadi kekasihnya.

Aku tak menyalahkan orang lain. Aku juga tidak menyalahkan dia, aku hanya ingin tenggelam dalam pikiranku. Meskipun aku tau ini sakit. Hanya waktu yang tau kapan aku bisa melupakan dia, atau mungkin dia menjadi milikku.

***

 

Hanya waktu yang tau kapan aku bisa melupakan dia

atau mungkin dia menjadi milikku

 

***

 

Setelah Sekian Lama

 

Hari ke hari semakin abu-abu

Kadang dia mendekat kadang dia menjauh

Entah apa yang ada di pikirannya

Kuterdiam di tengah tenggelamnya senja

Haruskah aku mengikuti permainannya?

Atau aku berhenti di sini?

Hati kecilku menuntutku mengikuti

Sampai kapan? Akupun tak tahu…

Mungkin aku akan benar-benar berhenti

saat hati kecilku mulai tak mengharapkanmu

Dan untuk terakhir kali dia memenangkan permainan

Lalu kuberdoa dia merasakan sepi dalam hidupnya…..

***

 

21 Desember 2019

 

Terima kasih tuhan

Terima kasih Sheila on 7

Dan terima kasih lokaswara

Stadion kridosono menjadi saksi bisu

Akhirnya hari ini aku bisa bersamanya

Nonton konser bersamanya

Kebahagiaan menenggelamkanku malam ini

Kutatap matanya berharap dia mengerti

Aku sangat menginginkannya

Hari ini akan melekat erat di kepalaku

Hanya satu inginku

Dia menjadi keseriusanku

Aminku ini menjadi awal

Dan semesta merestuinya

***

 

Fana

 

Mimpi? Sesuatu yang indah

bahkan lebih indah dari kenyataan, terkadang. Saat tertidur aku hanya mau memimpikannya, aku atur segala sesuatunya agar sesuai keinginanku. Dalam mimpi dia adalah orang bersamaku, orang yang menemaniku saat senamg maupun susah, orang yang pertama kali aku lihat saat membuka mata

Andai itu terjadi di hidup nyataku. Aku tak akan kekurangan rasa bahagia. Bahagia yang membuat orang iri karena dia yang memberiku…

***

 

Aku akan benar-benar berhenti saat hati

Kecilku mulai tak mengharapkanmu

 

***

Siapa ?

 

Aku yang salah? Perasaan ini yang salah?

Perasaan yang kurasakan bukan perasaan biasa… Perasaan yang hanya aku yang merasakan.

Dia? Dia tak merasakan apapun terhadapku… Harusnya hari ini kusudahi lebih cepat agar aku tak merasakan rasa yang orang lain menyebutnya “cemburu”. Orang yang paling membuatmu sakit adalah orang yang kamu cinta dan saat ini aku merasakannya….

***

 

Hari

 

Apakah aku bisa menukar hari ini menjadi semua hari pedih yang pernahku lewati? Hari ini langit menangis lagi entah apa penyebabnya aku juga tidak tahu. Mungkin langit lagi berduka mengenang mereka yang pernah membencinya.

Sekali lagi aku menjadi orang paling bahagia… dia yang aku aminkan melewati hari bersamaku. Bertukar cerita, saling menertawakan kahidupan, mengelilingi kota jogja yang katanya terbuat dari cinta, rindu, dan kenangan. Aku rasa itu bener karena disetiap sudut kota terdapat kenangan yang membuat orang tak kunjung beranjak.

Matanya nan indah dan senyumnya yang manis meruntuhkan lagi kesombonganku dan membunuh keegoisanku.. Tetaplah tertawa dan senyum bersamaku, karena tawa dan senyummu aku bisa melangkah melewati hari-hari.

***

 

Pertama

 

Merasakan hangatnya mentari pagi

Berteman kicauan merdu burung-burung

Dengungan mesin pesawat membuka mata

Tak melupa dari ingatan

Aku awali hari dengan melihat fotonya

Foto yang kupotret itu ingin kubingkai di kamarku

Alam mulai merestuiku

Kulewati minggu-minggu ini bersamanya

Membuat rasa ini semakin besar

Apakah dia mulai merasakan hal yang sama?

Satu hal yang mengganjal sering membuat otak dan Perasaanku tak sejalan

Kuungkapkan lagi padanya apakah dia dan aku tetap sedekat ini atau menjauh atau malah menjadi kita antara aku dan dia?

***

 

Orang yang paling membuatmu sakit adalah orang

yang kamu cinta

 

***

 

Tahun Baru

 

Terasa cepat sebenarnya lama.. Tahun baru saja mulai. Kuharap hari ini aku bisa mendapatkan celah untuk masuk dan mnjadi penghuni hatimu…

menjadi prioritasmu, melewati pergantian tahun bersamamu dan menjadi orang yang kamu tunggu kabarnya..

Terlalu berharap memang. Aku akan berjuang untuk itu, meski terasa berat tapi ini bukan apa-apa bagiku. Aku masih punya berjuta cara untuk mendapatkanmu. Kamu belum tahu saja..

Terdengar berlebihan memang. Jika nanti kamu baca tulisan ini, kamu memang menjadi inginku tulus adanya. Ada rasa yang tak biasa saat menghabiskan hari bersamamu. Ada rasa senang bisa menatap mata indahmu, ada rasa bahagia bisa menyaksikan senyum manismu.. untukmu perempuan yang sering bilang “KCK” aku menunggumu…

***

 

Tentang Pilihan

 

Hidup harusnya pilihan yang kita pilih, karena pilihan itu juga kita merasakan apa yang tidak ingin kita rasakan.

Beranilah melangkah dari masa indah itu. Biar semua menjadi masa lalu yang pernah membuat tawa. Membuat air mata… Melangkah untuk meninggalkan memang sulit.

Terlebih untuk meninggalkan dia yang membuatku tak bisa berpaling. Aku pantas disebut manusia tak tahu diri, karena yang merasakan perasaan itu hanya aku. Entah apa yang ada di kepalaku.

Rasa ini semakin besar kurasa. Semakin besar juga penolakan dari dia. Jarak memang tak sejauh dulu. Kelak kamu akan merasakan betapa besar mencintai seseorang tetapi orang itu tidak bisa mencintaimu.

Usaha yang kamu lakukan hanya membuat rasa sakitmu bertambah. Kamu akan digerogoti rasa yang perlahan menghabisimu. Hingga rasa rindu yang semakin hari semakin berat hingga tak seorangpun mau menerimanya…

***

 

Cara

 

Menahan juga tak baik. Mengungkapkan tak juga fasih. Paragraf ini aku buat untuk kamu baca nanti. Kutarik nafas panjang. Lalu kuhembuskan perlahan.. berharap dapat mengurangi rindu uang menumpuk sesak di dada.

Foto di galeri itu selalu kulihat, aku kira bakal ada jawaban ”iya, aku juga merindumu” keluar dari mulut manismu. Suatu saat rindu ini tak mampu kutahan. Akan kuungkapkan semua isi di hati. Aku harus jujur padamu tentang semua ini. Cinta yang kurasa akan bertambah besar meski kutahu kamu tak bisa menerimaku. Aku tak tahu kenapa.

Jikalau nanti kamu tahu kenapa? Kasi tahu aku caranya..!! Cara melepaskan, cara merelakan, cara melupakan. Agar aku bisa menatap hidup kedepan tanpa bayang-bayangmu.. Saat ini hal itu mustahil untuk kulakukan.. itulah caraku mencintaimu..

***

 

Mencintai orang yang tak bisa mencintaimu

menjadikan rindu semakin besar tapi tak seorangpun menerima

 

***

Berfikir

 

Sejenak kutersentak… Ada kalanya kita perlu beberapa menit

untuk memikirakan orang yang kita cinta. Dan kali ini aku sedang

melakukan itu. Timbul pertanyaan di kepalaku. Apakah aku benar

mencintaimu? Apakah kamu akan tetap bersamaku? Apakah

kamu akan berhenti mencari dan memilihku?

Pertanyaan yang hanya bisa terjawab oleh waktu. Saat kita jauh

misalnya, mungkin akan terjadi dalam hitungan bulan. Kamu dan

aku akan terpisah oleh jarak. Kita akan jarang ketemu bahkan

sulit untuk bertemu. Mungkinkah kamu akan merindukan aku

saat itu tiba?

Jangan kamu bertanya pertanyaan yang kutanyakan padamu. Kamu sudah tahu jawabannya. Aku akan selalu merindumu. Hanya bisa berbincang via WhatsApp, itupun kalau kamu masih

mau mengangkat telponku. Sebelum bergulirnya waktu semakin cepat, aku harus

memaksimalkan agar bersamamu. Sebisa mungkin mengikis

rindu. Memupuk ingatan-ingatan manis denganmu sebelum habis

dimakan rindu yang merongrong ingin kamu kembali.

***

 

Di Teras Malam Itu

 

Lagu “Rencana Berbahaya” menjadi penutup hariku yang paling bahagia… Awalnya aku ingin belajar sembari berbincang ringan tentang cerahnya semesta.. Alam mendukungku hari ini.

Semesta tak lupa merestuiku. Kukira tangisan langit akan menghabisi malam ditemani rembulan. Untukmu, terima kasih telah jujur. Pertanyaan yang membatu di kepalaku akhirnya kamu kikis dengan jawaban manis. Wajah merah sembari malu menyertai. Kutatap matanya, mata yang membuatku berkata “inilah yang aku cari, aku akan memperjuangkanmu, mengejarmu, mendapatkanmu”.

Terlepas dari semua itu, ku kencangkan lagi ikat pinggangku. Sampai jawaban iya keluar dari mulut manismu itu. Usaha terberatku bukanlah menjadi pengagummu. Usaha terberatku adalah meyakinkanmu bahwa jarak bukanlah hal yang membuatku tak bisa membuatmu berkata iya.

Jika nanti kamu menemukan tulisan ini dan membacanya. Aku adalah orang paling beruntung didunia karena berhasil mendengar kamu mengucap “aku nyaman denganmu”. Perjuanganku belum berakhir. Aku percaya sesuatu yang sulit kugapai akan sulit juga meninggalkan.

***

 

Pilihan

 

Apa kamu percaya hidup adalah sebuah pilihan?

Lantas apakah pilihan yang kamu pilih adalah pilihan yang tepat?

Aku juga tidak tahu apakah pilihanku tepat atau tidak. Yang aku tahu aku telah memilih pilihanku

Akanku perjuangkan pilihanku

Akupun tahu resiko terburuk yang akan aku hadapi

Jadi, untuk kamu yang telah memilih pilihanmu

Perjuangkan dengan sungguh-sungguh sebelum kamu menyesal diakhir perjalananmu

Tak bisa kita pungkiri

Kegagalan pasti akan menghadangmu menggapainya

Ini bukan soal seberapa besar kegagalanmu

Bukan seberapa sangat kamu jatuh

Tapi ini tentang bagaimana kamu belajar dari kegagalan untuk

bangkit mendapatkan pilihanmu.

***

 

Sebisa mungkin mengikis rindu memupuk ingatan-ingatan

manis denganmu sebelum habis dimakan waktu

 

***

 

Sebuah Kisah

 

Akan aku ceritakan sedikit tentang kisahku. Jauh sebelum aku mengenalmu aku pernah jatuh cinta. Aku pernah dibawa terbang olehnya. Aku titipkan hatiku padanya. Tanpa aku sadari aku terlalu dalam terjatuh hingga aku dikenalkan dengan hal menyakitkkan yang disebut pengkhianatan. Dia meninggalkanku, pergi dengan pilihan barunya yang tak lebih baik dariku.

Mengalami masa-masa pahit dengan luka yang amat perih sendiri membuatku amat terpuruk. Sekarang aku mengenalmu. Semesta mentakdirkan kita bertemu. Aku merasakan lagi rasa itu. Aku telah yakin padamu. Sorot matamu mampu membenamkanmu dalam kenyamanan. Kamupun merasakan apa yang kurasa.

Apakah kamu mau membuat aku dan kamu menjadi kita? Jangan khawatir tentang dia, aku tidak akan mengingatnya. Dia hanya sebagian kecil dari masa laluku. Akan ku titipkan hati yang pernah terluka ini padamu. Kuharap kamu tidak seperti dia yang dulu mengkhianatiku. Harapku semesta tidak mentakdirkan kamu untukku hanya sementara tapi selamanya. Karena kamu adalah pilihanku…

***

 

Untaian Kata

 

Segenap hati berbisik inginkan kamu

Kamu sangat cantik malam ini

Malam dimana wajah polosmu tanpa balutan make up

Tanpa gincu yang mewarnai bibir mungilmu

Matamu kian indah kutatap

Tak ingin beranjak

Biarkan aku memandangi tiap detail wajahmu

Izinkan aku berbisik ditelingamu

Kamu adalah alasanku dilahirkan

***

 

Deru memburu

 

Terlalu dalam aku menaruh harap padamu

Rasa yang kamu beri sekarang jadi candu dihidupku

Tanpa sebab yang jelas kamu kini mulai menghilang

Candu ini membuatku hilang waras

Menunggu kabarmu berharap kamu baik-baik saja

Satu pesanku untukmu

Setiap hari aku mencintaimu

Tak banyak orang yang bisa memberimu cinta

Sebesar cinta yang kuberi padamu

Jangan sampai rasa bosanmu menghancurkan

Apa yang kita bangun beberapa tahun terakhir

Tak bisa dipungkiri rasa bosan pasti membumbui

Sebelum kamu benar-benar pergi lihatlah aku

Tatap mataku

Rasakan deru nafasku yang selalu memintamu….

***

 

Tatap mataku

Rasakan deru nafasku yang selalu memintamu

 

***

 

Tak Beralasan

 

Dibalik sikap bodo amatku aku memperhatikanmu dengan cara bodohku. Meskipun kamu tak pernah memperhatikanku. Kamu adalah alasanku menolak lupa meski caramu seringkali menusuk hati. Aku berusaha menikmatinya setiap kali kamu melakukannya sampai aku tak tahu lagi rasanya bahagia.

Itu adalah sepenggal kalimat yang mewakili perasaanku perihal kamu pagi ini. Lalu sekarang? Aku sedang cemburu yang tak beralasan. Nama itu berhasil membuat senangku menjadi sedihku. Ini bukan nama mantanmu, bukan teman-teman priamu, ini adalah nama orang yang juga pernah mendapatkan hatimu.

Aku sadar cemburu ini tak pantas untukku karena aku bukan siapamu. Aku adalah orang yang kamu cari saat kamu butuh. Selebihnya? Aku tak pernah ada dimatamu. Kenapa kamu melakukan ini padaku? Dan kenapa aku harus mencintaimu? Jika waktu dapat kuputar, aku memilih tak berkenalan denganmu…

***

 

Harus Tahu

 

Aku tak tahu kenapa rasa ini harus jatuh padamu yang jelas-jelas tak mencintaiku. Omongan-omongan sumbang menembus telingaku perihal kamu dan dia yang menusuk tepat didada, membuat luka baru yang sangat sulit untuk sembuh.

Senyum yang sering kutunjukkan hanyalah makna kias. Senyum yang penuh kebohongan seakan akan aku tak kenapa saat mereka mengatakan itu. Kupercaya semesta hanya menguji seberapa jauh aku sanggup bertahan. Seberapa besar rasa tak terbalas ini untukmu.

Entahlah. Aku hanya merasa ini adalah akibat dari keras kepalaku yang terus mengejar hal yang tak pasti. Suatu saat nanti kamu akan mengerti tentang perasaanku saat aku mencapai titik jenuh dan mengikhlaskanmu.

Saat itu terjadi aku akan melupakanmu dan memilih untuk terus melangkah menata masa depanku untuk perempuan yang mau menerima kekuranganku.

***

 

Cinta Searah

 

Dia yang selalu membuatku tak baik-baik saja

Hidup dalam belenggu cinta

Sorot matanya seakan menarikku

Cinta buta tak berakal

Ini hanya hal bodoh

Menulis namanya dihatiku

yang tidak benar-benar menginginkanku

***

 

Suatu saat nanti kamu akan mengerti tentang perasaanku

saat aku mencapai titik jenuh dan mengikhlaskanmu

 

***

 

Tentang Pengkhianatan

 

Pernah dicari saat dibutuhkan. Dielu-elukan saat punya tujuan. Dan akhirnya dicampakkan saat tak lagi diperlukan. Dia yang merubah pola pikirku. Dia yang mengajariku arti berjuang bersama dan dia juga yang mengajariku arti dari sebuah ikatan.

Setelah dia berhasil meyakinkanku. Dia juga yang mangajariku arti pengkhianatan. Ya, dia mengkhianatiku. Pergi begitu saja tanpa permisi. Ternyata dia memilih jalan pintas untuk mendapatkan hal yang dia cari.

Akupun tak mengerti cara berfikirnya. Suatu saat dia juga akan ditinggalkan sama seperti dia meninggalkanku. Dan saat itu tiba aku akan mengucapkan kalimat “ ini belum seberapa, kamu akan merasakan sakit yang lebih sakit dari apa yang kurasakan.

Ini bukan ulahku, ini adalah karma yang kamu cipta” semesta telah menghukumnya. Ini bukan perkara dendam, ini adalah perkara apa yang dia petik dari apa yang dia tanam…

***

 

Sedang Jatuh Cinta

 

Suatu saat kehidupan dunia akan berakhir

Semua yang ada di alam akan melebur bersama

Sebelum itu terjadi

Aku ingin lebih mengatakan ini padamu

Aku menyukaimu

Detik ini aku telah mencintaimu

Aku sudah pernah membunuh perasaan ini

Aku tahu kamu mustahil untuk mencintaiku

Semakin aku membunuhnya

Rasa ini semakin menjamur di relung hatiku

Menasehatiku sekarang tentu hal mustahil

Karena aku sedang mencintamu

***

 

Perlahan

 

Menjatuhkanku setelah membawaku terbang

Kamu melepaskanku meskipun aku bertahan

Terima kasih telah memberi perhatian

Menganggap perhatianmu hanya untukku

Aku mulai berfikir aku bukan siapa-siapa untukmu

Aku sadar posisi ini membuatku sangat patah

Betapa besar aku ingin memilikimu

Sayang ketahuilah aku hanya manusia bodoh

***

 

Menasehatiku sekarang tentu hal mustahil

Karena aku sedang mencintamu

 

***

 

Selamat

 

Rinai hujan basahi sudut gelap mataku

Aku hanya bisa menerka-nerka

Aku tak bisa membaca pikiranmu

Aku tak bisa melihat isi hatimu

Yang aku bisa hanya mencintaimu

Dengan jarak yang kamu beri

Isyarat itu sudah lama kubaca

Kamu seakan menginginkanku menjauh

Setelah kamu tumbuhkan rasa itu dalam hatiku

Kamu sengaja membuat lubang besar perih menganga

Selamat… Karena kamu telah berhasil melakukannya.

***

 

Terungkap

 

Jujur aku kecewa

Jujur sangat sulit kamu ucap

Kebohongan sering kali kamu ungkap

Tak sedikit makna tersirat

Tanpa sadar kamu merendahkan diri sendiri

Berharap aku tak kembali

Tak pernah kamu pahami karma akan menghantui

Terima kasih untuk waktumu kala itu

Dan terima kasih juga untuk hiperbola

Yang kamu sematkan

Sekali lgi aku kecewa

Aku pergi…

***

 

Siang Hari Kala Itu

 

Aku bingung melihatmu menangis. Aku bingung karena tak tahu harus melakukan apa. Terlalu bodoh untukku. Akhirnya aku hanya diam. Mendekatpun aku sungkan apalagi menyeka air mata.

Disatu sisi kamu takkan mau bercerita padaku, tapi kenapa otak dan hatiku masih ingin mencari cara membuatmu tertawa?

Hal terbaik yang bisa kulakukan adalah berdoa pada tuhan, semoga semua masalahmu cepat berlalu dan akupun kembali melihat senyum itu.

Aku tahu semua tak adil bagimu, tapi kamu harus tetap kuat dan buktikan bahwa kamu bisa. Jika memangis membuatmu lega menangislah sekeras-kerasnya. Dan jika tubuhmu lelah, istirahatlah sejenak. Semesta selalu merestuimu…

***

 

Kamu seakan menginginkanku menjauh

Setelah kamu tumbuhkan rasa dalam hatiku

 

***

 

Penyemangat

 

Untuk orang yang kucinta, semangat ya!! Aku tahu kamu lagi sibuk minggu ini. Deadline tugas yang melelahkan dan menjengkelkan telah menyita banyak waktumu.

Aku percaya kamu bisa. Ingat! Apa yang kamu tanam itu pula yang kamu tuani. Usaha tidak pernah berkhianat pada hasil. Istirahatlah jika tubuhmu lelah, istirahatlah jika pikiranmu kacau.

Ceritakan hal yang ingin kamu ceritakan. Yang terakhir, tunjukkan senyum manismu maka alam semesta akan membantumu…

***

 

Malam Itu

 

Dentingan jarum jam menemani malamku terjaga

Kutulis jurnalku tentangmu, kuciptakan kata rindu untuk memulai. Saat kamu sibuk dengan tugas-tugas menyebalkan itu, aku menabung rindu.  Akan kudekap tubuhmu. Kubisikkan rindu ini ditelingamu.

Mengelilingi kota, menyusuri jalan ditemani cahaya lampu kota membuat rindu kian sesak. Dapatkah kita mengulang semua itu? Maukah kamu mengulangnya bersamaku? Kuharap jawaban iya menggema di telinga.

***

 

Sejenak Mundur

 

Hingga detik ini. Terbesit ingatanku pada dirimu. Sebodoh itukah aku dulu? Harusnya saat itu kutetapkan padamu. Kamu yang masuk saat aku dalam proses menata ulang hati yang patah olehnya.

Sikapmu kala itu membuatku kembali luluh. Seakan memintaku untuk memulai lagi, aku akan menata hatimu dan takkan kubiarkan patah tuk kesekian kali. Aku yang masih cukup trauma dengan cinta tak bisa percaya begitu mudah.

Dua setengah tahun berlalu. Waktu yang cukup panjang kulewati. Disaat aku sudah siap untuk memulai, kamu lebih memilih mengurung perasaanmu padaku. Mengucilkannya. Tak mau membuatnya tumbuh dan besar. Seakaan ingin melupakan.

Waktu dua setengah tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menunggu. Beberapa hati sudah pernah berlabuh didermaga cintamu. Aku harus siap patah lagi karena kesalahanku. Kenapa aku tidak mengiakanmu waktu itu. Kenapa aku tidak membiarkanmu menata ulang hatiku kala itu. Penyesalan akan terus menghantuiku hingga waktu membunuh perasaanku.

***

 

Ceritakan hal yang ingin kamu ceritakan tunjukkan senyum

manismu maka alam semesta akan membantumu

 

***

 

Siapa Yang Salah?

 

Keberuntunganku menghilang hari ini. Baikku berubah menjad burukku. Aku takut ini akan menghilangkan perhatian dan rasa hormatku padamu. Ini bukan salahmu. Kamu berhak atas sikap itu. Mungkin hanya perasaanku saja yang terlalu meninggikanmu. Aku rasa percuma, kamu terlalu membatu untukku.

Aku yakin kamu tertawa lepas disana. Tapi bisakah kamu melihat dan menatap mataku semenit saja? Bisakah kamu merasakan rindu inginkan pelukkmu? Bisakah kamu merasakan rindu ingin mendengar nyaringnya berisikmu?

Suatu saat jika kamu merasakan apa yang aku rasakan sekarang, mungkin itu karma karena kamu telah membuatku merindu dan tak mau bertanggung jawab. Aku takkan mendoakanmu sepertiku juga. Semesta akan mengejutkanmu, saat itu juga jangan kamu mencariku saat kamu patah dan meninggalkan tanpa kata saat kamu bisa terbang kembali.

***

 

Terlalu perih

 

Saat kamu bertanya aku kenapa?

Harusnya kamu bisa menjawabnya sendiri. Jika saja kamu tidak membalas pesanku waktu itu aku takkan terjebak dalam lubang dusta.

Kamu yang awalnya bersikap baik berhasil masuk dan mengukir nama direlung hati ternyata tak pernah nyata.

Ibarat kapal. Kamu hanya singgah untuk memenuhi kebutuhanmu. Setelah terpenuhi kamu kembali mengejar yang tak pasti meninggalkan aku yang jelas-jelas mencintamu..

***

 

Ego Atau Rindu

 

Hal manis itu pasti jadi kenangan. Takkan bisa terulang. Dia merenggut semuanya dariku. Merenggut kebahagiaanku. antara ego dan rindu, aku tak tahu ini pantas disebut apa. Yang aku tahu sekarang aku hanya bisa berbaring memandang warna biru kamarku.

Dentingan jam serasa meledekku seraya alunan jarumnya. Kamu adalah manusia bodoh yang tak dianggap tapi masih mencari pembenaran tentang rasa. Berharap ada keajaiban? Kamu salah besar. Detik ini saja kamu mulai tak dianggap.

Setelah dia selesai, dia akan membuangmu dan melupakanmu. Kamu tak perlu sedih, aku ada dipihakmu. Akan dan semesta akan menghukumnya. Dan saat itu terjadi kita akan tertawa lepas karena telah mengubur dalam ingatan itu.

***

 

Suatu saat jika kamu merasakan apa yang aku rasakan

sekarang, mungkin itu karma karena kamu telah membuatku

merindu dan tak mau bertanggung jawab

 

***

 

Benciku Merindumu

 

Memulai hari dengan setumpuk lamunan

Membangkitkan secarik rindu

Waktu begitu cepat berputar

Satu tahun yang lalu adalah hari dimana kita begitu dekat

Bisa menatap matamu dalam hitungan senti

Berkas berkas tanganmu begitu terasa ditanganku

Sosokmu seakan memuai dikepalaku semakin utuh dan sempurna

Ternyata kita pernah sedekat itu, tapi dulu. Sebelum kamu mengirim siasat pengkhianatan padaku

***

 

Apa Maksudmu?

 

Jika tak ada niat bersama. Seharusnya waktu itu kamu tidak memberiku sikap yang membuatku salah tanggap. Aku bukanlah orang yang kuat menghadapi sikapmu, berulang kali kubangun benteng hatiku, berulang kali juga kamu selalu berhasil meruntuhkannya.

Kini aku begitu dalam untuk ke permukaan, aku semakin tenggelam pada cinta tak berdasar yang kamu cipta. Apa maksudmu? Hanya ingin menguji betapa hebat dirimu? Jika itu yang kamu lakukan kamu salah besar. Perasaan bukanlah hal yang pantas kamu jadikan ajang pembuktian.

Perasaan adalah awal dari rasa bermuara. Rasa itu adalah cinta. Kamu terlalu memanjakan egomu, seakan mendapat kesenangan batin tanpa rasa bersalah mengakhiri. Kelak jangan salahkan aku jika semesta menghadiahimu dengan kejutan yang tak kamu duga sebelumnya.

***

 

Valentine

 

Bukan aku tak ingin

Aku tak hanya seperti sebagian orang yang harus memberi hadiah dihari-hari istimewa

Bagiku hadiah tak harus berupa barang atau cokelat kuselipkan doa nan indah untukmu

Tak perduli hari istimewa atau biasa. Untuk kebahagiaanmu, inilah caraku mencintaimu

***

 

Perasaan adalah awal dari rasa bermuara

Rasa itu adalah cinta

 

***

Angan

 

Besok saat mentari mengusir gelap. Bersik daun terhempas angin

Akan termuai senyum dari bibir indahmu.

Menyentuh lagi memori dan mengukir lagi nama yang sama

Membuatku semakin tak bisa lepas dari belenggu cinta

Malam ini aku beramin semoga esok hari aku mendapat dan mengikatkan cincin di jari manismu

***

 

Sangat Ingin Melupakan

 

Senyum palsu keluar dari bibirku malam ini. Malam ini langit kembali menangis. Mungkin dia menangis merasakan apa yang kurasa. Sakit kembali kurasa, rapuhku semakin menjadi. Aku kaget saat mataku tiba-tiba melihat orang yang kucinta berdua dengan orang lain.

Langit terasa runtuh. Bulir-bulir membasahi sudut mataku. Tak mudah memang memperjuangkan semua sendiri. Disatu sisi aku tak punya hak merasakan ini. Tapi aku bingung. Sakit ini begitu sakit. Aku ingin mengurung diri menenangkan pikiran kusut. Kusut sekusut kusutnya.

Aku ingin melayang melupakan hari ini. Aku tahu tubuhku tak sanggup lagi, tapi entah kenapa hari ini masih terus ingin bertahan. Sejak awal aku memang bodoh. Terlalu cinta padamu. Terlanjur percaya kamu akan membalas cintaku. sejak awal memang salahku.

***

 

Tipsi Olehmu

 

Jika nanti kamu menemukan ini, bacalah dengan hati, bahwa pernah ada orang yang mencintaimu dengan sungguh tanpa kamu indahkan. Apa sesakit ini rasanya mencintaimu?

Aku tak pernah begini dengan dia yang sudah sudah. Kamu membuatku begitu sakit. Seakan membuatku terbuai lalu kamu jatuhkan dilubang terhitam semesta.

Menyudahimu pernah kulakukan. Tapi hatiku tak merestunya. Tahu kenapa? Karena kamu yang dipilih hatiku meski tak mendapat restu akal sehatku. Hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku.

Kamu kutatap dengan mataku berdua bersama dia. Dia yang kutahu pernah memperjuangkan hatimu. Entah kamu anggap dia apamu yang pasti aku cemburu. Putih berselimut hitam.

Sedih dan benci bercampur ditubuhku kuluapkan dengan teman-temanku. Tak sedikitpun tubuh ini merestuimu pergi. Rasa ini bagai parasit yang sudah pernah kuusir tapi tetap saja tumbuh.

Aku tak tahu bagaimana akhirnya yang pasti aku akan berusaha sekuatku agar kamu dapat mencintaiku. Aku tak perduli orang berkata apa tentangku. Yang kutahu hanya kamu alasanku bertahan meskipun sakit direlung hati.

***

 

kamu yang dipilih hatiku meski tak mendapat

restu akal sehatku

 

***

 

Pilu

 

Aku gagal… aku gagal meyakinkanmu. Aku gagal membuatmu merasakan rasa yang sama. Apapun cara telah kucoba, tapi tak kunjung membuatmu jatuh dalam pelukanku..

Aku tak seberuntung dia, yang dengan mudah mendekatimu dan pernah menjadi prioritasmu. Apa mungkin yang kamu cari tak kamu temukan dalam diriku? Atau semesta mentakdirkan hubungan kita hanya berakhir sebagai teman?

Jika iya. Kenapa Tuhan memberiku rasa yang sepihak? Ini sungguh tak adil bagiku. Sampai kapan ini mendekapku dalam gelap, sementara aroma tubuhmu masih meracuni pikiranku..

***

 

Sebuah Nama

 

Hari ini langit kembali menangis. Aku tak tahu kenapa, yang pasti dia menangis semalaman. Ketika kamu tanya aku, aku sedang tidak baik-baik saja. Aku membutuhkanmu saat ini. Mungkin kamu anggap aku sedang bercanda. Memang tiga minggu ini kita akan bersama, kendati bukan sebagai sepasang kekasih. Aku senang… T

api malam ini aku ingin kamu menemaniku. Aku membutuhkanmu disaat-saat tubuhku tak mau bersahabat denganku. Kuyakini aku buta dan bodoh. Aku selalu berusaha ada saat kamu sedang tidak apa-apa, ini bukan salahmu. Ini keinginanku untuk membuat momentum karena tidak menutup kemungkinan kebersamaan kita berakhir dalam beberapa bulan. Tak usah kamu tanya keadaanku saat bulan itu tiba. Kamu tahu jawabannya…

Percayalah. Aku akan sangat merindukanmu nanti. Begitu banyak hal yang terlewatkan, begitu banyak kesempatan yang aku siakan. Ini hanya khayalanku yang mungkin akan terjadi. Satu hal yang perlu kamu tahu, dimanapun kamu berada nanti aku akan selalu menunggumu.

***

 

Tersenyumlah

 

Sore saat itu kamu kembali menjatuhkan air matamu. Aku paham kesedihanmu sedang meninggi, kekesalanmu sedang dipuncak. Aku paham. Hanya saja aku tak sepintar orang lain untuk menenangkanmu.

Setidaknya aku sudah berusaha menghiburmu. Apa kamu tahu? Senyummu lebih indah dari merapi pagi hari yang sering kulewati. Matamu sangat indah, berhentilah manangis dan lukiskan lagi senyum dibibirmu. Yakinlah semesta berpihak padamu dan percayalah semua akan baik-baik saja.

***

 

Aku tak seberuntung dia yang dengan mudah mendekatimu

dan pernah menjadi prioritasmu

 

***

I Hope

 

Aku bisa apa?

Hanya rasa yang melayang tak tahu arah Ingin menghabisi sisa pertemuan denganmu

Membelah hujan, menyusuri jalanan, menikmati senja

Melakukan sesuatu dengan orang yang kita cinta adalah idaman semua orang, mengukir cerita yang akan menghiasi ingatan.

Aku harap aku juga bisa melakukannya, tak perduli tentang perasaanmu. Yang aku tahu aku selalu nyaman disampingmu.

***

 

Terbesit di Pikiranku Olehmu

 

Berjuang mati-matian tapi Cuma dianggap teman. Kalau tahu begini kenapa kamu masih mengejarnya? Kenapa kamu masih rela tersakiti oleh rasa yang kamu pupuk seorang diri?

Kamu pasti berharap suatu saat nanti kamu akan dianggap lebih oleh dia, tapi nyatanya? Kamu hanya sebutir pasir ditengah gurun. Mungkin saatnya kamu berfikir lagi sebelum sakitmu lebih lebih parah.

Kenang perjuanganmu, simpan memorimu, buat suasana baru, tinggalkan dia yang tak mengharapkanmu. Beberapa tahun kemudian jika kamu mengingat ingatan ini lagi, kamu akan tersenyum sendiri dan berkata “begitu bodohnya aku pernah mengejar dia yang tak pernah mau dikejar olehku” hidup memang seperti itu, tak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan.

Hidup mengajarkan kita arti berusaha dan ikhlas. Teruslah berjalan, maka kamu akan menemukan dia yang selama ini juga mencarimu.

***

 

Sepucuk Kalimat Penghibur

 

Dariku untuk aku

Harapanmu sedang diujung tanduk, bergantung pada seutas tali yang akan putus. Bom waktu sudah mulai menghitung mundur, kamu hanya menunggu kapan dia akan menghancurkanmu.

Di kamusnya tak ada lagi kata kita, kenapa kamu terus membatu dan tak mau terima? Apa kamu masih yakin dia akan memilihmu yang sudah jelas-jelas hanya manis denganmu saat dia butuh. Menjadi pelarian atas sakit yang dialami akan membuatmu merasakan sakit, menjadi pelampiasanpun sama saja.

Hanya saja kamu kurang beruntung. Diawal dia mulai meresponmu dan mengajakmu, kamu hanya pengobat sakit yang dia derita. Kamu terlambat menyadari semua.

Sekarang terlambat sudah, disaat dia mencandumu dia menghindar seolah tak pernah menganggapmu. Tak perlu membalas, karma akan menghampirinya, biarkan dia bersenang-senang.

Jika waktunya tiba dia akan menyesal telah menjadikanmu pelampiasan cintanya. Biarkan dia menyesal telah meninggalkan cintamu yang besar demi cinta yang tak pasti dia dapatkan. Ku harap kamu sedikit terobati hari ini. Kutuliskan kata demi kata hingga menjadi kalimat yang akan membuatmu lebih baik

***

 

dihari esok, karena kutahu hari ini kamu kecewa karena kembali

tak mendapatkan perhatiannya. Semoga kamu lekas sembuh dan

dia mendapatkan penyesalan karena mencampakkanmu.

 

***

 

Kenang perjuanganmu, simpan memorimu, buat suasana

baru, tinggalkan dia yang tak mengharapkanmu

 

***

 

Tak Ada Kata Yang Tepat

 

Ternyata kalimat itu tak mampu membuatku beranjak hari ini. Bukan pertama kali, aku rasa ini yang kesekian kali. Tetap saja membias dan berusaha menetes dari pelupuk mataku…

Alasan yang tak beralasan, cara lama untuk menutup topik malam kemarin. Marah yang berhasil membuatku menggerutu tiba-tiba redam saat melihatmu baru saja memulai hari dengan goresan seprai membekas dipipimu.

Kamu berhasil membuatku marah, kamu juga berhasil meredamnya. Kekuatan cinta memang begitu adanya, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bahkan oleh pujangga tak pernah menemukan kata yang pas.

Hanya saja yang tak sulit dijelaskan adalah cinta ini hanya milikku untukmu dan cinta milikmu untuknya.

***

 

Amin

 

Boleh aku jujur? Ini kali pertama aku melihatmu memulai hari tanpa polesan make up.

Cantikmu begitu natural. Pipimu yang imut, hidung yang mancung katamu. Tak kan aku lupa hari itu.

Jika kamu merestuinya aku ingin melihatnya setiap pagi dengan cahaya matahari menembus celah-celah kamar.

Betapa indahnya jika momen itu tiba. Kututup tulisan ini dengan kalimat amin.

***

 

Nikmatilah, Menang Begitu Adanya

 

Tidurlah.. tubuhmu sudah terlalu lelah, lanjutkan esok jika tubuhmu masih sanggup terutama hati dan luka itu.

Mungkin esok hari dunia berpihak padamu. Usahalah maksimal. Dia tahu kamu menunggunya, hanya saja waktu belum merestuimu.

Tentu kamu sudah siap dengan resiko terbesar dalam hal mencinta. Jika penolakan itu keluar lagi dari bibir merahnya, menangislah..! kamu tak harus menyembunyikannya.

Nikmati sedihmu, berdamailah dengan dirimu dan perasaanmu. Memang sakit, tapi ini bukan salahnya karena dia bebas memilih. Cinta memang begitu, tak ada kata kompromi jika sudah terhanyut didalamnya.

***

 

Kekuatan cinta memang begitu adanya sulit dijelaskan

dengan kata-kata

 

***

 

Sebelum Hari Itu Tiba

 

Hari bahagiamu tinggal menghitung hari. Hari dimana kamu akan bertambah usia dan tentunya bertambah dewasa.

Semoga nanti kamu mendapatkan hal yang kamu impikan dan semakin disayang keluarga pastinya. Untuk dia yang sedang kamu cinta, semoga kalian bisa menjadi satu selalu. Dan untukku, semoga bisa cepat sadar bahwa kamu tak menginginkanku.

Aku telah menyiapkan sesuatu untukmu, ini adalah kali pertama aku memberi sesuatu dihari bahagiamu. Semoga kamu senang dan mau menerimanya.

***

 

Your Birthday

 

Happy Birthday untukmu… Orang yang membuatku cinta dan tak mau bertanggung jawab. Semua doamu akan teraminkan, percayalah. Pastinya banyak yang mengucapkan ini padamu. Tapi aku mau melakukannya dengan cara yang beda.

Siapa tahu kamu membaca ini. Tapi ya sudahlah. Intinya hari ini hari bahagiamu, aku tak akan mengacaukannya. Saat kamu bangun nanti, semua dalam genggamanmu.

Aku yakin kamu akan terlihat sangat cantik hari ini, dan saat itu juga aku tak berhenti menatapmu, aku terpaku untuk kesekian kali, jantungku berdebar untuk kesekian kali. Kalimat terakhir dariku tetap jadi kamu yang sekarang, berbahagialah, dan teruslah tersenyum karena senyummu menyejukkan semesta.

***

 

Keputusanku

 

Keputusan memang harusnya diambil dalam suatu situasi. Mengikhlaskan salah satunya. Hari ini saatnya aku berdamai dengan perasaan ini.

Begitu banyak luka yang tercipta, begitu banyak sakit yang terukir rapi. Harapan yang kamu cipta kini kamu bunuh sendiri.

Tubuhku terlalu rapuh, tubuhku tak bisa lagi menahannya. Aku berhenti. Meski kutahu sangat sulit.

Hari-hari berikutnya akan kulewati dengan mendung menyertai, mungkin juga hujan. Semoga keputusan ini tepat.

Tak akan ada lagi telepon yang menyita waktumu, tak ada lagi pesan dariku. Aku pupuskan harapanku dengan harapan kita bisa menjadi lebih baik.

Terima kasih telah mau mendengarkan dan berbagi cerita denganku. Maaf karena telah membuang waktu berhargamu.

Aku belajar bahwa memaksakan perasaan hanya akan membuat luka baru yang semakin hari semakin menganga lebar.

***

 

Kalimat terakhir dariku tetap jadi kamu yang sekarang,

berbahagialah, dan teruslah tersenyum

 

***

 

Esok Hari Setelah Keputusan Itu

 

Pelangi yang terbit indah tentu harus mengalami masa dimana hujan menetes begitu hebat dengan gemuruh suara sumbang dan kilatan petir serasa menembus kalbu. Kalimat yang kamu tanamkan dipikiranmu saat kamu kembali mengiris perlahan hati yang terus memanggil namanya.

Hidupmu akan terus berjalan, sesakit apapun yang dia beri berusahalah menerima. Kamu hanya harus kembali membiasakan diri. Memori tentangnya harus kamu tutup dan kunci.

Perjuangan ini belum usai, perjuangan sebenarnya adalah merelakan dan mengikhlaskan. Walaupun sakit, pelangi ini akan menemukan jalan untuk terbit. Waktu akan menuntunmu untuk semua itu.

***

 

Mengikhlaskan

 

Akhirnya aku benar-benar mengetahui. Sejak sikapmu kembali dingin, ternyata kamu sedang hangat dalam pelukan seseorang. Saat terlintas wajahmu dipikiranku, aku hanya tersenyum.

Ternyata ketika kita mengikhlaskan sesuatu yang tidak pernah benar-benar menjadi milik kita membuat kita lega dan lebih belajar menghargai hidup. Melepaskan lebih baik ketika susuatu yang diperjuangkan tak mau diperjuangkan olehmu.

Hidup akan baik-baik saja, banyak teman dan sahabat yang bisa membuatmu tertawa lepas. Semesta sedang menyiapkan sencana besar untukku dan masa depanku. Kamu, bahagialah dengan dia, tetaplah nyaman dalam peluknya. Karena hari-hariku tanpamu tak benar-benar jatuh seperti yang aku bayangkan.

***

 

Pernah Begitu Baik

 

Aku pernah mencintaimu begitu baik

Tapi sayang kamu tak begitu menginginkannya

Setelah waktu itu aku melepaskan kini hidupku lepas

Mengingatmu tak membuatku takut lagi

Hidup ini akan kunikmati

Seandainya saja tuhan meyakinkanku lebih cepat

Tanpamu ternyata hidupku baik-baik saja

Semesta memang selalu punya cara

Menuntunku menemukan sesuatu yang berharga

***

 

Melepaskan lebih baik ketika susuatu yang diperjuangkan

tak mau diperjuangkan olehmu

 

***

 

Hanya Teringat

 

Mentari membangunkanku

Menembus sudut gelap kamarku

Sayup angin berhembus bercik air bersamanya dengan hamparan awan putih cerah

Aku senang, hirupan nafas menembus otakku dan menemukan sisa-sisa namamu

Tenang. Kamu tak usah khawatirkan aku. Aku bukan aku yang dulu, aku bukan aku yang gila mengejarmu

Aku berterima kasih pada jarak, karena secara tidak langsung telah membantuku beranjak

Aku sudah membuka lembaran baru perjalanan cintaku. Ini tidak akan melibatkanmu

***

 

Hai Kamu..!

 

Hai kamu, orang yang mematahkan hatiku apa kabar? Sudahkah puas? Manis senyum palsu kamu lukiskan tutur kata bahasa indah kamu lantunkan dengan sedikit perhatian. Kamu berhasil membuatku percaya bahwa pengkhianatan sering kali datang dari orang paling dekat dihidupmu.

Hai kamu, orang yang menghempaskanku apa kabar? Sudahkah bahagia? Caramu begitu manis, permainanmu begitu cantik, perasaan kamu jadikan mainan.

Hai kamu, yang menjatuhkanku apa kabar? Sudahkah melihatkudari tingginya jurang? Terima kasih telah membuatku lebih tegar dan lebih mencintai diri sendiri.

***

 

Lembaran Baru

 

Kita pernah bertemu sebelumnya. Kamu pernah menjadi rencana masa depannya. Tapi kalian lebih memilih menyudahinya lebih cepat. Kita merasakan hal yang sama, cuma bedanya kamu pernah memilikinya, sedangkan aku hanya menjadi penting saat dia luka dan penyembuh lukanya.

Tapi aku tak mempermasalahkan itu, mengikhlaskan adalah jalanku berdamai. Kini aku mengenalmu, kita pernah bahagia juga pernah terluka. Luka yang tak akan kering dalam waktu singkat. Denganmu aku ingin kita. Sebagai orang yang pernah merasakan patah aku tak bisa menjanjikanmu tak akan mengalaminya.

Aku juga tak selalu bisa melukiskan senyum indah dibibirmu. Jika kamu bersedia bersama-sama memulai dengan halaman baru. Hanya kita tanpa masa lalumu ataupun masa laluku.

Semesta akan selalu memberi kejutan-kejutan bahagia. Aku tak akan memaksamu, aku hanya ingin meyakinkanmu bahwa aku bukan orang yang singgah saat hancur dan pergi saat terangkai. Aku ingin menetap dengan kata kita.

***

 

Pengkhianatan sering kali datang dari orang paling dekat

dihidupmu

 

***

 

Nyaman

 

Menetaplah pada satu orang bukan karena fisik, tapi nenetaplah pada satu orang karena nyaman..

Rasa nyaman belum tentu kamu dapatkan pada setiap orang. Kadang bisa datang dari orang yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Kadang orang yang kamu harapkan memberimu rasa nyaman justru memberikannya pada orang lain. Cinta memang begitu adanya, berusaha sekeras apapun jika dia tak ditakdirkan untukmu dia tak akan pernah menjadi milikmu.

Begitupun dia yang ditakdirkan untukmu akan datang dan menetap pada waktunya. Sebenarnya semua sudah diatur sedemikian rupa, kita hanya perlu menunggu saat itu tiba.

***

 

Tau Diri

 

Kepergianmu tak akan aku halangi karena aku tahu diri. Aku bukan siapa-siapa, aku bukan orang yang kamu harapkan dihidupmu. Aku hanya orang yang menaruh harapan terlalu besar padamu tapi tak terbalas.

Semoga kamu temukan bahagia dengan dia yang kini bersamamu. Semoga bersama dia kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Pergilah. Jangan mengkhawatirkanku karena kasian.

Urusanku akan kuselesaikan sendiri walau meralakan tak mudah. Patah ini akan kurangkai kembali sembari menunggu waktu yang tepat untuk memulai kembali. Setelah kepergianmu hidupku akan dan masih berlanjut. Aku bukan orang yang gampang menyerah hanya karena cinta. Dan pada saatnya nanti, aku akan berterima kasih padamu karena telah memberiku luka.

***

 

Terima, Berdamai, dan Ikhlaskan

 

Awan mendistorsi langit agar sejalan. Angin berhembus dingin menerbangkan memori-memori yang tersimpan. Aku hanya tersenyum kecil. Mungkin hanya terlintas.

Hujan datang tiba-tiba menghapus jejak-jejak kenangan pahit. Aku tersenyum kecil, badai akan segera berlalu. Tak lama berselang, hal itu dibenarkan tuhan. Pelangi muncul di sudut langit yang masih abu-abu membawa warna baru.

Kesedihan adalah langkah menuju bahagia, jadi kesedihan yang kamu rasakan tak seharusnya kamu tolak. Terima, rasakan, dan ia akan berlalu sejalan dengan waktu. Waktu akan membiasakanmu, waktu akan menuntunmu kembali menemukan bahagia.

Tak perlu menjadi pendendam, cukup terima, berdamai, dan ikhlaskan. Waktu juga akan menuntunmu kembali menemukan dia. Dia yang memberimu cerita baru, yang melihatmu dengan kedua matanya, yang mau melengkapi kekurangan dan menjadikan kita. Kita yang bahagia karena saling membutuhkan bukan saling menyudahkan

***

 

Patah ini akan kurangkai kembali sembari menunggu waktu

yang tepat untuk memulai kembali

 

***

 

Nikmatilah !!!

 

Jika itu terjadi lagi. Kamu patah lagi. Membuka luka yang telah mengering. Nikmati saja prosesnya. Itu akan menguatkanmu

Dalam hal mencinta kita tak harus mudah menjatuhkan hati, karena tak semua orang pantas menerimanya. Sebelum datang tuk kesekian kali, kamu telah merasakannya. Cepat atau lambat patah akan terangkai dan luka akan sembuh karena terbiasa oleh waktu.

Sampai saat itu tiba, lebih baik sedikit lebih menghargai diri sendiri, persiapkan dirimu. Dunia akan memanggilmu untuk jatuh cinta lagi, itu pasti. Jika saatnya tiba, jatuhkan cintamu pada orang yang benar-benar pantas mendapatkannya karena kita berhak memilih jatuh cinta.

***

 

Apa Kabar ?

 

Masih ingat aku? Aku yang pernah ada. Aku juga pernah berjuang. Kita pernah sama-sama berjuang. Ya, aku  memperjuangkanmu dan kamu memperjuangkannya.

Kita pernah sama-sama cinta, aku mencintaimu kamu mencintainya. Sudah bahagia sekarang? Kamu berhasil mendapatkan apa yang selama ini kamu perjuangkan.

Tak usah pikirkan aku, aku hanya teringat kamu, rasa itu sudah lama aku ikhlaskan. Kini aku belajar tuk lebih mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.

Teruntuk kamu yang pernah ada. Terima kasih untuk waktumu, senyummu, tawamu yang dulu begitu manis bisa membuatku bahagia.

Meskipun akhirnya berubah menjadi tangis dihari-hariku berikutnya. Aku yang sekarang masih aku yang dulu, hanya saja aku yang sekarang lebih bahagia. Kuharap kamu juga merasakan bahagia.

***

 

Cinta dan Pelarian

 

Jika suatu hari kamu sangat ingin mencari hati yang akan kamu tempati, carilah yang bisa membuatmu nyaman dan mau menerima kekuranganmu.

Jika sampai saat ini kamu belum menemukannya nikmatilah. Cinta bukan selalu tentang mencari tetapi juga dicari.

Nikmati saja prosesnya. Sering halnya cinta datang tanpa kita cari. Sering kali dia bersembunyi di orang-orang yang dekat denganmu. Persiapkan saja diri untuk cinta yang tak terduga.

Cinta memang misteri. Semakin kita mencari semakin susah kita menemukannya, begitu pula sebaliknya. Orang yang tak begitu memikirkan cinta justru dengan mudah menemukannya.

saja. Tak usah khawatir berlebihan. Cinta pasti datang dan menghinggapimu tanpa berpaling.

***

 

Cepat atau lambat patah akan terangkai dan luka akan

sembuh karena terbiasa oleh waktu

 

***

 

Mix Feeling

 

Kebosanan akan memaksa ingatan memutar kembali hal-hal yang tak seharusnya terlintas. Kadang bahagia, kadang sedih, kadang pahit, terkadang juga menyakitkan

Tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Tergantung bagaimana cara kita berdamai. Hidup memang begitu, bukan kehendak kita sepenuhnya. Sedikit banyak semesta pasti punya pengaruh didalamnya.

***

 

Mulailah Bicara

 

Hubungan akan menjadi tak baik jika tak ada yang mau mengalah. Tak tahu kapan memulai, tak tahu siapa yang memulai. Jika salah lebih baik meminta maaf. Egomu bisa membuatmu kehilangan arah.

Apa salahnya jika buang sejenak tinggi hatimu, itu tak membuatmu kehilangan harga diri. Cinta tak bisa tumbuh jika memelihara ego yang berlebih. Bunga yang tak dipelihara akan mati dengan sendirinya. Begitupun cinta, jika tak memulainya ia akan mati dengan berjuta

pertanyaan. Mulailah bicara. Buat topik pembicaraan. Cairkan suasana. Karena cinta tak akan menghianati setiap orang yang sama-sama ingin bersama.

***

 

Tentang Masa Depan

 

Gemercik air membawa sendu. Buih-buih tercipta mengalir nyaman. Ketenangan mungkin akan tiba. Kicauan burung, mentari pagi menambah tenang hari. Menyemai perasaan damai. Semua akan sempurna bila kamu bersamaku.

Aku tak tahu kamu dimana, sedang apa dan dengan siapa. Aku tahu kamu ada. Hanya saja semesta belum mempertemukan kita.

Mungkin esok atau nanti. Tunggu saja. Aku juga tidak sabar bertemu denganmu. Tidak sabar ingin melihat rupa manismu. Tidak sabar ingin memulai kisah indah denganmu. Iya, hanya kamu dan aku.

***

 

Cinta tak bisa tumbuh jika memelihara ego yang berlebih

 

***

 

Cinta

 

Jatuh cinta memang indah. Cinta bisa berubah seketika. Bisa hilang tiba-tiba. Cinta bisa menetap adanya meski terhianati berulang.

Entah karena nyaman pun karena lama hubungan. Tak ada yang dapat menjelaskan pasti apa itu cinta. Kadang rumit, kadang mengundang senyum, kadang mengundang butiran- butiran air mata.

Cinta memang begitu. Membuat kita terbang dan menjatuhkan kita diruang patah hati.

***

 

Kenapa?

 

Kenapa masih bertahan? Pengkhianatan sering kali kamu dapatkan. Kepercayaanmu sering dihancurkan. Menduakan sering dilakukan. Apa karena terlanjur lama? Atau karena terlalu nyaman?

Itu semua bukan alasan jika pengkhianatan berulang. Sampai kapan? Apakah kamu pernah menanyakan hatimu?

Masih sanggupkah hatimu merasakan sakit? Masih bisakah luka yang basah kembali mengering setelah dihujani ribuan rintikan air mata?

Orang yang mencintaimu tak akan membiarkan air menggenangi sudut bola matamu.

***

 

Kita

 

Kita adalah ragu yang sempat bertemu dan tak pernah menjadi satu

Kita adalah kesempatan yang pernah datang dan tak pernah disempatkan

Kita adalah senang yang pernah ada dan tak pernah diteruskan

Bukan karena tak ingin. Hanya saja kamu ditakdirkan untuk singgah bukan menetap

Hari itu menyadarkanku bahwa jatuh cinta padamu adalah pisau yang menyayat dada

Tak berdarah tapi menyisakan luka yang tak mudah untuk dilupa

***

 

Cinta memang begitu membuat kita terbang dan menjatuhkan

kita diruang patah hati

 

***

Tawa

 

Perasaan mengalun lembut

Aku tahu ini rindu, bukan untukmu

Aku hanya teringat, bukan lagi terpikat

Tak perlu kembali merapat karena untukmu tak ada lagi tempat

Terima kasih telah membuat bahagia meski berakhir kecewa. Dan

kecewa yang kamu beri perlahan menjadi tawa

***

 

Berkenang

 

Dia cantik, dia baik, dia juga manis

Aku pernah memperjuangkannya

Dia juga pernah memperjuangkanku

Tetapi semesta tak merestuinya

Setelah aku menyadarinya, dia telah berpaling dariku

Aku tetap memperjuangkannya

Berharap aku masih ada dihatinya

Apa daya semesta tetap tak merestuinya

Kini aku telah merelakannya

Sebuah usaha memang memerlukan proses

Panjang atau tidaknya tergantung

Sedalam apa kamu mencintainya

Sekuat apa niatmu merelakannya

***

 

Indah Berbeda

 

Memulai suatu hubungan perlu mempertimbangkan beberapa hal bukan hanya cinta. Pikirkan juga jika kelak bersama. Ini tak akan mudah seperti perkiraan.

Perbedaan pandangan dan pendapat menunggu. Bagaimana tidak, dua insan yang berbeda cara pikir sedang jatuh cinta mencoba menyatukan perasaan.

Jalan keluar itu selalu ada. Seberapa besar perbedaan selalu ada persamaan. Justru perbedaanlah yang membuat kita saling melengkapi. Membuat hubungan begitu berwarna yang akan menguatkan satu sama lain. Obr

olan-obrolan baru muncul saat duduk berdua ditemani dua cangkir teh hangat akan menemani hari tua kita karena perbedaan itu indah bila disatukan.

***

 

Sebuah usaha memang memerlukan proses panjang atau

tidaknya tergantung sedalam apa kamu mencintainya dan

sekuat apa niatmu merelakannya

 

***

 

Hanya Tersenyum

 

Kadang kuteringat betapa kerasnya perjuanganku memilikimu. Bisa dibilang ini pertama kali aku berjuang begitu hebatnya mengejar seseorang. Bahkan dengan dia yang dulu pernah memilikiku aku tidak sampai begini. Kamu memang berbeda, wajar saja aku memperjuangkanmu.

Diam-diam dia juga melakukan hal yang sama. Sialnya aku kurang beruntung perihal ini. Aku tak berhasil mendapatkanmu. Kini kamu bersama dia, dia yang juga berjuang sama sepertiku, bedanya dia memenangkanmu. Jika mengingat ketika itu hanya senyum yang mengucap dibibirku. Aku merelakanmu.

***

 

Berita di Suatu Hari

 

Aku mendengarnya. Benar atau tidaknya akupun tak tau pasti. Ini perihal kamu dan dia yang katanya tidak lagi searah. Hanya senyum tipis yang terukir dibibirku.

Bukan berarti aku senang mendengarnya. Aku hanya turut berduka atas semua hal tentangmu dan dia. Mungkin hubunganmu tak lagi mendapat restu semesta.

Apa kini kamu merasakannya? Betapa sakitnya hati yang sedang jatuh cinta dipatahkan paksa. Aku tahu rasanya. Aku pernah mengalaminya. Jangan tanya siapa, tentu saja kamu orangnya.

***

 

Ketika Ingin Memulai

 

Ratusan kata telah kurangkai dalam pesan teksku. Kata menjelma kalimat untuk meminta hatimu. Apa dayaku, keinginanku tak sebesar ketakutanku.

Aku belum bisa memastikan diri, aku ragu. Tak mau menjadikanmu sebagai pengobat masa lalu. Aku akui sangat takut memulai, trauma masih saja menghantui.

Bukan tanpa usaha, setiap hari diri berusaha agar trauma ini mereda. Berani memintamu untuk kujaga seutuhnya.

***

 

Hal indah memang sulit dilupakan kenanglah

Itu akan menjadi cerita untuk hidupmu tentang masa lalu

 

***

 

Kamu Pasti Bisa

 

Ini hal yang mungkin tak kamu harapkan. Tapi semestalah yang memiliki kenyataan kita hanya keinginan. Lapangkan dada. Hapus air mata. Katakan padanya bahwa kamu bisa.

Perkara melupakan memang begitu adanya, semakin dilupakan semakin merekat. Tak bisa dipaksakan begitu saja. Kamu telah berupaya maksimal.

Pun ini jalan terbaik, maka jalanilah. Diujung sana seseorang menantimu tuk menyempurnakan hidup. Kamu kuat kamu bisa.

***

 

Terbang, Jatuh, dan Tenggelam

 

Akhirnya aku berada di satu titik.Titik dimana aku tak mengagumimu seperti dulu. Aku berhasil.

Aku terlepas dari rasa sepihak yang memburuku selama ini. Usahaku ternyata membuahkan hasil.

Semesta tak akan mengkhianatimu jika kamu selalu mencoba melangkah. Hidup akan terus berjalan pun berputar.

Sekarang aku bebas. Terima kasih pernah membawaku terbang, jatuh, dan tenggelam. Sekarang aku bisa tersenyum lebar.

***

 

Biodata Penulis

 

I Putu Aditya Riandana Putra. Penulis yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Semarang. Lahir pada 25 Desember 1998, 23 tahun lalu di desa Balinggi Jati, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mulai menulis sejak 2019. Buku Terbang Jatuh dan Tenggelam merupakan buku non fiksi pertama penulis. Mempunyai hobi bermain voli, membaca dan travelling. Bagi penulis, menulis merupakan suatu media yang bisa meringankan beban saat tak bisa bercerita pada siapapun.Penulis bisa ditemukan di instagram : @i_putu__ dan kumpulan tulisan-tulisan penulis bisa ditemukan di instagram : @tidak.menyerah__

Contact Us

error: Eitsss Tidak Boleh!!!